Mengapa 3-4-3 Conte adalah Formasi yang Pas untuk Chelsea

Seb Stafford-Bloor menganalisis kemenangan meyakinkan Chelsea dengan skor 3-0 atas Leicester menggunakan Stats Zone

Pekan yang berbeda, formasi yang berbeda dari Antonio Conte. Memainkan Cesar Azpilicueta sebagai bek tengah di sisi kanan dan Victor Moses dan Marcos Alonso sebagai duet bek sayap, pelatih asal Italia itu menggunakan formasi 3-4-3 untuk timnya.

Ini adalah musim yang meragukan bagi Chelsea, dengan awal yang menjanjikan namun tetap menampakkan tanda-tanda disfungsi yang mirip seperti di musim 2015/16, namun ini mungkin justru merupakan titik balik.

Leicester City berada dalam kondisi yang aneh; mereka masih larut dalam euforia dari bulan Mei lalu dan kekurangan intensitas yang mendorong mereka meraih gelar juara. Namun, cara Chelsea mengalahkan mereka di Stamford Bridge juga begitu mengesankan, di mana tuan rumah menemukan keseimbangan di sektor sayap dan kecepatan yang mereka cari musim ini.

Benar, mereka unggul 2-0 di babak pertama karena lemahnya pertahanan Leicester dan ketidakmampuan tim tamu untuk menghentikan aliran umpan terobosan dari Nemanja Matic, tapi masih ada banyak hal lain yang mengesankan dari permainan Chelsea.

Marcos Alonso dan Victor Moses adalah kuncinya, bahkan meski hanya karena atribut fisik mereka. Kedua pemain dengan kaki utama kiri dan kanan diposisikan di sisi alami mereka, dan memberikan kualitas di sisi lapangan yang tampaknya penting untuk taktik Conte.

Keduanya memberikan opsi umpan panjang diagonal untuk sisi tengah Chelsea dan mereka melakukan pergerakan ke lini serang: dari serangkaian pergerakan itu, tak satu pun di antaranya secara krusial menentukan hasil pertandingan, namun pergerakan mereka membuat area permainan menjadi melebar dan membuka ruang yang sulit untuk ditutup oleh enam pemain Leicester. Sulit untuk mengukur hal itu secara grafis, karena pengaruh seperti itu hanya benar-benar nampak dari aksi pemain lainnya, namun hal tersebut menunjukkan bagaimana Chelsea membuat lini serang mereka begitu terbuka.

Costa bermain bagus di semua sisi

Di luar London barat, Diego Costa hanya akan menjadi bahan berita jika sisi buruknya muncul. Jika ia mulai bermain kasar, barulah semua orang memperhatikan.  

Tapi pada hari Sabtu lalu dia menunjukkan sisi baiknya dan memberikan tanda-tanda lain mengenai sekomplet apa dirinya sebagai seorang pemain. Bukan komplet dari aspek sisi tingkah baik dan buruknya, namun murni dalam konteks sepakbola: dia adalah penyerang modern yang luar biasa di Premier League.

Peran utama Costa adalah untuk mengubah skor, tapi dia juga kunci kemampuan Chelsea untuk membangun semangat dalam permainan timnya

Dia membuka keunggulan Chelsea, tapi juga tampil benar-benar meyakinkan di sepanjang babak pertama. Dia bertarung dengan bek-bek lawan seperti biasanya, tetapi juga bisa diandalkan oleh rekan-rekan di sekitarnya (ia menerima 11 umpan dari Eden Hazard, delapan dari N'Golo Kante, dan lima dari Nemanja Matic).

Peran utama Costa adalah untuk mengubah skor, tapi dia juga kunci kemampuan Chelsea untuk membangun semangat dalam permainan timnya. Dia diberkahi kemampuan untuk menggangu lini pertahanan lawan, sebagaimana kemampuan untuk membawa bola dan bergerak di antara para bek lawan, namun kecerdasan pergerakannya lah yang membuatnya berkontribusi besar di tiga area permainan pada pekan lalu.

Diego Costa merayakan golnya ke gawang Leicester City