Penyerang Terbaik ISC A 2016 Bulan September: Luiz Ricardo Lino

Ia datang, mencetak empat gol dalam tiga pertandingan, namun kemudian harus kembali menghilang. Renalto Setiawan memilih Luiz Ricardo Lino sebagai penyerang terbaik ISC A 2016 bulan September lalu...

Ada beberapa kandidat kuat yang layak dipertimbangkan untuk menjadi penyerang terbaik Indonesia Soccer Championship (ISC) A pada bulan September. Engelberd Sani (Madura United), Airlangga Sucipto (Sriwijaya FC), dan Marlon da Silva (Mitra Kukar) jelas masuk di dalam hitungan. Ketiga pemain tersebut berhasil mencatatkan hattrick dalam salah satu pertandingan mereka pada bulan September. Engelberd Sani melakukannya pada pekan ke-19 saat Madura United menghancurkan PS TNI 5-2. Sedangkan Marlon da Silva dan Airlangga Sucipto melakukannya di pekan yang sama, pekan ke-20. Sementara Airlangga menjadi pahlawan kemenangan Sriwijaya FC atas tuan rumah Madura United, Marlon membuat publik Kutai Kartanegara bergemuruh hebat saat Mitra Kukar berhasil mengalahkan PS TNI 3-2.

Sayangnya, selain urusan mencetak gol, ketiga pemain tersebut masih memiliki kekurangan yang juga layak untuk dipertimbangkan untuk menjadi yang terbaik. Sementara Sani dan Marlon hanya mampu tampil memikat dalam satu pertandingan, Airlangga Sucipto lebih sering duduk di bangku cadangan selama bulan September. Dengan kondisi seperti itu, ketiganya sepertinya hanya ditakdirkan untuk menjadi bintang di salah satu pekan pada bulan September, bukan di setiap pekannya.

Yang kemudian menjadi pertanyaan: apakah ada penyerang yang lebih layak menjadi yang terbaik daripada mereka di bulan September kemarin? Tentu. Namanya Luis Ricardo Lino. Sepanjang bulan September kemarin, penyerang PSM Makassar tersebut memiliki segalanya untuk dinobatkan sebagai penyerang terbaik ISC A.

Sebelum Luis Ricardo berhasil membuat Rene Alberts, pelatih PSM Makassar, mengatakan, "Ini penyerang yang saya cari!" Sebelumnya, lini depan PSM Makassar sangat bergantung pada kinerja Ferdinand Sinaga. Bagaimana tidak, hampir semua gol yang dipersembahkan lini depan PSM Makassar berasal dari kaki atau kepala mantan penyerang Persib Bandung tersebut. Di saat Lamine Diarrassouba layak masuk daftar coret, M. Rahmat rajin membuang peluang, dan Muchlis Hadi lebih sering kehilangan akal daripada menendang ke arah gawang, Ferdinand Sinaga sudah berhasil mencetak delapan gol di ISC A sejauh ini. Dengan pendekatan seperti itu, Juku Eja, julukan PSM Makassar, tentu saja akan mengalami kesulitan saat Ferdinand Sinaga menemui hari buruk, seperti saat mereka tidak mampu mencetak satu gol pun dari pekan ke-6 hingga ke-8.

Guna meringankan beban Ferdinand Sinaga di lini depan, manajemen PSM Makassar kemudian mendatangkan Luis Ricardo pada putaran kedua. Penyerang asal Brasil tersebut memang terkesan lambat dan tidak memiliki kualitas olah bola yang ciamik, tetapi dia merupakan penyerang bertipe target-man yang sangat dibutuhkan oleh PSM Makassar. Selain tangguh di udara, Ricardo juga pandai membaca peluang dan mempunyai penyelesaian akhir di atas rata-rata.  

Dalam pertandingan debutnya di ISC A, dua gol yang diciptakan Ricardo ke gawang Persela Lamongan, di mana PSM Makassar bermain imbang 2-2, menunjukkan kualitasnya sebagai seorang target-man kelas atas. Tanpa timing yang tepat dan kualitas penyesaian akhir yang mumpuni, umpan silang Ferndinand Sinaga mungkin tidak akan menjadi sebuah gol. Saat itu Ricardo tidak hanya berhasil mendahului bek Persela, yang sebetulnya berada di depannya, untuk melompat. Dirinya juga berhasil melakukan tandukan kepala secara sempurna meski berada dalam posisi yang sedikit kurang menguntungkan. Gol keduanya pada pertandingan tersebut juga mempunyai pendekatan yang serupa. Di dalam kotak penalti, penyerang asal Brasil tersebut berhasil menyambut tendangan bebas rekannya dengan baik meski bola sempat dibelokkan oleh salah seorang pemain Persela Lamongan.

"Saya sangat puas dengan penampilan para pemain pada hari ini, khususunya bagi Luis yang sudah mampu mencetak dua gol," pujian Rene Alberts terhadap penyerang barunya setelah pertandingan menghadapi Persela.

Pasca dua gol tersebut, Ricardo tak berhenti menjebol gawang lawan dalam dua pertandingan PSM selanjutnya. Gol cepatnya pada menit ke-6 berhasil membantu PSM menang atas Semen PAdang 3-2. Dan satu golnya ke gawang Perseru Serui, yang juga terjadi pada menit-menit awal pertandingan, nyaris membantu PSM Makassar mengalahkan anak asuh Hanafi yang sedang berada di dalam tren positif tersebut.

Secara keseluruhan, Ricardo berhasil mencetak empat gol sepanjang bulan September, melebihi penyerang tim mana pun di ISC A. Selain itu, dirinya juga berhasil melakukannya di setiap pertandingan yang dijalaninya. Sayang, Ricardo kemudian mengalami cedera serius karena berbenturan dengan salah satu pemain Perseru Serui. Robert Rene Alberts sudah memastikan Ricardo akan absen hingga ISC berakhir.

Luiz Ricardo dipastikan tak bisa memperkuat PSM hingga ISC berakhir

“Penyerang kami dipastikan menepi sampai musim ini berakhir, setelah diagnose ternyata cederanya adalah patah pada tulang betis ditambah robek pada ligament engkel pada kaki kirinya,” ungkap sang pelatih.

Sebuah kabar buruk untuk PSM Makassar dan juga untuk sang penyerang terbaik di September. 

Foto-foto: ISC

Temukan feature baru setiap harinya di FourFourTwo.com/ID