Pemain Terbaik Indonesia vs Malaysia: Irfan Bachdim

Tak hanya cetak gol, kerja keras Irfan Bachdim di sepanjang pertandingan membuat Malaysia kesulitan dan Indonesia terus berbahaya. FourFourTwo pun memilihnya sebagai pemain terbaik di pertandingan ini...

Tim nasional Indonesia sukses memetik kemenangan perdana mereka sejak terlepas dari sanksi FIFA beberapa waktu yang lalu. Hasil positif yang diraih skuat asuhan Alfred Riedl tersebut tentu mengangkat moral para pemain, dan tentu saja para pendukung, timnas jelang perhelatan AFF Suzuki Cup 2016 yang akan dilaksanakan pada 19 November–17 Desember 2016 mendatang.

Berlaga di hadapan ribuan pendukung merah putih di Stadion Manahan Solo, tim Garuda sudah unggul tiga gol kendati waktu pertandingan baru menunjukkan menit ke-22. Adalah Boaz Solossa dan Irfan Bachdim yang menjadi tokoh utama dalam hancur leburnya lini belakang timnas Malaysia asuhan Ong Kim Swee.

Menyoal siapa pemain terbaik di laga semalam, maka satu nama terakhir pantas didapuk sebagai pemain terbaik dalam pertandingan ini. Irfan Bachdim memang berhasil memperlihatkan bagaimana J2 League secara mengejutkan berhasil meningkatkan performa serta permainannya di atas lapangan, dan, tentu saja, ini menjadi senjata yang begitu berguna bagi Alfred Riedl nantinya.

Boaz boleh saja menyetak dua gol dan satu assist dalam hasil positif skuat Garuda semalam, namun jika menilik lebih jauh, pemain Consadole Sapporro tersebut lah yang mampu menjaga lini depan Indonesia tetap berbahaya di sepanjang pertandingan, bahkan setelah Boaz keluar sekalipun.

Boaz boleh saja menyetak dua gol dan satu assist dalam hasil positif skuat Garuda semalam, namunpemain Consadole Sapporro tersebut lah yang mampu menjaga lini depan Indonesia tetap berbahaya di sepanjang pertandingan

Perannya begitu kentara di babak pertama. Dirinya beberapa kali berhasil menciptakan peluang bagi rekan-rekannya di depan. Itu juga tak lepas dari catatan tekelnya yang memiliki persentase keberhasilan sempurna (100% tekelnya sukses). Di sepanjang pertandingan, ia memang sering melakukan tekanan dan mencoba mencuri bola dari pemain-pemain Malaysia.

Tak mengherankan jika Irfan kemudian menjadi opsi serangan alternatif utama timnas ketika strategi Riedl yang memfokuskan serangan dari kedua sisi sayap dengan memanfaatkan kecepatan Andik Vermansyah dan Zulham Zamrun tak cukup efektif untuk membongkar lini bertahan Malaysia.

Golnya pada paruh pertama menegaskan hal tersebut. Ia sukses melakukan tekel terhadap pemain lawan dan mencuri bola yang akhirnya meluncur ke arah Boaz. Pemain Persipura Jayapura itu pun langsung menyodorkan si kulit bundar ke Irfan yang berdiri bebas tanpa pengawalan.

Sebagai pemain yang beroperasi sebagai penyerang, Irfan justru lebih sering turun hingga ke tengah lapangan untuk menjemput ataupun mencari bola.

Pertunjukkan yang dilakukan Irfan tak sampai disitu. Dia kembali berperan penting pada gol ketiga Indonesia yang dicetak oleh Boaz. Meski assist-nya terlihat tak sengaja karena menahan sepakan keras Zulham, namun penempatan posisi yang dilakukan membuat Irfan lagi-lagi sukses menciptakan peluang bagi Boaz dan pada akhirnya sanggup membobol gawang Khairul Fahmi untuk ketiga kali.

Saat sang kapten meninggalkan lapangan untuk digantikan oleh Lerby Eliandry jelang babak kedua, ada ekspektasi bahwa lini serang timnas bakal kehilangan tajinya. Namun apa yang tersaji di lapangan adalah hal yang berbeda.

Duetnya bersama striker Pusamania Borneo FC itu tetap mampu mengancam gawang Harimau Malaya yang dikawal oleh Khairul Fahmi Che Mat. Bahkan, beberapa kali Irfan melakukan akselerasi dan penetrasi yang membuat repot para pemain belakang Malaysia.

Di awal babak kedua, eks pemain Persema Malang itu melakukan solo run, sukses memperdayai dua bek Malaysia, lalu melepaskan tendangan yang sayangnya hanya membentur tiang gawang Amri. Kakak ipar Kim Kurniawan itu kemudian sempat meneruskan permainan impresifnya dengan menciptakan peluang melalui situasi tendangan bebas dan memberikan umpan berbahaya yang sejatinya ditujukan kepada Lerby, namun masih terbentur tubuh pemain belakang tim tamu.

Akan tetapi, Irfan harus ditarik keluar pasca insiden benturan dengan Khairul Fahmi di pertengahan babak kedua. ‘Kaki nakal’ penjaga gawang Malaysia tersebut membuat penyerang keturunan Belanda itu tak bisa meneruskan pertandingan.

Sebenarnya ada nama Fachruddin (bek) dan pastinya Boaz sebagai dua pemain lain yang pantas dijadikan sebagai pemain terbaik. Namun, dalam laga ini, Irfan Bachdim memang lebih pantas dinobatkan sebagai pemain paling impresif dan berpengaruh.

Hasil 3-0 sendiri membuat Riedl cukup puas. Kendati hanya kurang lebih satu bulan persiapan, akan tetapi permainan yang ditunjukkan oleh anak-anak asuhnya sudah sesuai dengan apa yang diinginkan pelatih asal Austria tersebut.  Peluang Irfan, yang mengikuti dua kali seleksi timnas pada Agustus lalu, untuk masuk dalam skuat untuk AFF Suzuki Cup 2016 pun nampaknya begitu besar.

Foto: Twitter PSSI

Temukan lebih banyak feature setiap harinya di FourFourTwo.com/ID