Ramsey:Setiap Musim Saya Ingin Memenangkan Piala

Gelandang Arsenal berbicara kepada jurnalis FFT, Ben Welch, soal kemenangan Arsenal di Piala FA musim lalu di Wembley dan harapannya untuk mengulangi performanya saat melawan Aston Villa...

Saya telah mewujudkan mimpi masa kecil saya, Mencetak gol kemenangan di final FA Cup adalah sesuatu yang tidak dicapai banyak orang

"Saya telah mewujudkan mimpi masa kecil saya," kata Aaron Ramsey kepada FFT dengan senyum lebar di wajahnya.
 
Pemain Wales ini kembali bersandar lagi ke kursinya dan terdiam sejenak saat mengenang gol penentu kemenangan di babak tambahan final FA Cup musim lalu.
 
"Mencetak gol kemenangan di final FA Cup adalah sesuatu yang tidak dicapai banyak orang dan saya telah berhasil melakukannya."
 
Gol Ramsey mengakhiri puasa gelar Arsenal selama sembilan tahun dan mewujudkan mimpi yang ia kejar sejak masa kecilnya. Gelandang serba bisa ini melesakkan tendangan back-heel setelah menerima umpan dari Giroud untuk menaklukkan Alan McGregor di menit 109, untuk membuat The Gunners unggul 3-2, dan bangkit setelah tertinggal dengan mengesankan di final tahun lalu.
 
"Itu adalah perasaan yang luar biasa dan hari yang menakjubkan. Ini merupakan tahun besar bagi saya dan untuk mengakhirinya seperti itu adalah sesuatu yang lebih baik lagi," tambah Ramsey.
 
"Mudah-mudahan saya bisa memiliki akhir yang mirip dengan musim ini." Dan dia akan mendapatkan kesempatan Sabtu ini di bawah busur Wembley ketika Arsenal menghadapi Aston Villa untuk mempertahankan trofi.

Rambo memastikan Arsenal juara di Wembley musim lalu

Untuk saat ini, dia duduk bersama jurnalis FFT di hotel mewah Grove di Hertfordshire, untuk berbicara tentang kecintaannya pada kompetisi piala sepakbola tertua di dunia. Suasananya bahkan sudah seperti final Piala FA, langit biru cerah, diselingi oleh awan putih tipis yang aneh, memayungi lapangan golf yang rapi di komplek tersebut.
 
Ramsey adalah ahli golf, ia pasti ingin cabut dari kamarnya dan memukul bola di sekitar di bawah sinar matahari. Satu-satunya hal yang dapat mengundang perhatiannya adalah pembicaraan mengenai kemungkinan ia akan medali Piala FA untuk kali kedua secara beruntun. Mengingat usianya, anda akan berpikir keistimewaan Piala FA mungkin tak akan menjad perhatian pemain berusia 24 tahun. Gegap gempita Premier League dan Liga Champions telah menguasai penonton, membuat FA Cup berada di bawah keduanya. Tapi Ramsey masih percaya pada romansa. Kenangan akan Ronnie Radford masih membuatnya terkesima.

Piala FA masih memiliki pesona, saya suka itu. Anda tidak bisa mengalahkan semua drama dan kegembiraan, terrsingkirnya tim-tim raksasa, kekecewaan dan gol hebat - Anda tidak mendapatkan semua ini di kompetisi piala lainnya. Ini unik. Piala FA adalah apa itu sepakbola

"Piala FA masih memiliki pesona," tegasnya. "Saya suka itu. Anda tidak bisa mengalahkan semua drama dan kegembiraan, terrsingkirnya tim-tim raksasa, kekecewaan dan gol hebat - Anda tidak mendapatkan semua ini di kompetisi piala lainnya. Ini unik. Piala FA adalah apa itu sepakbola."
 
Dengan hadiah yang jauh lebih besar di Premier League, banyak klub sering memasang tim yang lebih lemah untuk mengistirahatkan pemain mereka. Anggapan bahwa para pemain tidak tertarik dengan Piala FA membuat Ramsey memberikan tanggapannya.
 
"Ini akan menjadi final ketiga saya (setelah 2008 dan 2014) dan saya pasti memberikan segalanya ketika saya bermain di kompetisi ini," katanya. "Setiap musim saya ingin bermain dan memenangkan piala. Ini adalah kompetisi yang sangat berarti bagi saya."

"Lepaskan benda itu dari muka saya"

Dia mungkin memiliki keinginan luar biasa untuk mengangkat piala itu tinggi-tinggi akhir pekan ini, tapi begitu juga dengan pemain Villa - dan mereka tidak memenangkan trofi sejak 1957. "Kita bisa menulis sejarah dan kita harus menyadari itu. Sudah begitu lama sejak Villa memenangkan piala, dan kita bisa melakukannya - kami sangat dekat. Ini kesempatan kita," ungkap bek Ron Vlaar.
 
Di atas kertas, tidak ada keraguan Arsenal adalah tim yang difavoritkan. Juara bertahan ini mengamankan posiis ketiga di Premier League dan otomatis ke Liga Champions musim depan, mencetak delapan gol dalam dua pertandingan melawan Villa di musim ini. The Villans hanya bertahan dari degradasi.
 

Villa sepertinya akan terdegradasi ke Championship sampai Tim Sherwood mengambil alih kursi manajer pada pertengahan Februari. Mantan bos Tottenham ini menyegarkan klub Midlands, menyingkirkan pendekatan negatif di bawah kepelatihan Paul Lambert, dan mendorong timnya untuk bermain dengan percaya diri dan berani.

Mereka menciptakan kejutan di semifinal melawan Liverpool, jadi kami menyadari bahwa jika kami tidak meremehkan ancaman mereka dan menandingi mereka secara fisik, kami akan memiliki permainan di tangan kami.

Antusiasme menular Sherwood menyegarkan pemain dan mereka membalikkan keadaan musim ini. Setelah gagal menang di 10 pertandingan, hanya mencetak dua gol di periode itu, mereka kemudian menang lima kali dari 13 laga terakhir mereka, mencetak 19 gol untuk mempertahankan status mereka sebagai tim Premier League. Sebuah kekalahan kandang 0-1 atas Burnley dan kekalahan 6-1 di tangan Southampton membuat Villa finis di posisi 17 dan menodai rentetan performa yang impresif. Sementara Ramsey mengakui London utara adalah tim di bawah tekanan untuk menejadi juara, ia memperingatkan rekan satu timnya terhadap rasa, dan menunjuk kemenangan Villa dari Liverpool di semifinal.
 
"Dari dua hasil terakhir mereka, mereka telah menyelesaikan musim ini dengan kuat, dan mengambil poin yang cukup untuk menjaga mereka di Liga Premier," kata pemain bernomor punggung 16 ini. "Mereka telah menunjukkan mereka adalah ancaman.".
 
"Mereka menciptakan kejutan di semifinal melawan Liverpool, jadi kami menyadari bahwa jika kami tidak meremehkan ancaman mereka dan menandingi mereka secara fisik, kami akan memiliki permainan di tangan kami."
 
"Keberhasilan mereka mengalahkan Liverpool adalah pesan untuk kami. Kami harus serius menghadapi mereka. Selama kami bermain dengan cara yang kami bisa dan mengalahkan mereka di setiap lini, maka saya yakin kami bisa mempertahankan piala FA."

Jika anak buah Arsene Wenger berhasil, Arsenal akan meraih trofi kedua mereka dalam dua musim terakhir, sekaligus dengan tegas manghapus puasa trofi sembilan musim setelah sebelumnya juara di tahun 2014. Ini, bagi Ramsey, akan menandai kemajuan.
 
"Jika kami bisa menang pada hari Sabtu itu akan membuat kami sempurna untuk musim depan," katanya. "Ada banyak tekanan pada klub karena kami begitu lama tidak memenangkan trofi, tapi menjadi juara tahun lalu mengangkat beban kami dan sekarang kami sedang membangun momentum. Kami membuat awal yang lambat untuk musim ini, tapi kami kuat di paruh kedua dan kami ingin memastikan kami menyelesaikannya dengan sebuah piala. Kami berkembang lebih kuat sebagai sebuah tim dan kami ingin membuat memenangkan piala menjadi kebiasaan kami."
 

Pada level pribadi, Ramsey menjelaskan kontribusinya untuk tim. Bersaing dengan beberapa pemain menyerang untuk posisi tim inti akan memaksa pemain yang di bangku cadangan hengkang dari klub, tapi tidak ada keraguan bagi mantan pemain Cardiff City ini untuk bertahan di Arsenal.

Ambisinya yang tak gampang puas, etos kerja tak kenal lelah dan kepercayaan diri tinggi telah memungkinkan dia untuk bersinar selama musim ini meski kembali terganggu oleh cedera. Dia mencetak dua digit gol (11) untuk kedua kalinya dan membukukan tujuh assist. Setelah tampil heroik di final tahun lalu, apakah dia ingin menambah golnya dan memwujudkan mimpi masa kanak-kanaknya sekali lagi?
 
"Mudah-mudahan," katanya dengan senyum malu-malu. "Itu akan menjadi skenario yang sempurna - kami menang dan saya mencetak gol kemenangan. Selama kami bermain bagus dan menghadapi mereka dengan serius, saya pikir kami bisa menang dan itulah hal yang paling penting."

Aaron Ramsey akan menggunakan Sepatu Sepakbola New Balance pada fina Piala FA 2015 nanti. Kunjungi newbalance.com/football atau ikuti @NBFootball di Twitter dan Instagram.