Pahlawan Sepak Bola Yang Terbuang

Dulu menjadi bintang, sekarang bukan siapa-siapa lagi. FourFourTwo Indonesia memberikan gambaran betapa kejamnya sepak bola saat ini terhadap para pemainnya, bahkan yang loyal dan dicintai seluruh pendukungnya...

Hidup sebagai bintang lapangan hijau tak selamanya membuat seorang pesepakbola dipuja-puja oleh jutaan pasang mata pula tak selalu mendapatkan apa yang diharapkannya. Saat mereka mulai gagal memenuhi tuntutan dan tak kuasa lagi menghindari bahwa akhir adalah sebuah takdir, elu-elu penonton mulai menguap dan sebuah komitmen pun harus berakhir.
 
Komitmen yang dimaksud adalah kontrak tertulis dan kesetiaan yang tidak tercantum di lembaran putih manapun. Menjadi pesepakbola profesional mau tak mau memang harus tunduk pada ikatan waktu sementara yang akan membuatnya tinggal di sebuah klub untuk sesuka para petinggi klub atau manajer menginginkannya. Terkadang beberapa di antara mereka cukup beruntung bisa melakukan apa yang disukainya, memilih bertahan hingga akhir atau hinggap ke tempat lain yang diinginkannya.
 
Tapi, kisah beberapa pesohor ini lumayan pedih. Membuktikan bahwa keberadaan manusia-manusia tidak berterima kasih atau tidak cukup paham bagaimana berterima kasih itu memang ada. Mereka-mereka yang harus menanggung kekecewaan mendalam karena kesetiaan mereka tak berbalas dan ditendang begitu saja tanpa pernah diberi pilihan sebelumnya.
 
Sepakbola juga membuktikan bahwa seorang pahlawan tak akan selamanya jadi pahlawan, mereka bisa menjadi sosok tanpa arti dan bahkan layak dihina. Dan cerita dari lima pemain ini membuktikannya:
 

Pages