Pedro Rodriguez: Berkah Chelsea, Duka Bagi Manchester United

Ada apa dengan proses transfer Pedro Rodriguez ke Manchester United? Kenapa pada akhirnya pemain asli didikan akademi Barcelona ini memilih Chelsea sebagai klub barunya ketimbang bergabung dengan Wayne Rooney dkk? EkkyRezky dari FourFourTwo Indonesia mencoba menjelaskan apa yang terjadi penyerang serba bisa ini...

Entah apa yang terjadi pada Manchester United sehingga mereka gagal mendapatkan Pedro Rodriguez dari Barcelona. Negosiasi sudah berlangsung berminggu-minggu, meski harga sang pemain sebetulnya terhitung begitu murah: £21 juta untuk seorang pemain yang telah memenangkan semua kompetisi bergengsi, mencetak 99 gol di Barcelona walau tak pernah benar-benar jadi andalan utama, dan pernah mencetak di enam kompetisi berbeda dalam satu tahun kalender Masehi adalah harga yang gila. Makin gila mengingat sang pemain baru berusia 28 tahun – usia emas seorang pemain non-kiper. Apa yang dilakukan oleh Ed Woodward sehingga mereka tak segera mengamankan tanda tangan Pedro.

PEDRO RODRIGUEZ

Santa Cruz de Tenerife, Spanyol, 28 Juli 1987 (28 tahun)

Pemain depan / pemain sayap

Barcelona / 204 caps / 58 gol

Spanyol / 51 caps / 16 gol

Ada yang mengatakan, ini akibat Van Gaal yang plin-plan sehingga Woodward seakan maju mundur dalam usaha memboyong Pedro. Ada lagi kabar yang menyebutkan kalau, selain masalah plin-plannya United, Pedro juga ragu untuk pindah ke Old Trafford setelah melihat perlakuan Van Gaal kepada David De Gea dan Victor Valdes, dua orang temannya. Tapi bisa jadi juga, United ragu untuk mengeluarkan uang £21 juta untuk sang pemain dan ingin harganya ditekan lagi. Untuk alasan terakhir ini, agak aneh kalau memang benar demikian mengingat musim lalu United dengan entengnya mengeluarkan £59,7 juta untuk Angel Di Maria (yang akhirnya gagal)

Apapun itu, nasi sudah menjadi bubur, dan Pedro sudah berlabuh di Chelsea. The Blues hanya butuh tiga hari untuk merekrut pemain binaan Barcelona ini: dari menyatakan ketertarikan hingga mengumumkan selesainya proses transfer. Sungguh cepat, dan memang semestinya begitu. Mereka langsung menyanggupi klausul pembelian yang tertera di kontrak baru Pedro dan bernegosiasi langsung dengan sang pemain. Keberadaan Cesc Fabregas tentu sangat membantu. Fabregas kabarnya menelepon eks rekan setimnya itu untuk bergabung dengannya di London Barat, tetapi telepon dari Jose Mourinho lah yang membuatnya terkesan dan mantap untuk bergabung. Mourinho menjelaskan rencananya atas Pedro di Chelsea, dan sang pemain pun terkesan. Lalu terjadilah transfer itu.

Apa yang sebenarnya ada dalam pikiran Ed Woodward dan Van Gaal?

Ini adalah transfer yang ideal bagi kedua pihak. Chelsea membutuhkan tenaga baru di lini depan setelah mencatatkan start terburuk mereka dalam lebih dari satu dekade terakhir di Premier League. Tepatnya, mereka membutuhkan seorang pemain yang bisa mengurangi beban Eden Hazard sebagai seorang pembeda di lini depan. Meski kemampuan individunya tak terlalu istimewa (jelas tak seistimewa Hazard), tetapi Pedro memiliki beberapa kelebihan yang mungkin tak dimiliki oleh pemain Chelsea lainnya. Ia adalah pemain yang efektif dalam memanfaatkan peluang, memiliki pemosisian diri (positioning) yang bagus, seorang pekerja keras, dan ia seorang yang disiplin pada taktik – tingkat pemahamannya akan taktik di atas rata-rata. Jika Mourinho pernah bermasalah dengan Juan Mata yang dianggapnya tidak bisa bertahan, Pedro tidak akan memberikan masalah itu. Singkat kata, ia, semestinya, adalah tipe pemain yang ideal untuk seorang Jose Mourinho.

Sementara bagi Pedro, ini adalah transfer ideal karena di Chelsea ia mungkin akan mendapatkan yang ia impi-impikan selama di Camp Nou: sebuah tempat reguler di tim utama. Bukan rahasia lagi jika ia memang sudah tidak betah karena ia tidak pernah benar-benar menjadi pemain andalan di Barça dengan banyaknya pemain bintang yang silih berganti masuk. Musim lalu adalah musim yang terparah dengan sedikitnya peluang bermain yang ia dapatkan karena impresifnya trio Lionel Messi-Neymar-Luis Suarez. Chelsea tidak punya pemain yang memiliki status tak tergantikan di lini depan selain Hazard, jadi mendapatkan tempat di tim utama jauh lebih mudah baginya daripada di Barcelona. Premier League juga sepertinya ideal bagi pemain-pemain La Liga – ia tentu melihat bagaimana pemain-pemain seperti Fabregas, David Silva, Santi Cazorla, atau Alexis Sanchez meraih kesuksesan di liga ini. Dan bagi Pedro, membuktikan kapasitasnya sebagai pemain hebat adalah salah satu misi utamanya dalam kepindahannya ini.

Cesc dan Mou, dipercaya menjadi otak dibalik keputusan Pedro yang lebih memilih ke London

Chelsea akan diuntungkan dengan kemampuan Pedro dalam mencari celah di pertahanan lawan dan insting golnya yang terhitung bagus untuk seorang pemain sayap. Keberadaan Fabregas, yang semestinya sudah mengenal gaya Pedro, bisa sangat membantu. Penyelesaian akhirnya yang oke juga akan mengurangi ketergantungan The Blues pada pemain depan mereka, yang saat ini belum berfungsi maksimal karena Diego Costa masih dihantui hamstringnya yang lemah sementara Loic Remy dan Radamel Falcao masih belum memuaskan. Kehadiran Pedro juga bisa membuat pemain-pemain lain terpacu untuk bermain lebih baik – sebagaimana mereka bisa tampil lebih baik setelah Diego Costa dan Fabregas bergabung pada musim panas 2014 lalu.

Dan itulah yang mereka perlukan: sebuah pemicu untuk membuat performa terbaik mereka muncul. Pada awal musim ini, Chelsea memang menghadapi masalah perpaduan antara miskinnya motivasi dan kelelahan yang mendera. Pedro mungkin bisa meringankan masalah itu. Ia adalah pembelian yang sangat bagus bagi Chelsea, dan semestinya, imbasnya bisa dirasakan segera oleh The Blues. Seharusnya.

Beban Hazard di lini depan Chelsea akan sedikit berkurang dengan kehadiran Pedro