Kolombia Momok Mematikan Bagi Neymar

Apa yang terjadi dengan Neymar kala bertemu dengan Kolombia? Selalu terjadi drama dan intrik yang melibatkan dirinya dengan rekan-rekan senegara Falcao dan James Rodriguez tersebut. FourFourTwo Indonesia mencoba untuk menganalisa apa yang sebenarnya terjadi dengan penyerang Barcelona tersebut saat membela negaranya dan berhadapan dengan Kolombia..

Menyedihkan, Neymar didaulat sebagai pemain kelahiran Brazil paling baik performanya di benua biru. Gelar inipun langsung terbang ke Catalan setelah sebelumnya menjadi genggaman Thiago Silva di Paris.

Bersama Barcelona dalam kurun setahun belakangan Neymar bisa pertontonkan goyangan Samba di tengah kemilau Tango milik Lionel Messi. Ditambah kehadiran Luis Suarez sukses menjadikan lini depan Blaugrana terbaik seantero Eropa. La Liga, Copa del Rey, dan terakhir Champions League menambah sesak lemari trofi di musim ini.

Bahkan dibanding mega bintang Messi, Neymar merupakan pemain depan paling efektif ketika mengkonversi peluang menjadi gol. Di partai puncak bertemu Juventus ketajamannya membuat rekor baru Champions League karena untuk pertama kali ada klub mampu mendaftarkan dua pemain dengan torehan 10 gol.

Neymar di salah satu kolom FourFourTwo magazine

Catatan seperti itu jelas membuat publik Brazil berharap banyak pada pemain satu ini tidak terkecuali pelatih Dunga. Setelah kegagalan di Piala Dunia musim panas kemarin. Bertindak sebagai tuan rumah harus puas berada di urutan keempat setelah kalah dua kali berturut-turut. Dari Jerman akhirnya keluar sebagai kampiun dan perebutan tempat ketiga dari Belanda.

Absennya Neymar jadi salah satu alasan mengapa perjuangan itu gagal. Di babak perempat final bertemu Kolombia, Neymar harus rela karir internasional bersama tanah kelahiran selesai lebih awal. Sebuah kecelakaan dengan Zuniga jadi sebab. Kehilangan besar bagi sepak bola Selecao.

Setahun berselang, negara sama berhasil mengulangi cerita kelam bagi pemilik nomor 11 Barcelona. Bertarung di ajang Copa America, selama 90 menit pertandingan sukses mengunci pergerakan darinya. Tidak mengherankan akhirnya frustasi terlihat dari wajah. Senjata andalan untuk meminta pelanggaran seperti tidak mempan bagi pengadil lapangan, bertumpuk hingga di ujung laga sebuah tindakan tidak sportif ia tunjukan kepada Armero. Sengaja menembakan bola ke arah pemain itu, Carlos Bacca tidak tinggal diam dan langsung mendorong tersangka.

Apa yang salah dengan penyerang Barcelona ini kala bertemu Kolombia?

Kejadian langsung memicu keributan dan sebelum digiring keluar untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan wasit berlari-lari dan mengeluarkan kartu merah dari kantongnya, setelahnya hal sama dilakukan kepada penyerang Sevilla.

Dipastikan tidak boleh tampil pada laga terakhir bertemu Venezuela, tidak berhenti sampai disitu kabar buruk bagi Neymar. Keputusan akhir sudah bulat bahwa ia dilarang tampil membela Selecao dalam 4 laga berikutnya. Jelas ini membuat namanya tidak boleh ada walaupun Brazil bisa sampai ke partai puncak. Seakan sama dengan tahun lalu sebuah turnamen internasional berakhir lebih cepat baginya.

Mungkin ini tidak terlalu buruk, karena dengan demikian bisa menikmati masa liburan lebih lama dari rekan-rekan satu tim sebelum musim baru bergulir. Namun melihat penghargaan individual baru-baru ini diterima ini jelas menjadi sebuah ironi, di saat banyak pemain ingin berikan terbaik bagi tanah kelahiran ketimbang klub yang menggaji setiap pekan.