Preview Piala Asia 2015: Grup D

Grup D: Irak, Jepang, Jordania dan Palestina

Irak

Negara yang berhasil mengangkat trofi Piala Asia di Jakarta pada 2007 lalu, memiliki kesempatan untuk mengulangi momen tersebut di Australia, walaupun mereka gagal total di Piala Teluk, setelah hanya berada di urutan dasar klasemen grup, yang membuat pelatih mereka, Hakim Shakir dipecat dan digantikan oleh pelatih pinjaman dari Qatar Sports Club, Radhi Shenaishil, yang membuat pelatih 48 tahun tersebut bisa memimpin Irak di ajang ini. Ini menjadi penampilan kedelapan bagi mereka di ajang pembuktian siapa yang terbaik di Asia.
 
Pertandingan di Brisbane Stadium akan menjadi partai penentuan bagi mereka, pasalnya lawan yang mereka hadapi adalah Jepang, sang juara bertahan. Kehilangan poin maka sama saja kesempatan mereka menjadi juara grup harus dilupakan.
 
Irak tidak akan sulit melewati hadangan dari negara-negara di grup D, baik mereka dan Jepang akan menjadi negara unggulan untuk melaju ke babak berikutnya. Pengalaman bisa membuat mereka melangkah jauh di edisi kali ini.

Jepang

Ini dia sang juara bertahan dari edisi sebelumnya, Samurai Biru berhasil mengalahkan tuan rumah Australia di Qatar untuk menjadi yang terbaik di Asia. Mereka juga adalah negara yang paling banyak mengoleksi gelar dengan empat kali mengangkat piala. Setelah ditinggal oleh Alberto Zacheroni usai Piala Dunia 2014, mereka memiliki pelatih baru asal Meksiko, Javier Aguerre. Empat kemenangan dan dua kali kalah menjadi catatan bagi pelatih baru mereka. 
 
Di Piala Asia 2015 ini, Jepang sangat mengandalkan pemain AC Milan, Keisuke Honda yang akan memimpin rekan-rekannya. Pegerakan, kecekatan dan kecerdikannya bisa menjadi nilai plus bagi sang juara bertahan ini. Pertarungan melawan Irak akan menjadi momen menentukan bagi mereka untuk menjadi peraih poin terbanyak diantara para penghuni grup D lainnya. Jepang menjadi salah satu kandidat terkuat untuk kembali meraih gelar juara. Hadangan dari Irak, Jordania, dan Palestina diprediksi tidak membuat langkah mereka terhenti hanya di fase grup, karena level Jepang ada diantara Asia dan dunia.

Jordania

Hadirnya negara ini di Piala Asia 2015 menjadi kali ketiga mereka tampil di ajang ini. Jordania bisa menjadi batu sandungan bagi Irak dan Jepang untuk melenggang lolos ke babak selanjutnya. Prestasi terbaik mereka adalah tampil hingga perempat final. Pelatih mereka, Ray Wilkins yang juga legenda sepakbola Inggris (84 caps bersama Inggris dan menjadi juara bersama Manchester United dan Glasgow Rangers), memiliki tugas berat untuk membawa timnya lolos dari grup D Piala Asia 2015. 
 
Pertandingan pembuka grup melawan Irak akan menentukan nasib mereka di kompetisi ini, jika kehilangan poin maka kesempatan untuk menjadi kuda hitam tertutup rapat. Minim pengalaman membuat mereka diprediksi hanya bisa menjadi pelengkap di grup ini, namun kesempatan menjadi kuda hitam terbuka lebar apabila mereka berhasil di partai perdana menghadapi Irak.

Palestina

Debutan di Australia 2015 ini berhasil lolos setelah menjadi juara pada ajang AFC Challenge Cup 2014. Prestasi terbaik mereka di ajang ini adalah hanya sampai babak penyisihan grup. Partai kedua grup menghadapi Jordania bisa menjadi saat dimana pengumpulan poin penuh terjadi, setidaknya mereka bisa pulang dengan poin. Biasanya debutan jarang bisa berbuat banyak untuk ajang sekelas Piala Asia, oleh karena itu, apabila Palestina bisa pulang dengan membawa poin sudah menjadi catatan bagus bagi tim asuhan Ahmed al Hassan ini.