Marco Verratti Pimpin Barisan Tengah Italia

Statistik memperlihatkan bahwa Marco Verratti menjadi pemain tengah Italia yang lebih unggul dari rekan senegaranya yang lain, Erie Wicaksono memberikan penjelasannya di artikel ini.

Lahir di Pescara 22 tahun silam, gli azzurri seperti dikaruniai talenta berbakat untuk meneruskan Andrea Pirlo. Il Metronome semakin bertambah tua kendati tak berbanding lurus dengan penampilan bak aktor laga Chuck Norris.
 
Visi serta kemampuan melepas umpan akurat terlebih jarak jauh acap kali mengundang decak kagum siapa saja yang menjadi saksi langsung atau lewat layar kaca. Belum lagi kesempatan dari bola-bola mati yang siap mengancam gawang lawan, tanya saja Joe Hart ketika bertemu di perempat final Euro 2012.
 
Sadar tak bisa selamanya mengandalkan Pirlo sebagai pengatur ritme permainan, tanah catenaccio kini bisa berharap akan penerusnya dalam diri Marco Verratti.
Sudah semenjak pemain muda ini digadang-gadang menjadi penerus il metronome, dan seakan menjawab doa-doa tersebut kini pemain yang berkarir di Perancis bersama Paris Saint Germain mulai menunjukan tajinya.

Tak tanggung-tanggung ia berhasil mengalahkan senior-senior sesama pemegang paspor Italia sebagai pemain dengan rata-rata operan paling banyak di antara lima liga besar Eropa. Hingga saat ini ia menorehkan tiap 90 menit setara dengan 89 operan akurat bagi teman-teman di ibu kota peraih titel piala dunia 1998.
 
Dua pertandingan terakhir Ligue 1 bisa menjadi bukti kecil bagaimana statistik tersebut berbicara. Akhir pekan kemarin mereka bisa menang tipis dari St Etienne 0-1. Menjadi bagian dari tiga pemain tengah, Verratti sukses melepaskan 83 operan sukses dari 94 kali pencobaan. Dua dari total merupakan chance created dari pemilik nomor 24.
 
Tak masalah apakah itu pendek atau jauh, semua dilepaskan dengan presisi seperti halnya pertandingan sebelumnya di markas sendiri. Dimana 87 dari 96 berhasil tersampaikan untuk rekan-rekan. Catatan menghadapi Evian Thonon Gailard semakin manis dengan torehan satu gol, guna bantu bungkam lawan dengan skor 4-2.

Perbandingan dengan senior disebut diatas tidak muluk. Kali terakhir Pirlo membela Juventus saat membungkam Verona 4-0 di Juventus Arena. Mengenakan nomor keramat 21 ia berhasil berikan operan 102 kali dari 111 percobaan.
 
Jalan masih panjang bagi Verratti, seiring berjalan waktu satu tempat di level klub dan nasional akan menjadi miliknya. Bukan tak mungkin ia bisa melewati prestasi terbaik Pirlo ketika mengangkat trofi di Berlin pada 2006. Dan kembali yang beruntung adalah Si Menara Miring Pisa pada akhirnya.