Matic: Bom AS, kepindahan saya ke Benfica dan Mourinho "The Joker"

Pemain bertenaga asal Serbia ini mengutarakan ceritanya kepada penulis FourFourTwo James Maw tentang bom, Benfica dan kisahnya kembali ke Stamford Bridge

Setelah hanya bermain 65 menit untuk The Blues selama era pertamanya di London Barat, Nemanja Matic mungkin hanya butuh waktu sekitar 60 detik untuk memutuskan kembali ke Stamford Bridge.

PERJALANAN JAUH

  • Jedinstvo Ub 2005-07
  • Košice 2007-09
  • Chelsea 2009-11
  • Vitesse (loan) 2010-11
  • Benfica 2011-14
  • Chelsea 2014-

Bagaimanun juga, tiga penampilan sebagai sebagai pengganti tidak cukup untuk menunjukkan kinerja selama 12 bulan, bahkan jika salah satu penampilannya adalah dalam pertandingan yang membawa Chelsea mengunci gelar Premier League terakhir mereka.

Tapi situasi berbeda sekarang. Gelandang Serbia ini lebih besar, lebih kuat, lebih berpengalaman dan yang paling penting, pemain yang lebih baik. Ini adalah waktunya.

Sementara ia pernah menjadi anak kurus - semuanya hanya lengan dan kaki dan tidak banyak otot - dia sekarang sosok yang mengesankan. Tinggi badan 6 kaki 4in dan dengan bahu selapang Shed End, Matic berbicara dengan tenang tentang pencetak gol dari Eropa timur dalam sebuah film di akhir 80an. Namun Anda merasa dia tidak akan menyakiti seekor lalat - meskipun memiliki tangan ukuran piring makan, jabatan tangannya lembut, dan ia hampir tidak mengatakan satu patah kata yang tidak sopan di sepanjang obrolan kami.

"Agen saya menelepon saya dan mengatakan bahwa Mourinho menginginkan saya bermain untuk Chelsea," kata Matic menjelaskan kepada FourFourTwo  dengan menutup resleting jaketnya pada pagi yang dingin. "Saya berbicara dengannya mungkin selama satu menit dan memutuskan itu adalah waktu yang bagus bagi saya untuk datang ke sini - Mourinho adalah salah satu alasan besar bagi saya datang kembali.

"Faktanya itu adalah kedua kalinya saya di sini dan saya mengenal klub dari sebelumnya juga membuat lebih mudah bagi saya," lanjutnya. "Saya tahu banyak tentang klub dan kota [London]."

Perbedaan lain kali ini adalah bahwa ia sekarang memiliki istri dan anaknya tiga tahun tinggal bersama dirinya- belum lagi keluarga besarnya. "Ketika kami memiliki hari libur, keluarga saya menghabiskan waktu dengan Branislav Ivanovic, istri dan tiga anak mereka. Saya sudah mengenalnya selama bertahun-tahun dan dia adalah orang yang baik."

Di Bom oleh Amerika Serikat

Hal itu juga dapat disebabkan dari latar belakang mereka yang sama. Faktanya, tumbuh di tahun 1990-an Yugoslavia bukanlah sesuatu yang akan dengan mudah dilupakan oleh seorang anak muda.

"Itu tidak mudah pada waktu itu di Yugoslavia, karena perang, tapi saya masih sangat muda - Saya tidak ingat banyak hal. Memori terburuk adalah 1999, ketika saya masih 12 atau 13 tahun, dan Amerika mengirim bom ke negara kami. Saat ini sulit bagi saya karena saya tidak mengerti mengapa hal itu terjadi. Saya bertanya kepada ayah saya, tapi dia tidak bisa menjelaskan kepada saya - ini adalah momen yang akan saya ingat sepanjang hidup saya."

Memori terburuk adalah 1999, ketika saya masih 12 atau 13 tahun, dan Amerika mengirim bom ke negara kami. Saat ini sulit bagi saya karena saya tidak mengerti mengapa hal itu terjadi.

Serangan udara kontroversial NATO terhadap negaranya berlangsung selama hampir tiga bulan dan klimaks dari Perang Kosovo, konflik 18-bulan yang diyakini telah membuat 13.000 orang mati.

Namun, meski tumbuh di zona perang, Matic memiliki kenangan yang sebagian besar disukai di masa mudanya. Bagaimanapun, dia tidak tahu perbedaannya.

"Bagi saya, masa kecil saya adalah waktu yang bagus - saya di sekolah dengan teman-teman, bermain sepak bola seperti setiap anak lainnya," kata Matic dengan senyum lebar.

"Saya masih memiliki teman baik dari waktu itu - saya sangat senang dan bangga menjadi orang dari Serbia. Serbia adalah negara yang bagus, orang-orangnya baik dan semua orang selalu diterima di sana."

Matic tumbuh di Yugoslavia dan sering di bom oleh AS di tahun 90an

Bercanda dengan Jose

Meskipun ia tidak mengelak dari pertanyaan tentang latar belakangnya, jelas dia lebih suka bicara sepakbola, dan percakapan tidak berlangsung terlalu panjang tanpa kembali ke subyek dari pelatih Portugal.

"Semua orang tahu Mourinho seorang yang hebat, manajer yang hebat, tapi saya dapat mengatakan setelah bekerja dengannya selama beberapa bulan bahwa dia orang yang baik.

Pemain berusia 25 tahun ini berbicara dengan rasa hormat ketika nama 'Special One' disebutkan, tetapi ia tidak akan menjadi satu-satunya orang di Chelsea yang memiliki rasa hormat mendalam seperti itu. Setelah beberapa tahun penuh-pergolakan di mana ada beberapa grup yang berbeda dalam klub yang tampaknya saling berlawanan, Jose Mourinho tampaknya mempersatukan semua orang di Chelsea untuk bergerak ke arah yang sama, dan berjuang untuk menjadi lebih baik.

"Ketika saya datang ke sini Mourinho bilang dia percaya pada kualitas saya dan dia memberi saya kepercayaan diri untuk memainkan permainan saya," kata Matic kepada FFT.

"Tentu saja, saya bisa memperbaiki beberapa hal dan saya ingin meningkatkan diri, untuk belajar.

"Semua orang tahu dia seorang yang hebat, manajer yang hebat, tapi saya dapat mengatakan setelah bekerja dengannya selama beberapa bulan bahwa dia orang yang baik. Ketika saatnya untuk bercanda, ia akan bercanda, tapi ketika kami harus melakukan pekerjaan kami, dia selalu sangat serius - ia memastikan kami melakukan hal yang benar."

Jose: "Ketika waktunya bercanda, dia akan bercanda, tetapi ketuka harus melakukan tugasnya, dia selalu serius."

Kembali ke Stamford Bridge

Dampak langsung dan signifikan yang dibuat Matic sejak kembali ke Chelsea adalah hal yang sangat berbeda dari era pertamanya di London Barat.

Matic pertama kali tiba di Stamford Bridge dari tim Slovakia, MFK Kosice pada bulan Agustus 2009 dengan harga 1,5 juta Pounds, setelah menghabiskan waktu seminggu untuk latihan di Middlesbrough 12 bulan sebelumnya. Dia bisa dikatakan penandatanganan di musim panas dengan profil terendah dengan bek sayap Rusia, Yuri Zhirkov, sebagai daya tarik para bintang.

Pemain muda itu memiliki start terburuk yang mungkin ada. Sebuah cedera patah tulang metatarsal dialami Matic karena pelangaran dari Sebastian Ginvico dalam pertandingan level U-21 melawan Italia tak hanya menyimpulkan keberuntung buruk Matic, tapi juga kerapuhan fisiknya di usia muda.

Dengan Michael Essien, Frank Lampard, John Obi Mikel dan Michael Ballack berdiri depannya dalam antrian, Matic tidak bisa untuk menunjukkan kemampuannya.
 

Karir pertama Matic di Chelsea hanya bisa bermain sebanyak tiga kali

"Ketika saya datang ke sini sebelumnya, saya masih muda," katanya. "Saya juga memiliki cedera dan keluar dari pelatihan selama empat bulan. Itu tidak mudah bagi saya - Chelsea memiliki tim yang sangat kuat pada saat itu dan saya tidak punya kesempatan untuk bermain. Setelah satu tahun, saya memilih untuk pergi dipinjamkan ke Vitesse di Belanda, dan saya melakukannya dengan baik."

Keuntungan Bermain di Benfica

Itu masih belum cukup untuk meyakinkan Carlo Ancelotti ia siap untuk menggantikan salah satu starter yang telah mapan posisinya. Untuk membuat keadaan menjadi lebih buruk, pada musim panas 2010, Ramires tiba dari Benfica untuk menambah kompetisi menjadi lebih sulit untuk mendapatkan posisi di lini tengah. Sedikit yang Matic tahu, bahwa kepindahannya akan segera memberinya manfaat.

Ketika Chelsea kembali ke Benfica Januari berikutnya, berusaha untuk mendatangani pemain berambut unik, bek berjiwa liar, David Luiz, klub Portugal meminta Matic sebagai bagian dari kesepakatan. Lini tengah mereka harus diperkuat setelah kepindahan Ramires, dan berhasil mendapatkan pemain Serbia ini sebagai bagian pertukaran merupakan kesepakatan bisnis yang bagus.

"Pergi ke Benfica adalah pilihan yang bagus," tegas Matic. "Saat itu saya butuh bermain sehingga saya bisa lebih baik lagi, Benfica memberi saya kesempatan untuk melakukan itu.

Penampilan gemilang Matic di Benfica membuat Chelsea harus menariknya kembali degan harga £21 juta

"Saya tumbuh sebagai pemain, tetapi juga sebagai pribadi. Benfica adalah salah satu klub terbesar di dunia - mereka memiliki enam juta pendukung di Portugal dan sejarah yang luar biasa. Itu adalah pengalaman yang bagus bagi saya untuk berada di sana - klub yang bagus, kota yang menyenangkan, sebuah negara yang bagus, liga yang bagus. Untuk pemain muda itu adalah tempat yang sangat bagus untuk bermain, dan itu adalah berkah untuk menjadi bagian dari klub itu- saya tidak akan pernah melupakan orang-orang di sana dan para suporter.

"Saya selalu berpikir akan bagus untuk memiliki kesempatan untuk kembali ke Premier League, tapi saya terlalu sering fokus pada pekerjaan saya, di klub saya - Benfica. Saya tahu saya harus bekerja keras, untuk membantu tim, untuk meningkatkan diri sebagai pemain. Anda dapat melihat hasil kerja itu - Saya datang ke sini untuk Chelsea dan saya sekarang berada dalam tim."

Peran Penting

Dalam beberapa hal, tim dibangun untuk dirinya. Meskipun ia adalah gelandang bertahan, Matic bukan Claude Makelele: ia teratur menguasai bola, dengan pergerakan dan atletisme untuk mengendalikan permainan ke arah lawan. Sebuah tendangan keras 35-yard yang membentur tiang dalam debut keduanya di Chelsea - dalam kemenangan 1-0 pada bulan Februari di kandang Manchester City - menunjukkan bahwa dia bukan pemain yang cuma sekedar mematahkan permainan lawan dan mengmpan bola-bola pendek.

"Pergi ke Benfica adalah pilihan yang bagus, saat itu saya butuh bermain sehingga saya bisa lebih baik lagi"

Keputusan Mourinho untuk memainkan dua gelandang bertahan dalam pertandingan di Etihad membuat banyak orang merasa heran  dengan keputusannya untuk menjual peman terbaik Chelsea sebanyak dua kali, Juan Mata dan menggunakan uang yang banyak tersebut untuk menandatangani kembali seorang pemain yang namanya belakangnya mirip dengan pemain Spanyol tersebut.

Namun seperti yang sering terjadi, Mourinho telah terbukti benar. Bukan hanya karena The Blues nyaris tak merasakah kehilangan Juan Mata, namun keberadaan Matic telah memungkinkan pemain menyerang The Blues lainnya untuk berkembang.

Matica dan rekan-rekannya mendominasi Yaya Toure dan Manchester City

Matic menjadi man of the match karena perannya  dalam kemenangan di kandang City, dengan kinerjanya yang solid memberikan Chelsea fondasi untuk membangun tim. Itu pertempuran dengan buldoser lini tengah City, Yaya Toure yang paling menarik perhatian, tapi mengawal pemain Pantai Gading itu bukan bagian dari rencana besar Mourinho.

"Mourinho mengatakan kepada saya hanya untuk memainkan permainan saya," kata Matic. "Kami melakukan banyak persiapan yang baik dalam latihan untuk pertandingan itu, tetapi ia tidak mengatakan sesuatu yang istimewa tentang Toure, atau untuk [secara khusus] menjaganya. Dia mengatakan kepada kami untuk bermain dengan cara kami dan percaya kami bisa menang."

Bahasa Universal

Matic telah beradaptasi kembali dengan baik di ruang ganti Chelsea, dan tidak hanya bersembunyi di sudut ruangan dengan rekan senegaranya Ivanovic. Bagaimanapun juga, dia menghabiskan tujuh tahun menetap di seluruh Eropa, itu membuatnya memiliki keuntungan.

"Sepak bola adalah sekolah yang bagus [untuk mempelajari banyak bahasa]. Saya tinggal di Portugal selama dua setengah tahun, tentu saja saya tidak berbicara seperti orang-orang Portugis, tapi saya mengerti segalanya.

Saya mengerti semua lelucon yang mereka buat di antara mereka - mereka harus berhati-hati tentang apa yang mereka katakan di sekitar saya!"

"Ini bagus untuk saya di Chelsea karena, tidak hanya ada Mourinho, tetapi juga para pemain Brasil. Saya mengerti semua lelucon yang mereka buat di antara mereka - mereka harus berhati-hati tentang apa yang mereka katakan di sekitar saya!"

Beberapa hal melampaui bahasa, dan Matic bermain bersama pemain yang dapat membuat suporter terkejut. Ambillah Eden Hazard, yang telah membuat pemain Serbia ini terkesan sepanjang tahun.

"Eden adalah pemain hebat, dan sangat penting bagi kami," kata Matic. "Dalam setiap saat dia bisa melakukan sesuatu yang baik untuk tim - dia bisa mencetak gol, dia bisa memberi assist. Dia juga masih muda dan akan lebih baik lagi- ia memiliki kualitas untuk menjadi salah satu yang terbaik di dunia.

"Kami memiliki banyak pemain bagus di Chelsea. Kami kuat di semua posisi, dan itulah mengapa sangat baik untuk menjadi bagian dari tim ini."

Gelar Juara

Mereka sudah memulai musim ini sebagai tim yang harus dikalahkan, melesat jauh dari rival mereka di Premier League dan sementara membuat perkembangan yang stabil di Liga Champions - termasuk gol Matic yang membuat Chelsea meraih hasil imbang di Maribor dan menang kembali Portugal di kandang Sporting Lisbon. Tapi untuk semua penghargaan individu dan kembali dengan tiga poin, keberhasilan sepakbola diukur dengan piala, dan Matic ingin beberapa tropi.

"Tentu saja, memenangkan Premier League adalah yang hal yang diinginkan oleh semua orang di klub. Saya bermain melawan Wigan pada tahun 2010 ketika kami menang 8-0 dan memenangi gelar. Itu adalah perasaan yang sangat bagus, tapi itu jauh lebih baik untuk menang ketika Anda lebih sering bermain.

"Itulah yang saya inginkan: untuk memenangkan gelar setelah bermain di 15 atau 20 pertandingan, bukan 15 atau 20 menit."

Apakah Chelsea memenangi liga, kita tidak akan tahu sampai Mei. Apa yang kita tahu adalah bahwa, di mana pun posisi mereka di akhir musim, kali ini Matic tak hanya sekedar cameo singkat.

This interview originally featured in the May 2014 issue of FourFourTwo

More on the #FFT100