Neymar Semakin Nyaman di Eropa

Bocah Brazil ini, kini menjelma menjadi salah satu penyerang mematikan dan ditakuti di Eropa bahkan seluruh dunia, apa yang membuatnya bisa menjadi seperti ini? Erie Wicaksono memiliki jawabannya.

Banyak yang menyangsikan Neymar bisa tampil gemilang saat memutuskan bergabung dengan Barcelona. Bagaimanakah nanti nasib sang andalan Selecao di Catalan, apakah bisa main bersama dengan seorang "alien" Lionel Messi? Pro dan kontra mengiringi kedatangan Neymar sampai ke Blaugrana dari Santos dan sekarang sudah hampir habis musim keduanya yang tinggal menyisakan pihak pro masih berdiri di belakang pemilik nomor 11.

Tidak menutup kemungkinan mereka yang sebelumnya memilih untuk kontra terhadap transfer ini perlahan mengganti muka dan ikut berteriak diantara kumpulan pro (bukan profesional ya), apalagi kalau kita melihat permainan Neymar yang begitu efektif, terbukti dari beberapa waktu silam bahwa ia merupakan penyerang dengan konversi tembakan paling tinggi dibandingkan juru gedor lainnya.

Berhasil mengambil gelar sebagai pemain terbaik Brazil di Eropa dari tangan Thiago Silva hanyalah bentuk kecil pembuktian kualitas darinya. Bahkan ia kembali membuat catatan mencengangkan diantara pemilik paspor samba di benua Biru.

Diantara lima liga top, ia sendirian berdiri tanpa bisa didekati oleh kompatriotnya dalam urusan membuat kiper lawan memungut bola dari dalam gawang.

La Liga tinggal menyisakan tiga laga lagi, dan sumbangan dari pemain satu ini adalah 27 terbagi dua antara gol dan assists. Walau tak seimbang namun ini tidak bisa dikesampingkan, 21 kali sukses ceploskan bola dan sisanya adalah operan yang berbuah gol.

Gol dan assist Jonathas de Jesus di Elche hampir mendekati Neymar

Pemain lain coba mendekati dirinya yang sama-sama mengarungi nasib di liga paling tinggi Spanyol. Membela Elche, Jonathas sudah 12 kali buat gol dan jumlah yang sama ketika torehkan assists. Statistik ini sedikit lebih baik ketimbang wonderkid yang memilih Serie A sebagai panggung aksi goyang samba, Felipe Anderson. Pemain sayap yang membela Lazio, beruntung bagi klub ibu kota Italia tersebut karena berkat tehnik dan kemampuannya, kini mereka bisa menggusur tetangga sekaligus rival abadi Roma dari peringkat dua.

Dua pemain Brazil lainnya, Carlos Eduardo dan Raffael juga tak mau kalah dalam urusan mencetak gol musim ini. Masing-masing secara berurutan cetak 10 dan sembilan gol, ditambah dua assists untuk tiap nama pemain disebut.

Lima pemain sudah buktikan kualitas bahwa joga bonito tidak berlaku hanya di tanah kelahiran saja, tapi panggung besar seperti Eropa membutuhkan hiburan atraktif yang bisa disaksikan oleh pemain dengan darah Samba mengalir deras.

Apakah Neymar bisa mengikuti jejak seniornya Ronaldo? Pemain legendaris itu masih tercatat sebagai paling sering buat gol selama berkarir di Serie A. Sementara di musim kedua, Neymar sudah berikan dampak positif bagi penghuni Camp Nou. Menarik ditunggu aksi-aksi berikutnya dari pemain baru mendapat kecupan dari super fansnya asal Amerika Serikat.