Mengenang Gol-Gol Terpenting Dalam Karier Kurniawan Dwi Yulianto

Dari gol pertama di Eropa hingga gol brilian yang membawa Indonesia membuat sebuah keajaiban, inilah gol-gol terpenting di sepanjang karier Kurniawan Dwi Yulianto!

Hampir setiap anak kecil yang bermain sepabola, baik di lahan kosong maupun di lapangan sepakbola sungguhan, pada akhir tahun 90-an ingin sehebat Kurniawan Dwi Yulianto, bomber legendaris Indonesia. Kehidupannya di luar lapangan memang tak benar-benar lurus. Ada berbagai macam kasus yang membuatnya tak layak menjadi panutan anak-anak. Namun ketika Kurniawan berada di atas lapangan untuk menikmati kehidupannya yang lain, anak-anak kecil bisa mempunyai bermacam-macam alasan untuk bisa mengidolakannya.

Kurniawan adalah penyerang lengkap. Dia dapat berlari cepat, menggiring bola sambil melewati dua hingga tiga pemain lawan, menyundul bola dengan sempurna, dan yang paling penting, dirinya dapat mencetak gol kapan pun dia mau – meski dia sedang membelakangi gawang sekali pun. Dengan kemampuan seperti itu, Kurniawan mampu memainkan beberapa peran berbeda saat berada di lini depan timnya. Dia dapat bermain sebagai target-man, second striker (bemain di posisi nomor 9 1/2), maupun sebagai poacher.

"Kurniawan mempunyai level yang berbeda dengan penyerang-penyerang yang pernah berseragam timnas lainnya," puji Bambang Pamungkas, penyerang paling subur timnas Indonesia, yang juga mengidolakan Kurniawan.

Sepanjang karier profesionalnya (1995-2014), Kurniawan berhasil mencetak 203 gol, 31 gol di antaranya dia cetak saat mengenakan seragam timnas Indonesia. Dan dari 31 golnya bersama timnas, 13 di antaranya terjadi dalam gelaran Piala AFF, di mana dirinya menjadi top skorer Indonesia di sepanjang gelaran paling bergengsi di Asia Tenggara Tersebut.

Lalu, dari ratusan gol yang telah dicetaknya sepanjang karier profesionalnya tersebut, gol-gol mana saja yang layak untuk dinobatkan sebagai karya-karya terbaiknya?

Gol pertama pemain Indonesia di Eropa (FC Luzern 2-1 FC Basel)

FC Basel, salah satu klub besar di Swiss, mungkin baru dikenal sebagian besar penggemar sepakbola saat mereka membuat Manchester United gagal lolos dari babak penyisihan grup Liga Champions tahun 2011 lalu. Namun bagi penggemar sepakbola Indonesia, nama FC Basel mungkin sudah tidak asing sejak satu setengah dekade sebelumnya. Dan hal ini berkat kiprah Kurniawan di Eropa.

Pada tahun 1995, dalam sebuah pertandingan resmi di Swiss antara FC Luzern melawan FC Basel, Kurniawan yang saat itu baru berusia 19 tahun dipercaya FC Luzern untuk menjadi penyerang utama. Sadar mendapatkan kesempatan langka, Kurniawan tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Dirinya berhasil mencetak gol pertama bagi timnya, di mana Luzern pada akhirnya menang 2-1. Menariknya, gol tersebut tercipta melalui tandukan kepala. Mengingat postur tubuhnya yang mungil jika dibandingkan bek-bek asal Eropa, gol Kurniawan saat itu tergolong luar biasa.

Setelah mencetak gol tersebut, nama Kurniawan kemudian menghiasi beberapa surat kabar di Swiss. Fotonya muncul di halaman utama. Namun hal tersebut tak lebih dari sekadar bonus. Baginya, menjadi pemain Indonesia pertama yang mencetak gol pertama di kompetisi resmi Eropa jauh lebih penting daripada menghiasi halaman depan sebuah surat kabar.

Salah satu artikel di koran Swiss yang menyertakan foto Kurniawan (Sumber: http://www.sportalbum.ch/)

Pages