Masalah di Lini Tengah United: Apakah Duet Herrera-Pogba Merupakan Solusi Terbaik?

Sampai saat ini, Jose Mourinho masih belum mengetahui komposisi yang pas untuk timnya, terutama di lini tengah. Apakah Paul Pogba-Ander Herrera adalah duet terbaik yang bisa dipasang Mourinho? Renalto Setiawan memberikan pendapatnya...

Di bawah asuhan Jose Mourinho, Manchester United memulai perjalanan mereka di Premier League lebih buruk daripada saat berada di bawah asuhan Louis van Gaal pada musim lalu. Dalam tujuh pertandingan awal, United hanya berhasil mengumpulkan 13 angka, tiga angka lebih sedikit daripada capaian van Gaal pada musim lalu. Selain itu, meski mampu mencetak 13 gol, unggul satu gol daripada musim lalu, United sudah kebobolan delapan gol sejauh ini, tiga gol lebih banyak daripada musim lalu, di mana Setan Merah hanya mampu melakukan satu kali clean sheet dalam tujuh kali pertandingan.

Pencapaian mengecewakan Mourinho tersebut sebetulnya dapat sedikit dimaklumi. Selain musim ini merupakan musim pertamanya bersama Manchester United, Mourinho juga harus melakukan banyak perubahan agar pemain-pemain United mampu menerapkan keiinginannya di atas lapangan dengan baik. Bagaimanapun, gaya permainan yang diinginkan Van Gaal dan Mourinho berbeda. Jika Van Gaal cenderung proaktif, meski kadang-kadang juga bermain secara reaktif, di mana United harus mampu melakukan penguasaan bola dengan baik, Mourinho lebih senang bermain secara pragmatis, di mana kemenangan lebih penting daripada filosofi permainan.  

Sayangnya, sejauh ini Mourinho belum juga menemukan komposisi terbaik di dalam timnya. Beberapa percobaan sudah dilakukannya, tetapi belum juga mampu memberikan hasil optimal. Malahan, dia justru sering kali melakukan blunder taktik karena percobaannya tersebut. Dalam derby Manchester beberapa waktu lalu, misalnya. Mourinho membuat kejutan dengan memainkan Henrikh Mkhitaryan dan Jesse Lingard di sisi lapangan. Saat itu dia berharap kecerdasaan kedua pemain tersebut, terutama saat melakukan pergerakan tanpa bola, akan menjadi kunci permainan United. Sayangnya, kedua pemain tersebut justru mati kutu karena taktik Pep Guardiola. Karena sumbangsih yang minim, kedua pemain tersebut terpaksa diganti pada awal babak kedua. Kesalahan pendekatan yang digunakan Mourinho tersebut kemudian merugikan United, di mana Mourinho hanya menyisakan satu pergantian pemain saja saat pertandingan masih tersisa selama 45 menit.

Mourinho belum juga menemukan komposisi yang pas untuk Manchester United-nya

Dari berbagai masalah yang dihadapi Manchester United sejauh ini, duet poros ganda United memang menjadi persoalan utama. Bagaimanpun, terutama dalam formasi 4-2-3-1, dua gelandang bertahan di depan garis pertahanan adalah posisi yang sangat krusial

Menariknya, kesalahan Mourinho dalam pertandingan tersebut tak hanya berhenti sampai di situ. Duet gelandang bertahan United, yang saat itu diisi oleh Maroune Fellaini dan Paul Pogba, tak mampu bermain baik. Terutama dalam bertahan, kedua pemain tersebut sering luput dalam melindungi pertahanan United. Saat Pogba sering lalai dalam bertahan, Fellaini disibukkan oleh pergerakan cerdas yang sering dilakukan David Silva dan Kevin De Bruyne yang sering bergerak di wilayahnya. Pogba dan Fellaini kemudian membuat organisasi permainan United bubar, dan sering kali membuat Eric Bailly dan Daley Blind, duet bek tengah Manchester United, berada dalam posisi canggung antara menutup ruang di depannya atau tetap bertahan secara mendalam. Kecanggungan duet bek tengah United tersebut kemudian dapat dimanfaatkan dengan baik oleh City. Dua gol kemenangan City, yang dicetak oleh Kevin De Bruyne dan Kelechi Iheanacho, berasal dari buruknya perlindungan terhadap lini belakang Manchester United.

Dari berbagai masalah yang dihadapi Manchester United sejauh ini, duet poros ganda United memang menjadi persoalan utama. Bagaimanpun, terutama dalam formasi 4-2-3-1, dua gelandang bertahan di depan garis pertahanan adalah posisi yang sangat krusial. Mereka adalah pemain yang bertanggung jawab dalam melindungi garis pertahanan sekaligus dalam melakukan build-up serangan. Saat bertahan, pengambilan posisi dan kedisiplinan mereka sangat penting bagi kinerja lini pertahanan. Dan saat menyerang, selain untuk memperbanyak opsi, bisa tidaknya timnya menyerang secara kohesif sering kali bergantung kepada pilihan umpan yang mereka lakukan.

Sebetulnya, Mourinho mempunyai banyak pemain yang dapat bermain di posisi tersebut. Selain Fellaini dan Pogba, Mourinho masih memiliki Michael Carrick, Ander Herrera, Morgan Schneiderlin, dan Wayne Rooney (jika memang dibutuhkan). Sayangnya, dari berbagai percobaan yang dia lakukan, Mourinho sama sekali belum menemukan komposisi yang pas.  Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan Mourinho untuk memperbaiki kinerja duet gelandang bertahan Manchester United? Atau, apakah Mourinho sebaiknya mengganti formasinya?