Ole Gunnar Solskjaer: 'Sir Alex Ferguson membuat saya marah!'

Apakah ia tidak masalah disebut super-sub? Apakah ia pernah membuat Roy Keane marah? Apakah ia adalah seorang finisher yang lebih baik daripada Ruud van Nistelrooy? Dan apakah ia masih bermain Football Manager? FourFourTwo duduk berbincang dengan pahlawan Manchester United ini…

“Kami punya semacam ungkapan di Norwegia: tidak ada cuaca buruk, yang ada hanyalah pilihan pakaian yang buruk,” kata Ole Gunnar Solksjaer, yang terkekeh saat FFT gemetar di pinggir lapangan Aker Stadion milik Molde, sebuah stadion yang pembangunannya dibantu £1,5 juta uang transfernya ke Manchester United.

Suhu ketika itu nyaris menyentuh titik beku dan ada salju di atas lapangan yang berada di kota kecil berpenduduk 25.000 orang di pinggir Romdalsfjord, di mana biasanya badai es akan diikuti dengan masa-masa ketika matahari bisa bersinar cerah, menghasilkan pemandangan yang cantik di 222 puncak gunung di sekitarnya.

Solkasjaer tumbuh beberapa mil di ujung Atlantic Road di Kristiansund, tapi di Molde lah salah satu super-sub terbaik sepanjang masa ini membangun reputasinya sebagai seorang pemain dan manajer. Jika masa-masa buruknya sebagai bos Cardiff City membuatnya terpukul, maka pria 43 tahun ini tampak sudah bangkit setelah kembali menjadi manajer Molde untuk kedua kalinya. Faktanya, ia terlihat bersinar saat kami datang.

“Saya selalu membaca FourFourTwo,” ucapnya, menjelaskan bagaimana ia membeli majalah ini bahkan sebelum ia pindah ke Inggris pada tahun 1996. Banyak hal sudah terjadi setelah 20 tahun berlalu...

DATA & FAKTA

  • Nama lengkap: Ole Gunnar Solskjaer
  • Tanggal lahir: 26/02/1973
  • Tempat lahir: Kristiansund, Norway 
  • Tinggi: 178cm
  • Posisi: Striker
  • Klub: 1990-95 Clausenengen 109 pertandingan (115 gol); 1995-96 Molde 42 (33); 1996-2007 Manchester United 366 (126)
  • Internasional: 1995-2007 Norwegia 67 (23)
  • Klub yang dimanajeri: 2010-14 Molde; 2014 Cardiff City; 2015- Molde
  • Gelar juara: Premier League 1996-97, 1998-99, 1999-2000, 2000-01, 2002-03, 2006-07; Piala FA 1998-99, 2003-04; Liga Champions UEFA 1998-99; Piala Interkontinental 1999
  • Gelar sebagai manajer: Premier League Norwegia 2011, 2012; Piala Norwegia 2013

Apakah Anda menyukai julukan ‘Baby-Faced Assasin’? Apakah wajah muda Anda memberikan keuntungan atau malah sebaliknya saat masih kecil?

James, London

Julukan itu bukanlah masalah. Menyenangkan bisa memiliki satu nama julukan. Saat datang ke Premier League, saya tahu saya terlihat muda, tapi saya tetap bisa menjadi ‘setan’ – jika saya harus menghantam ankle seorang pemain dengan tekel, saya akan melakukannya. Apakah ada keuntungan saat saya masih muda? Tidak sama sekali. Saya ingat dalam sebuah liburan keluarga ke Majorca, ada sebuah perosotan dan Anda harus berusia 15 tahun atau bertinggi di atas 140cm untuk bisa menaikinya. Saya sudah lebih dari 15 tahun tapi mereka masih tidak mengizinkan saya! Ketika itu, tubuh saya cukup kecil untuk usia saya.

Saya masuk dalam kategori terlambat berkembang – saya baru mulai benar-benar berkembang saat berusia 20 atau 21. Kemudian saya pindah dari klub lokal saya, Clausnengen, ke Molde, dan karier saya pun langsung meningkat pesat.

Apakah ayah Anda benar-benar seorang pegulat?

Greg, Guildford

Memang betul. Saya sempat bergulat pada usia 8 hingga 10 tahun, tetapi saya berlatih dengan salah satu pegulat terbaik di Norwegia di kelompok usia saya. Saya dibanting ke sana-sini, membuat kepala saya pusing, dan saya pun sakit kepala… saya tidak pernah menyukai olahraga ini!

Apakah Anda benar-benar tumbuh sebagai fans Liverpool?

Gemma, Huyton

[Tertawa] Anda terus belajar sepanjang hidup Anda, itu satu-satunya jawaban yang saya bisa berikan padamu... Saya tidak pernah mengkonfirmasi hal ini! Saya adalah fans Manchester United sepenuhnya. Darahnya saya berwarna merahnya United.

Ole Gunnar Solskjaer

Solskjaer bergabung dengan Manchester United bersama Karel Poborsky

Berapa gol terbanyak yang pernah Anda ciptakan dalam satu pertandingan bersama klub pertama Anda, Clausenengen?

Steven, Salford

Saya pernah menciptakan 14 gol dalam sebuah turnamen dalam ruangan, di perempat final Kejuaraan Norwegia. Gol adalah ciri khas saya, walau jika tim saya tidak menciptakan peluang, saya tidak akan bisa menjadi sosok menonjol dengan melakukan dribel melewati tiga atau empat orang. Saya sangat bergantung pada rekan satu tim saya. Kami hanya memiliki penonton sekitar 50 atau 100 orang di Clausenengen, tapi kami semua teman baik yang tumbuh bersama di kasta ketiga dan keempat Norwegia.

Seberapa cepat Anda menarik perhatian klub-klub dari negara lain setelah bergabung dengan Molde?

Kjetil, Oslo

Dengan cepat, karena saya menciptakan dua gol di pertandingan pertama untuk Molde dan tiga gol di pertandingan kedua. Saya bertemu dengan Felix Magath di Hamburg, dan Giovanni Trappatoni menginginkan saya di Cagliari. PSV dan Bayern Munich juga tertarik. Begitu juga Liverpool, namun tidak ada tawaran dari mereka. Hanya ada tawaran dari Manchester United.

Apa yang Anda ingat tentang kepindahan dari Molde ke Manchester United?

Jan, Wilmslow

Saya menciptakan dua tendangan voli yang bagus untuk Norwegia saat menghadapi Azerbaijan, kemudian agen saya menyebut Manchester United kagum dan ingin melakukan sesuatu sebelum Martin Edwards berlibur. (Transfer) ini harus terjadi dengan cepat, jadi pemilik Molde menyewa jet pribadi dan menerbangkan saya ke Manchester, karena mereka melihat saya ingin pergi ke sana. Saya selalu menghargai ini. Saya pergi ke Old Trafford dan seorang pemandu tur mengira saya datang untuk melakukan tur. Ia sempat berbicara dan kemudian pada akhirnya ia bertanya, “Jadi, apa yang Anda lakukan di sini?” Saya berkata bahwa saya akan menandatangani kontrak! Ia terdiam. Tapi ia memberikan saya pulpen dan saya menantangani kontrak saya dengan pulpen tersebut.

Anda bergabung dengan Manchester United di tahun 1996, tahun di mana mereka gagal mendapatkan Alan Shearer yang bergabung ke Newcastle. Apakah ada harapan besar atas diri Anda?

Tyrone, Shrewsbury

Sama sekali tidak ada. Pelatih berkata, “Untuk enam bulan pertama, bermainlah di tim cadangan dan beradaptasilah dengan Inggris, kemudian dari bulan Januari, kita bisa mencoba untuk memasukkanmu ke tim utama.” Tapi saya menciptakan dua gol di laga pertama pertandingan tim cadangan, Andy Cole mengalami cedera, dan kami butuh Striker. Saya masuk dan menciptakan gol di menit keenam dalam debut saya menghadapi Blackburn.

Saya tahu akan menciptakan banyak gol di United. Saya selalu mampu menyelesaikan peluang dengan baik. Saat masih kecil di taman bermain, bahkan jika tidak ada kiper saya akan mencoba untuk menembak ke arah dalam tiang gawang, karena tidak akan ada kiper yang bisa menggagalkannya.

Pages