Mengapa John Obi Mikel Adalah Gelandang Bertahan Terbaik Chelsea Saat Ini

Gelandang Nigeria ini adalah pemain favorit Hiddink meski memiliki keterbatasan...

Hasil imbang 2-2 Chelsea di kandang melawan West Brom pada Kamis dini hari kemarin cukup menghibur, meski bukan pertandingan yang akan dikenang. Pertandingan tersebut seperti mengonfirmasi pendapat kami tentang kedua tim: Chelsea terlihat lebih baik bersama Guus Hiddink tetapi masih kurang percaya diri dan kebobolan gol-gol yang buruk, sementara West Brom adalah tim yang sangat mengandalkan fisik dan menghadapi lawan yang lebih mengandalkan teknik dengan kekuatan.

Memang harus diakui bahwa tim Chelsea saat ini, dengan standar Chelsea, adalah tim yang lemah secara fisik. Selama masa kepemimpinan Hiddink sebelumnya di Chelsea, di musim 2008/09, ia masih bisa menggunakan pemain-pemain dengan fisik yang kuat termasuk Michael Ballack, Michael Essien, dan Frank Lampard di lini tengah. Ketika segalanya tak berjalan baik bagi Chelsea dalam hal teknik, mereka mengalahkan lawan dengan kekuatan mereka.

Obi Sang Penjaga Keseimbangan

Hiddink adalah fan berat Mikel sejak era pertama ia di Chelsea, dan itu terlihat jelas dengan Mikel kini lebih dipilih untuk posisi gelandang bertahan ketimbang Nemanja Matic

Hal itu tak lagi mudah bagi Chelsea. Dengan Cesc Fabregas dan Oscar bermain sebagai bagian dari trio gelandang kemarin malam, ada perubahan yang terjadi pada tipe pesepakbola yang tersedia di lini tengah. Inilah salah satu alasan mengapa Hiddink memilih John Obi Mikel di posisi gelandang bertahan: di sebuah tim yang kecil secara fisik, dengan talenta-talenta kreatif, pemain Nigeria ini mampu memberikan keseimbangan.

CATATAN MIKEL DI LIMA MUSIM TERAKHIR

(Hanya di Premier League dan Eropa)

  • 2015/16 12 penampilan (6 starter)
  • 2014/15 20 penampilan (7 starter)
  • 2013/14 31 penampilan (15 starter)
  • 2012/13 31 penampilan (26 starter)
  • 2011/12 31 penampilan (22 starter)

Hiddink adalah fan berat Mikel sejak era pertama ia di Chelsea, dan itu terlihat jelas dengan Mikel kini lebih dipilih untuk posisi gelandang bertahan ketimbang Nemanja Matic. Matic, yang tak mampu tampil maksimal selama hampir satu tahun terakhir, jelas merupakan pemain yang lebih baik ketimbang Mikel jika keduanya tampil maksimal: pemain Serbia ini lebih efektif untuk maju ke wilayah sepertiga lapangan terakhir sebelum memberikan umpan berbahaya, dan menutup lebih banyak ruang ketika bertahan juga.

Namun dengan adanya masalah hilangnya kepercayaan diri, Matic terlihat tak mampu bermain murni sebagai gelandang bertahan. Di situlah Mikel masuk.

Hal tersebut terlihat pada posisi-posisi tekel Mikel kemarin - memang tak semuanya sukses, tetapi semuanya terjadi di posisi yang solid, tepat di depan lini belakang. Dua intersepsinya terjadi di zona yang agak lebih melebar, tetapi secara keseluruhan ia memang hanya berpatroli di tengah lapangan, dan mempertahankan posisinya di depan empat pemain belakang.

Itulah yang diinginkan oleh Hiddink. Kekuatan Mikel membuat Chelsea bisa menggunakan dua playmaker di lini yang sama, dan kesadaranya akan posisi membuat mereka lebih bebas untuk melakukan serangan.

“Ia bermain sangat baik, sebagaimana ia melakukannya di pertandingan sebelumnya," kata Hiddink soal Mikel setelah kemenangan 3-0 atas Crystal Palace. "Ia adalah pemain yang ideal untuk memberikan keseimbangan pada tim."

“Jika tim tidak mau bertahan dengan baik atau memiliki keseimbangan yang tepat, maka Anda akan kebobolan banyak gol. Saya pikir John Obi bisa menjadi salah satu figur kunci untuk mengembalikan keseimbangan kami. Selain itu, pemain-pemain yang bertalenta bisa mengeksplor kualitas mereka.”

Keterbatasan

Pertandingan kemarin adalah yang ke-20 bagi Mikel bersama Hiddink - dan sang gelandang tetap tak terkalahkan bersama pelatih asal Belanda tersebut, dengan 15 kemenangan dan lima imbang

Apa yang tak bisa diberikan oleh Mikel, tentu saja, distribusi yang bagus. Salah satu hal yang paling mengerankan soal kariernya adalah mengapa ia sering menunjukkan umpan-umpan panjang yang indah di tim nasional, tetapi terus tak berani melakukannya di level klub - bahkan di bawah pelatih-pelatih yang bertipe menyerang.

Namun bagi Hiddink, distribusi yang hati-hati adalah yang ia harapkan. "Ia bagus dalam hal umpan-umpan pendek," katanya. "Saya tidak berharap dan tidak memintanya untuk melakukan umpan-umpan terakhir yang menentukan. Ia bisa, tetapi tidak, kami biarkan pemain lain melakukannya.”

Dibandingkan dengan pertandingan liga terakhir Matic, Mikel sangat-sangat jarang melakukan umpan ke wilayah sepertiga akhir lapangan.

Dan ini, secara umum, adalah tren di klub-klub besar tradisional Premier League untuk posisi gelandang bertahan. Beberapa tahun yang lalu, ada perubahan ke arah tipe gelandang bertahan dengan kemampuan umpan yang hebat, tetapi saat ini pemain-pemain seperti Francis Coquelin, Eric Dier, Muhamed Besic, dan Mikel – kesemuanya adalah gelandang yang mementingkan pertahanan – telah muncul sebagai pilihan pertama untuk posisi ini. Mereka membiarkan pemain lainnya untuk bebas menyerang, tetapi ini artinya akan minim kreasi dari posisi yang lebih dalam.

Menariknya, pertandingan kemarin adalah yang ke-20 bagi Mikel bersama Hiddink - dan sang gelandang tetap tak terkalahkan bersama pelatih asal Belanda tersebut, dengan 15 kemenangan dan lima imbang. Mikel mungkin tidak bisa membuat Anda menang secara langsung, tetapi ia bisa menghindarkan Anda dari kekalahan. Saat ini, itulah yang dibutuhkan oleh Chelsea.

Gunakan Stats Zone untuk menganalisis pertandingan Chelsea 2-2 West Brom sendiri

Lebih banyak fitur setiap harinya di FFT.com 

STATS ZONE Gratis di iOS • Gratis di Android