Kisah Cinta & Persahabatan Jose Dengan Louis

Dengan pertandingan besar antara Manchester United dengan Chelsea, mentor dan juga murid, Louis Van Gaal dan Jose Mourinho akhirnya akan bertemu untuk ketiga kalinya sepanjang karir kepelatihannya. Tom Kundert menceritakan kembali hubungan mesra kedua pelatih tersebut saat di Barcelona...

Louis van Gaal pernah mengatakan bahwa dia sangat terkesan dengan asisten mudanya saat di Barcelona, Jose Mourinho, yang di deskripsikannya sebagai anak muda yang arogan dan tidak terlalu menghormati peraturan yang berlaku".

VAN GAAL DI BARCA

  • Juara La Liga: 1997/98, 1998/99
  • Juara Copa del Rey: 1998
  • Juara Piala Super: 1997

Sifat Mourinho yang sering sekali mengeluarkan pendapat panas dan arogan adalah salah satu dari sifat pribadi pelatih asal Portugal ini. Tetapi bagi van Gaal, sifat kerasnya dan suka mengatur semua hal seperti diktator, membuatnya memiliki banyak musuh di pertandingan. Jadi, ketika the arrogant one dan seorang diktator dilemparkan ke dalam sebuah klub besar secara bersamaan dalam satu pertandingan, itu menjadi sebuah alasan yang pantas untuk kita mengharapkan skenario yang meledak-ledak yang bisa berakhir dengan buruk dilengkapi dengan tensi tingkat tinggi yang panas anatara kedua kesebelasan.

Tetapi kenyataannya sangatlah berbeda.

Kedekatan keduanya saat menjalani masa-masa di Barca menghancurkan harapan publik akan persaingan antara kedua pelatih papan atas Eropa tersebut. Kemampuan kedua pelatih tersebut dalam mendengar, menyerap dan menjalankan semua pengetahuannya seperti terbang dan menghilang begitu saja karena tenggelam oleh sisi arogan dan diktatornya.

Kemampuan berbakat Mourinho tidak didapatnya dengan begitu saja, dia belajar dari yang terbaik untuk membuatnya menjadi seperti sekarang. Mourinho sangat bergairah dan senang dengan kemampuan motivasi Bobby Robson, tetapi dia juga memuji setinggi langit seorang Van Gaal, orang yang bekerja bersamanya di Catalonia selama tiga tahun dan dia juga adalah orang yang berusaha dikalahkannya pada hari Sabtu nanti kala timnya Chelsea bertemu dengan Manchester United di Liga Primer Inggris.

 

Topi yang bagus, Jose

"Dia bekerja seperti binatang"

Ini buka kali pertama kedua pelatih ini bertemu head-to-head dengan tim yang mereka asih. Pada final Liga Champions 2010, Mourinho dengan Inter Milannya dan Van Gaal dengan Bayern Munichnya bertemu secara langsung, pelatih asal Portugal tersebut secara terang-terangan mengatakan bahwa dia ingin mengulangi apa yang telah dia pelajari dari pelatih Belanda tersebut saat keduanya masih bekerja bersama.

Saya tidak akan melupakan masa-masa itu, atau orang yang telah membuat saya seperti sekarang ini"

- Jose Mourinho

"Dia mengajari saya apa yang saya butuhkan untuk menjadi seperti sekarang, saya harus bekerja keras," kata Mourinho. "Dia bekerja seperti binatang, tetapi dengan kesenangan yang luar biasa banyak. Walaupun itu terjadi 13 tahun yang lalu, semua itu terasa seperti kemarin. Saya tidak akan melupakan masa-masa itu, atau orang yang telah membuat saya seperti sekarang ini. Itu adalah sebuah hubungan yang spesial bagi saya dan sangat menyenangkan sekaligus suatu kehormatan untuk bekerja bersamanya."

Awalnya, Mourinho dipekerjakan oleh Barcelona sebagai asisten Bobby Robson, juga sebagai penerjemahnya. Dia telah menjadi penerjemah almarhum sejak di Sporting Lisbon, walaupun sejak awalnya dia memeberanikan dirinya untuk melangkahi briefing awal. Jadi yang didapatkan oleh Robson adalah, skemanya ditambah dengan masukan dari Jose yang dimana pelatih Portugal tersebut memaksa untuk tetap menjadi asistennya saat pindah untuk menangani FC Porto. Bobby Robson berhasil memenangkan dua gelar liga di Porto dan Mourinho memiliki tanggung jawab lebih dari sebelumnya.

 

Van Gaal mempersilahkan Mourinho mengatur semuanya dalam beberapa pertandingan pra musim

Perinciannya dalam mengamati dan memberikan laporan tentang lawan yang akan dihadapinya sangat membuat Robson terkesan dan hal itu menjadi hal yang sangat berharga. Saat Robson di pecat Barcelona dan digantikan oleh Van Gaal, Mourinho telah memiliki reputasi sebagai pemikir yang cerdik dan sangat berguna untuk menjadi jembatan antara LVG dengan skuatnya.

Van Gaal sangat kagum dengan Mourinho. "Dia bukanlah orang yang penurut, dia sering bertentangan dengan saya apabila saya salah. Pada akhirnya, saya ingin mendengar apa yang dia ingin katakan dan berakhir dengan lebih mendengarkannya ketimbang asisten saya yang lain," kata pelatih asal Belanda tersebut yang sangat terkejut dengan perkembangan karir Mourinho yang sukses dari penerjemah menjadi pelatih di Barcelona. 

Mendapatkan pelajaran berharga dari Louis

Ini membuktikan bahwa kolaborasi mereka di Camp Nou sukses memberikan gelar bagi Barca, juara La Liga back-to-back dan gelar Copa del Rey berhasil mereka datangkan ke klub dengan segudang sejarah tersebut. Tetapi semuanya berubah di musim ketiga, saat mereka gagal lolos ke Liga Champions dan ketegangan antara Louis van Gaal dengan pemain bintang Barcelona saat itu, Rivaldo dan Hristo Stoichkov membuat suasana semakin memburuk bagi pelatih asal Belanda tersebut yang mengakhiri rezimnya di Spanyol. 

Pada akhirnya, saya ingin mendengar apa yang dia ingin katakan dan berakhir dengan lebih mendengarkannya ketimbang asisten saya yang lain,"

- Louis van Gaal

Walaupun dalam keadaan kecewa, Mourinho sukses mengambil sisi baik dari hal itu untuk kepentingannya. Satu hal yang sangat penting bagi pelatih Portugal itu adalah mempererat hubungan manajer dengan para pemainnya, hal ini sukses untuk meminimalisasi permasalahan dalam tim. Hingga dia melatih Real Madrid, sangat susah mencari pesepakbola yang bermain di bawah arahannya yang sering berkata buruk tentangnya.

Sangat beralasan bahwa Mourinho mengindentifikasi kesalahan Van Gaal yang gagal berhubungan baik dengan para pemainnya di dalam maupun luar lapangan. Vitor Baia di Porto dan Ricardo Carvalho di Chelsea keduanya membuat Mourinho murka setelah mereka berdua bereaksi di luar batas yang telah ditentukan, sebuah sanksi langsung diberikan kepada kedua pemain tersebut dan insiden itu langsung dilupakan begitu cepat karena kedua pemain tersebut telah memberikan penampilan yang luar biasa bagi Mourinho.

Mourinho memiliki hubungan yang baik dengan anak asuhnya

Tetapi, sifat Van Gaal yang memiliki organisasi yang sangat rapih dan juga fokus terhadap suatu pekerjaanlah yang membuat Mourinho sangat terkesan. Berbicara kepada koran Portugal, Record di tahun 1999, Mourinho mengatakan: "Van Gaal adalah seseorang yang gila kerja, Dia bisa menghabiskan delapan hingga 10 jam perhari di klub dan mengasah keahlian para staffnya.

"Dia sangat mengetahui bahwa klub memiliki beberapa orang yang bisa melakukan hal lebih baik darinya dan dia mendelegasikan orang yang tepat untuk melakukan pekerjaan yang cocok baginya. Dalam sesi latihan, dia sering sekali merencanakan dan mengamati sesuatu, meninggalkan asistennya untuk turun langsung ke lapangan."

Kerelaan Van Gaal untuk mendelegasikan beberapa pekerjaannya ke Mourinho menjadi sesuatu yang berharga baginya, dimana pada akhirnya dirinya sukses menjadi seoarang manajer yang sukses. Pelatih asal Belanda tersebut memberikan kepercayaan kepada asistennya untuk melatih Barcelona B dan kadang tim utama di beberapa kompetisi pra musim.

Dalam wawancara yang sama dengan Record, sebelum Mourinho mendapatkan pengalaman sebagai pelatih tim utama, dia ditanya apakah Van Gaal telah berbicara dengannya tentang masa depannya di sepakbola. "Yes," sebuah jawaban yang sangat cepat keluar dari mulutnya. "Setiap kali ada koran Spanyol yang melaporkan tentang klub yang memecat manajernya di Portugal, dia langsung menanyakan kepada saya: "Apakah dia telah menelepon kamu?" Dia berkali-kali mengatakan kepada saya bahwa saya bisa menjadi bintang di sepakbola Portugal."

Empat tahun kemudian, Mourinho sukses mengangkat trofi Liga Champions bersama Porto. Perkataan mantan bosnya terbuktu benar.