Nama-Nama Yang Hampir Masuk Ke Daftar FFT 50 Pesepakbola Asia Terbaik

Tidak mudah membuat daftar FourFourTwo 50 Pesepakbola Asia Terbaik, namun masih ada tahun depan! Zee Ko dan Cronan Yu melihat ada beberapa nama yang layak untuk masuk ke dalam daftar ini, setidaknya untuk tahun depan...

Chencho Gyeltshen (Bhutan)

Pemain ini dijuluki Ronaldo dari Bhutan, membantu negaranya masuk halaman depan media selama 2015, mencetak dua dari tiga gol saat mengalahkan Sri Lanka dengan total aggregat 3-1 di ajang kualifikasi Piala Dunia 2018. Mungkin, untuk membawa negaranya melangkah jauh ke Rusia terlalu sulit, tapi Gyeltshen dapat membuktikan kualitasnya saat bergabung dengan klub Thailand, Buriram United pada bulan Juni. ZK

Kerem Bulut (Australia)

Bakatnya sudah ada dan terlhat jelas, namun kelakuannya di luar lapangan wajib menjadi perhatian khusus. Bulut kembali ke Australia pada bulan Januari dan sukses menampilkan perfrorma luar biasa dengan mencetak lima gol dari sembilan laga untuk timnya, Western Sydney Wanderers. Pemain berusia 23 tahun ini sudah dihubungkan dengan tim-tim Eropa, beberapa pakar juga memprediksi bahwa dia bisa masuk tim nasional, sekarang tinggal bagaimana dirinya menjaga momentum. ZK

Hamza Al-Dardour (Jordania)

Penyerang asal Yordania ini sudah punya kebiasaan menjebol gawang lawan dengan mudah. Setelah mencetak hat-trick ketika bertemu Myanmar U-22 awal tahun lalu, Al-Dardour melanjutkan perjalanannya di level senior dengan empat gol saat jumpa Palestina dalam fase grup Piala Asia, dia mampu menciptakan tiga gol, dengan timing pas dan penempatan posisi yang apik dan sukses membuat skor akhir menjadi 5-1 bagi dirinya dan rekan-rekan senegaranya. ZK

Safuwan Baharudin (Singapura)

Tidak banyak orang di Australia yang pernah mendengar namanya, tetapi Safuwan segera mendapatkan perhatian khusus dari supporter Melbourne City. Dia menjadi pemain Singapura pertama yang bermain di A-League, Safuwan mampu menciptakan dua gol dari enam laga berama klubnya. Sayangnya ia dilepas dari status pinjamannya oleh klub asal Australia tersebut karena masalah cederanya, mampukah ia kembali lagi musim depan? Hanya waktu bisa menjawab. ZK

Gaku Shibasaki (Jepang)

Dia baru berulang tahun yang ke 23 pada tahun ini, namun Shibasaki sudah digadang-gadang menjadi penerus Yasuhito Endo. Sangat mengejutkan, karena butuh waktu lama bagi playmaker Kashima Antlers ini untuk melakukan debut bersama Jepang, saat melakukan debut bagi negaranya, semua kepercayaan yang diberikan kepadanya langsung dibayar tuntas olehnya dengan tiga gol dari enam pertandingan, termasuk gol penyeimbang kedudukan saat melawan UEA di perempat final Piala Asia 2015. ZK

Nathan Burns (Australia)

Burns kembali mendapatkan pengakuan setelah kembali ke negaranya, usai berkelana di Eropa dan Asia. Sayang ia harus merelakan posisinya tergeser dari 50 pemain terbaik Asia, Burns mampu membawa Wellington Phoenix mengakhiri musim di urutan empat lewat klasemen akhir dengan sumbangan 13 golnya. Usahanya ini berbuah manis dengan panggilan ke tim nasional dan juga turut andil membawa Australia menjadi juara Piala Asia 2015 di hadapan pendukung sendiri. CY

Aaron Mooy (Australia)

Kepindahannya dari Western Sydney Wanderers ke Melbourne City mengejutkan banyak pihak. Bermain di posisi tengah lewat formasi trio gelandang, Mooy sukses mencatatkan masing-masing tujuh gol dan assists. Aaron Mooy sukses membawa klubnya ke babak semi final A-League, hal itu berujung pada pemanggilan dirinya untuk masuk ke tim nasional Australia pada bulan Maret. Dia melaukan debut saat masuk menggantikan Mark Milligan di pertandingan melawan Jerman yang berakhir dengan skor 2-2. CY

Evan Dimas (Indonesia)

Tidak sulit bagi kita melihat mengapa Dimas pantas mendapat julukan ‘bocah ajaib’ di Indonesia, walau hanya memutuskan bergabung dengan Persebaya Surabaya pada bulan November tahun lalu, mantan kapten tim nasional U-19 ini berhasil menembus level senior. Menjalani debut manis di ajang Piala AFF saat melawan Laos lewat gol dan sumbangan assist-nya yang memastikan kemenangan Indonesia menjadi 5-1. Masih awal bagi kita untuk melihat penampilan terbaiknya dan dia baru dua kali memperkuat Persebaya, tetapi tahun 2015 ini bisa membawa karirnya semakin harum di Indonesia bahkan di Asia. ZK

Wu Lei (Republik Rakyat Cina)

Mantan pelatih Cina, Xu Genbao menjuluki pemain ini sebagai Maradona dari Cina. Wu menjadi pemain paling muda yang pernah membela tim nasional Cina, kala itu dia berusia 14 tahun. Tahun 2014 bersama Shanghai SIPG ia membukukan 12 gol dari 28 pertandingan, dia juga memegang peranan penting saat negaranya melaju hingga babak perempat final Piala Asia 2015. Apabila dia mampu menjaga konsistensi, maka berkarir di Jerman bukan hal yang tidak mungkin. CY

Jong Il-gwan (Korea Utara)

Dipuja dari utara Korea, pemain 22 tahun ini seharusnya menyandang Asian Young Player of The Year 2010. Bermain untuk klub lokal, Rimyongsu, sedikit info mengenai penampilannya disana karena alasan yang sudah sangat jelas. Namun hal itu tidak meredupkan kemampuan aslinya, Il-gwan sudah dihubungkan dengan beberapa klub semenjak tahun 2012, dia sukses menjadi andalan tim nasional di beberapa turnamen. Keluar dari Korea Utara akan semakin mengasah kemampuannya, Australia mungkin? ZK

Topics