Perkenalkan, Moya Dodd: Mantan Pesepakbola Wanita yang Memperjuangkan Asia Tenggara di FIFA

Politik dalam dunia sepak bola, sama seperti kepentingan lainnya, memiliki reputasi yang kotor karena ada banyak kesepakatan di belakang layar dan mereka yang memiliki kepentingan lebih peduli dengan apa yang bisa mereka dapatkan ketimbang kemajuan sepakbola itu sendiri. 

Namun, ada beberapa sosok di antara orang-orang yang saat ini memegang kewenangan, atau yang sedang berjuang untuk sampai ke sana, yang memiliki niat murni berjuang untuk kemajuan olahraga ini dan langkah penting dalam proses itu terjadi di India pada hari Selasa ini ketika Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memilih tiga perwakilan-nya untuk Dewan FIFA yang baru.

Moya Dodd dari Australia, mungkin adalah orang terpenting dalam sepak bola Asia yang belum pernah Anda dengar

Presiden Asosiasi Sepak Bola Singapura, Zainudin Nordin, dan Presiden Asosiasi Sepak Bola Tiongkok, Zhang Jian, berada di antara para kandidat, tapi untuk pertama kalinya salah satu kursi harus diberikan kepada kandidat perempuan sebagai upaya FIFA untuk membersihkan dan memperbaiki citra mereka yang sudah ternoda.

Dengan kepentingan politik global yang sudah ikut campur dalam proses ini setelah perwakilan dari Qatar, Saoud Al Mohannadi, dilarang datang ke acara ini, Asia harus hati-hati mempertimbangkan siapa yang ingin mereka pilih untuk mewakili suara mereka di FIFA. 

Sementara hanya sedikit yang diketahui tentang dua dari tiga calon perempuan – Mahfuza Ahkter dari Bangladesh dan Han Un-gyong dari Korea Utara – kandidat ketiga, Moya Dodd dari Australia, mungkin adalah orang terpenting dalam sepak bola Asia yang belum pernah Anda dengar.

Berbeda dengan sebagian besar pejabat olahraga lainnya di Asia, Dodd pernah aktif bermain sepakbola di level tertinggi, dia mewakili tim nasional Australia selama hampir satu dekade, dan di masa pensiunnya dia menjalani karier yang sukses di bidang hukum sambil menjabat beberapa posisi di AFC, FIFA, dan Federasi Sepakbola Australia.

Dodd menghadiri konferensi pers FIFA pada Desember 2015

Ia telah menjadi pembela yang gigih dalam memperjuangkan keberagaman dan membuka peluang serta keikutsertaan para gadis remaja dan perempuan untuk mencintai dan memainkan sepakbola di seluruh Asia.

Tapi, lebih dari itu, dia ingin berjuang untuk memastikan bahwa AFC memberikan perhatian penuh pada sejumlah masalah yang ada dan, sebagai bagian dari itu, ia juga menyerukan perombakan sistem Peringkat FIFA yang dia yakini hanya merugikan negara-negara Asia.

Kami harus bekerja keras untuk mencoba untuk memperbaiki beberapa masalah di Asia Tenggara, di mana pengaturan skor pertandingan pasti menjadi salah satunya

"Asia tidak hanya merupakan (konfederasi) yang terbesar tetapi juga konfederasi yang paling cepat berkembang di FIFA dan sistem peringkat saat ini merugikan Asia, di mana setiap kali tim-tim nasional mereka memainkan sebuah pertandingan, ada faktor penilaian timpang yang dibangun yang menguntungkan konfederasi lainnya," katanya kepada FourFourTwo.

"Ini adalah pelemahan dan itu membuat negara-negara Asia lebih sulit untuk mendapatkan kesempatan bermain (di Piala Dunia, misalnya) dan diakui, dan kami lebih lambat untuk mengumpulkan poin ketimbang konfederasi sepakbola lainnya yang lebih kuat karena poin lebih tinggi yang diterapkan untuk tim dari Eropa dan Amerika Selatan."

"Jadi itu sesuatu yang harus kami perhatikan."

Jika itu adalah misi besarnya, maka misi kecilnya adalah berusaha untuk mengembangkan sepakbola di regionalnya sendiri, Asia Tenggara, sebuah wilayah yang ia lihat memiliki cakupan yang luar biasa untuk perkembangan olahraga ini.

"Semua orang mengakui bahwa ada masalah dalam sepakbola di wilayah ini dan kami harus bekerja keras untuk mencoba untuk memperbaiki beberapa masalah di Asia Tenggara, di mana pengaturan skor pertandingan pasti menjadi salah satunya, dan kami sedang bekerja sekeras mungkin untuk melakukan itu," katanya.

"Tapi saya juga percaya ada kesempatan yang luar biasa untuk sepak bola di Asia Tenggara."

Moya Zodd saat memberikan penghargaan Pemain Terbaik Wanita AFC kepada Aya Miyama pada 2012

"ASEAN adalah wilayah yang cepat tumbuh secara ekonomi dan juga dalam sepakbola, jadi kami harus bekerja keras untuk meningkatkan kemampuan negara-negara di wilayah ini untuk memperkuat dan mengembangkan sepakbola."

"Itu berarti memastikan bahwa ada pelatih dan wasit yang lebih berkualitas, ada lebih banyak lapangan untuk bermain, tingkat infrastruktur harus ditingkatkan dan bahwa ada akses ke semua hal ini bagi anak-anak untuk belajar dan tumbuh dengan sepakbola di bawah kondisi yang sebaik mungkin." 

Kekuatan transformatif dari sepakbola lah yang ingin terus diperjuangkan Dodd, terutama setelah ia menyaksikan secara langsung bagaimana sepakbola secara harfiah menyelamatkan banyak nyawa di Meksiko awal tahun ini.

Di sela-sela pertemuan FIFA di negara tersebut, ada sebuah turnamen sepak bola untuk gadis remaja yang diselenggarakan oleh kelompok adat setempat untuk mendorong partisipasi mereka dalam sepakbola.

Perempuan Australia ini pergi untuk menonton ketika ia melihat sebuah insiden yang pasti akan terus diingatnya, seperti yang ia katakan kepada FourFourTwo.

"Itu  adalah Hari Perempuan Internasional dan di sini kami melihat turnamen ini di mana ada laki-laki dan perempuan datang untuk menonton gadis-gadis bermain dan selama acara itu, ada satu penonton pria yang mendekati salah satu penyelenggara (yang merupakan seorang perempuan) dan meminta bantuannya." 

"Dia mengatakan kepada mereka bahwa ada seorang guru di sekolah setempat yang telah menunjukkan konten pornografi dan memperkosa para siswa dan bertanya apakah ada cara untuk bisa membantu gadis-gadis tersebut." 

"Guru itu kini telah dipecat dan pihak berwenang setempat sedang menyelidikinya, berkat usaha yang dimulai oleh pria tersebut untuk meminta bantuan dari para perempuan ini ketika menonton gadis-gadis ini bermain sepak bola." 

"Dia melihat gadis-gadis ini sebagai manusia, menikmati olahraga di lingkungan tim dan berjuang untuk menang, dan itu mendorongnya untuk mengambil tindakan atas hal yang pastinya sudah ia ketahui selama beberapa waktu." 

Saya percaya ada kesempatan yang luar biasa untuk sepak bola di Asia Tenggara. ASEAN adalah wilayah yang cepat tumbuh secara ekonomi dan juga dalam sepakbola

"Itulah mengapa sepak bola sangat penting bagi dunia dan bagi masyarakat dan menunjukkan kekuatan untuk perubahan yang bisa diberikan sepakbola."

Itu adalah sesuatu yang Dodd harapkan bisa terus berlanjut, bahkan meski dia mengakui bahwa reputasi FIFA masih jauh dari kata sempurna.

"Saya tahu banyak orang yang skeptis tentang menghapus politik dalam dunia sepakbola, tetapi kita harus terus mendorong reformasi yang telah kita lakukan dan dalam periode saya sebagai anggota Eksekutif FIFA terpilih, saya sudah melihat upaya besar untuk berubah dan mereformasi – tetapi kita harus melanjutkannya," cetusnya. 

"Ada banyak dakwaan, telah ada penangkapan dan pemberian hukuman, dan prioritas bagi semua orang di FIFA sekarang, dengan banyaknya tampilan dan anggota muda yang baru, adalah untuk menjaga perubahan itu terjadi dan untuk Asia, itu berarti kita harus memiliki orang-orang terbaik untuk membantu proses itu."

"Kita juga harus ingat kekuatan sepakbola untuk mengubah hidup di seluruh dunia dan khususnya di Asia."

"Ketika saya berada di India baru-baru ini saya memiliki kesempatan untuk bermain 'sepakbola buta' untuk pertama kalinya dan sekali lagi itu bisa memberikan kesan kepada Anda mengenai kekuatan dari olahraga ini dan itu adalah di mana FIFA bisa membuat perbedaan."

"Tidak semua orang bisa menjadi Lionel Messi atau Marta, namun sepakbola memberikan hadiah kepada semua orang yang bermain dan Anda tidak bisa menghargainya dengan uang."

Foto-foto: EPA

Topics