Mengapa Chelsea Benar-Benar Membenci Tottenham

Ada sejarah permusuhan antara kedua klub ini mulai lebih dari 50 tahun yang lalu, jelas Garry Hayes

Siapa bilang Chelsea tidak punya apa-apa yang harus diperjuangkan lagi musim ini? Tim asuhan Guus Hiddink ini memang terlihat jauh dari perebutan gelar juara dan kelolosan ke Eropa, tetapi mereka masih memiliki peran besar dalam menentukan siapa yang akan menjadi juara Premier League.

Memang, menang pada Selasa dini hari (3/5/2016) nanti atas rival mereka, Tottenham Hotspur, dan The Blues akan memberikan gelar juara bagi Leicester City setelah tim asuhan Claudio Ranieri ini gagal mengalahkan Manchester United.

Kemungkinan itu ramai dibicarakan di media sosial, dan Eden Hazard dengan sangat baik hati menambahkannya akhir pekan lalu.

“Fans, klub, para pemain, kami tidak ingin Tottenham memenangi Premier League,” kata Hazard kepada kamera program Match of the Day. Bahwa perkataan itu disampaikan dengan senyum lebar menambah kehebohan.

50 tahun rasa sakit

Para pemain mulai tidak menyukai satu sama lain, para suporter sering terlibat perkelahian, dan puncaknya adalah di final Piala FA 1967. Ada perkelahian di semua tempat; benar-benar kacau

- Rick Glanvill, sejarawan resmi Chelsea

Tetapi dari mana asal ketidaksukaan atas Spurs ini? Kenapa Chelsea begitu termotivasi untuk mengalahkan anak-anak asuhan Mauricio Pochettino? Sebagaimana yang ditanyakan oleh banyak fans Spurs: apa yang telah mereka lakukan sehingga pantas mendapatkan ini?

“Rivalitas Tottenham-Chelsea ini terjadi sekitar tahun 60an,” kata sejarawan resmi Chelsea, Rick Glanvill, kepada FFT.

“Awalnya kami kehilangan beberapa pemain yang pindah ke mereka – Jimmy Greaves, Terry Venables, dan Bobby Smith – dan kemudian pada pertengahan dekade kami kelihatannya bertemu mereka lagi dan lagi. Para pemain mulai tidak menyukai satu sama lain, para suporter sering terlibat perkelahian, dan puncaknya adalah di final Piala FA 1967. Ada perkelahian di semua tempat; benar-benar kacau.”

Pada Perang Dunia Kedua, klub punya para pengamat di atap Stamford Bridge selama pertandingan untuk memberikan sinyal jika ada serangan udara. Mereka selalu suka memberitahu saya bahwa jika mereka melihat pesawat pengebom, mereka akan mengarahkannya ke Highbury

- Rick Glanvill

Tapi tidak selalu seperti itu. Derby London telah menjadi fakta kehidupan bagi Chelsea sejak awal berdirinya mereka. Faktanya, pertandingan pertama derby di divisi teratas terjadi antara The Blues dan Arsenal di Stamford Bridge pada November 1907, di mana Chelsea menang 2-1 berkat dua gol George ‘Senapan Mesin’ Hilsdon.

Pertandingan itu memunculkan rivalitas dengan The Gunners yang berlangsung hingga 1960an, sebelum Spurs menjadi fokusnya.

“Para suporter tua yang saya kenal masih sangat tidak menyukai Arsenal lebih daripada klub lainnya,” tambah Glanvill. “Pada Perang Dunia Kedua, klub punya para pengamat di atap Stamford Bridge selama pertandingan untuk memberikan sinyal jika ada serangan udara. Mereka selalu suka memberitahu saya bahwa jika mereka melihat pesawat pengebom, mereka akan mengarahkannya ke Highbury. Bukan White Hart Lane, Highbury! Mereka adalah rival yang besar.”