Leicester City yang Abadi

Anak cucu kita nanti mungkin akan tetap mengingat Leicester City sebagai juara paling mengejutkan sepanjang sejarah Premier League, tulis ekkyrezky...

Sepakbola bisa begitu populer, saya rasa, bukan hanya karena permainannya yang sampai-sampai dijuluki ‘the beautiful game’.  Sepakbola bisa menjadi yang paling populer di jagat raya juga karena olahraga ini selalu memberikan kisah-kisah yang hebat, yang akan terus dikenang sepanjang masa.

Kisah-kisah tentang kepahlawanan, perdamaian, kecurangan, perkelahian, dan lain-lainnya, yang kebanyakan diabadikan lewat ingatan, tulisan, atau juga lewat foto dan video.

Kita masih ingat, misalnya, tentang legenda tim nasional Hungaria yang menaklukkan kesombongan Inggris. Atau tentang kehebatan Brian Clough yang melegenda bersama Nottingham Forest. Atau tentang aksi Diego Maradona di Piala Dunia 1986 yang belum bisa diulangi oleh siapapun. Atau mungkin kehebatan Manchester United dan Liverpool untuk bangkit dari ketertinggalan dan memenangkan Liga Champions 1999 dan 2005 secara ajaib.

Kita mungkin tidak melihat langsung beberapa momen itu, tapi ingatan itu tertanam dalam memori kita seolah kita juga menjadi saksi momen-momen legendaris tersebut. Ini karena sepakbola diabadikan lewat narasi-narasi dalam berbagai bentuk seperti yang saya sebutkan tadi.

Tentu saja, keberhasilan Leicester City untuk menjuarai Premier League 2015/16 juga akan masuk dalam kategori itu: sebuah momen brilian yang menunjukkan bahwa sepakbola memang bisa menjadi dongeng yang luar biasa. Kisah mereka telah dan akan terus diabadikan dan diceritakan sampai bertahun-tahun mendatang.

Beberapa orang menyebutnya sebagai momen olahraga paling luar biasa di sepanjang sejarah. Beberapa mereduksinya sedikit dengan menyebutnya sebagai kesuksesan paling mengejutkan sepanjang sejarah sepakbola Inggris. Yang lainnya lebih kalem dan hanya menyebutnya dengan gelar juara paling gila di era Premier League.

Apapun itu, keberhasilan Leicester memang gila: ini adalah tim yang hampir sama yang nyaris terdegradasi ke Championship musim lalu sebelum membuat “penyelamatan diri dari degradasi paling luar biasa yang pernah terjadi”, menurut tulisan-tulisan yang saya baca di akhir musim lalu.

Bagaimana mereka bisa bangkit di sembilan pertandingan terakhir liga setelah hampir degradasi di sepanjang musim memang fantastis dan sulit dijelaskan. Tapi yang lebih mengherankan lagi, adalah bagaimana mereka bisa meraih hasil yang lebih gila lagi di musim ini. Bagaimanapun, ini adalah klub yang diterpa isu negatif di akhir musim, ketika sebuah video di mana tiga pemain tim cadangan The Foxes yang sedang tur ke Thailand melakukan aktivitas seksual dengan beberapa perempuan Thailand yang disertai dengan komentar rasis.

Ini adalah tim yang mengganti pelatihnya pada musim panas lalu karena anak sang pelatih terlibat dalam kasus memalukan tersebut. Ini adalah tim yang penyerang utamanya juga sempat terlibat skandal komentar rasis di kasino pada awal musim ini. Ini adalah tim yang peluang juaranya di awal musim hanya 5000/1 alias mendekati mustahil.