Pemain Baru Liverpool Ini Telah Menemukan Jalan Terbaiknya

Pemain baru The Reds yang di beli seharga £10 juta pada musim panas lalu dari Bayer Leverkusen, akhirnya menemukan penampilan terbaiknya kembali, seperti yang terlihat melalui kacamata John Robertson...

Kemampuan individu dan tim untuk beradaptasi dalam sebuah musim kompetisi bisa dibedakan menjadi gagal dan berhasil. Tak jarang ego tinggi Manager ataupun pemain mengandalkan satu cara saja malah berujung pada sakit hati.

Keberhasilan Liverpool dalam beberapa bulan terakhir hanya menderita satu kali kalah, merupakan hasil kemauan dari perubahan akibat formula tak pas di awal musim.

Kembali menggunakan tiga bek serta mengganti total komposisi di lini tengah, Brendan Rodgers telah mengembalikan identitas yang hilang dan ritme sebelum Natal.

Perubahan dari banyak pemain kini mengemban tugas serta tanggung jawab baru, dan salah satu membuat pekerjaan jadi lebih mudah.

Raja Can


Dari semua cerita sukses terkait hasil positif, dampak dari Emre Can yang paling besar. Seperti Liverpool secara klub, performa Can awal musim jauh di bawah kata standar, dan pemain Jerman kesulitan meyakinkan Rodgers bahwasanya bisa mengisi lini tengah.

Sulit mengamankan satu posisi di tim ini dikarenakan juga dari Liverpool secara umum gagal mengembangkan taktik dan formasi, sekarang bagian penting lini belakang bersama Martin Skrtel dan Mamadou Sakho, Can langsung memegang peran krusial.

Sejak menggantikan Kolo Toure pada babak pertama mengalahkan Burnley 1-0 Desember silam, Can selalu berada di lapangan.

Meningkatnya jam bermain dikarenakan Toure harus tampil di ajang Piala Afrika begitu pula dengan Dejan Lovren tak mampu menampilkan form terbaik, membuat pemain berusia 21 tahun bersinar sendiri.

Tak bisa terbayang bila Rodgers tidak memainkan dirinya karena sudah tampil baik dengan tiga pemain belakang.

Kemampuan Untuk Bermain di Banyak Posisi Menjadi Keunggulannya

Label bisa bermain di lebih dari satu posisi terkadang menjadi kutukan. Pemain tipe ini kerap berganti posisi hanya untuk menutupi lubang karena kelemahan tim atau cedera pemain inti. Bagi Can kemampuan ini jadi alasan utama lebih sukses sebagai pemain belakang.

Dalam laga lawan Burnley menekankan betapa pentingnya pengalaman sebagai pemain tengah ketika harus bantu lini belakang. Dua dari tiga tackle Toure selama babak pertama terjadi di kotak penalti sendiri sementara Can bisa lebih awal karena kecepatan menutup pergerakan lawan sebelum sampai di kotak.

Operannya juga superior, menyelesaikan 76% kala bertemu The Clarets ketimbang Toure 63%, hal alami menjelaskan semua. Distribusi passing darinya banyak ke tengah, area dimana Rodgers sangat ingin eksploitasi lewat umpan matang.

Cara Menyerangnya

Keahlian Can untuk melepaskan operan kemudian menjaga pemain lawan dari sisi kanan Liverpool akan sangat penting ketika bertemu Everton pada derby hari Sabtu. Bukan rahasia Everton sulit menjaga konsistensi musim ini, namun Leighton Baines tetap terus membuat catatan apik sebagai bek kiri hingga jadi pemain favorit di paruh biru Liverpool.

Baines buat delapan assists mengecilkan rekan-rekannya seperti Seamus Coleman, Steven Pienaar, dan Romelu Lukaku. Dalam pertandingan melawan Crystal Palace terlihat jelas bagaimana mereka bergantung pada sisi kiri permainan ketimbang kanan.

Meningkatnya harapan terhadap Baines karena pemain tengah Roberto Martinez kesulitan menciptakan peluang. Steven Naismith mengambil peran nomor 10 kemudian Ross Barkley ketika bertemu West Brom keduanya tidak mampu memberikan dampak, 0 chances di dalam kotak dari dua nama itu.

Colema juga menurun dibanding musim sebelumnya, apabila Can bisa menutup pergerakan Baines maka Everton akan bermain lebih ke tengah. Melihat performa pemain tengah The Toffees, bek Liverpool dibantu Lucas Leiva bisa mengatasi hal ini.

Teman Akrab Henderson

Pertandingan terbaik Can adalah ketika menang 1-0 atas Sunderland pada bulan Januari. Terlihat bagaimana kemauan ia bergerak maju setelah memenangkan possesion hingga serangan Liverpool bisa lebih cepat berjalan. Pemain muda Jerman berhubungan baik dengan Jordan Henderson lewat 36 operan, paling tinggi diantara seluruh pemain dalam laga itu.

Menarik bagaimana perbedaan posisi Can dari saat mengambil bola kemudian mengoper bola. Ketimbang Sakho di sisi satunya, Can lebih bisa berbahaya saat maju menyerang.

Naik ke daerah musuh buat pemain lawan harus menjaga dirinya, akibatnya tercipta ruang kosong bagi teman. Ini bisa menjadi kunci memecah pertahanan Everton digawangi Gareth Barry dan Muhamed Besic.

Dalam hal bertahan dan menyerang, Can semakin penting kehadirannya bagi Rodgers. Jelas pemain belakang ini akan memainkan peran vital saat derbi Sabtu di Goodison Park.