Perubahan Aturan dan Format Liga Champions Musim 2018/19

Bersiaplah untuk perubahan Liga Champions. UEFA telah mengkomfirmasi bahwa jalur menuju putaran final akan berubah per musim 2018/19. Permasalahannya, tak sedikit yang mengkritik kebijakan UEFA. Evans Simon menjelaskan hal-hal apa saja yang berubah di kompetisi para klub elit Eropa ini. Evans Simon dari FourFourTwo Indonesia mencoba menjelaskannya kepada Anda...

Liga Champions, tidak dapat dimungkiri, adalah salah satu kompetisi sepak bola terakbar di dunia. Kendati pesertanya hanya klub-klub Eropa, nyatanya sangat sulit bagi mereka yang berada di benua lain untuk tak acuh terhadap kejuaraan yang telah berumur 62 tahun tersebut.

Salah satu bukti nyata kebesaran Liga Champions dapat kita lihat berdasarkan pemasukan yang mereka terima dari berbagai sumber, seperti hak siar dan sponsor. Berdasarkan laporan resmi UEFA, demi Liga Champions 2016/17 saja mereka telah menyiapkan uang sebesar €1.2689 miliar untuk dibagikan kepada klub-klub peserta, sesuai prestasi masing-masing. Nominal tersebut tentu tidak berasal dari hasil urunan para staf dan petinggi UEFA.

Bagaimana Liga Champions Bisa Sebesar Ini?

Dalam perkembangannya, Liga Champions mengalami perubahan format berkali-kali. Pada edisi pertama tahun 1955, contohnya, kompetisi ini hanya dapat diikuti oleh 16 tim yang menjuarai liga masing-masing. Seiring berjalannya waktu, tim non-juara liga juga boleh berpartisipasi, sehingga jumlah peserta bertambah hingga menyentuh angka 32 tim.

Titik balik keberhasilan UEFA terjadi pada musim 1992-93. Mereka melakukan revolusi besar-besaran pada sistem lama dengan memperkenalkan kompetisi berisi 24 tim, menggunakan fase penyisihan grup yang kemudian baru dilanjutkan dengan fase gugur. Format ini mendapatkan respon positif, sehingga pada musim 1999-00, jumlah peserta kembali menjadi 32 tim dan menerapkan dua fase penyisihan grup.

Dua tahun kemudian, UEFA merasa dua fase penyisihan grup terlalu ‘bertele-tele’. Mereka menilai satu fase penyisihan grup adalah yang terbaik, dan terus dipertahankan hingga sekarang.

Sergio Ramos

Juara lagi musim ini, Sergio?