Rating Pemain-Pemain Indonesia dalam Kemenangan 3-0 vs Malaysia

Gerry Putra memberikan penilaian terhadap performa para pemain tim nasional Indonesia dalam kemenangan 3-0 atas Malaysia...

Indonesia berhasil mengalahkan Malaysia dalam laga uji coba Internasional pada Senin (6/9/2016) di Stadion Manahan, Solo. Dalam pertandingan perdana timnas setelah lepas dari sanksi FIFA tersebut, Merah-Putih bermain apik pada babak pertama dan mencetak tiga gol dalam waktu 22 menit. Boaz Solossa yang menjadi kapten di laga ini menyumbangkan dua gol, sementara Irfan Bachdim mencatatkan satu gol.

Secara keseluruhan Indonesia sangat menonjol di babak pertama. Harimau Malaysia sebetulnya mampu memanfaatkan kelelahan pemain-pemain Indonesia di babak kedua, tapi sayang tim asuhan Ong Kim Swee itu terkendala penyelesaian akhir yang lemah.

Berikut rating masing-masing pemain timnas dalam laga Indonesa kontra Malaysia malam tadi.

Andritany Ardhiyasa: 7

Penjaga gawang asal Persija Jakarta ini tampil cukup baik di bawah mistar gawang Indonesia. Penampilan apiknya di klub berhasil ditunjukannya juga di level timnas. Andritany memang tidak terlalu bekerja keras di babak pertama, meski demikian kinerja pemain yang akrab disapa Bagol ini tak menurun di babak kedua.

Bagol beberapa kali mematahkan umpan-umpan diagonal yang menjadi andalan Malaysia. Selain itu, penempatan posisi yang bagus dari Bagol, cukup membuat penyerang-penyerang Malaysia frustrasi.

Benny Wahyudi: 6

Bek kanan Arema Cronus ini memang bermain baik pada paruh pertama pertandingan. Namun, Benny bermain kurang konsisten di babak kedua. Indikasi itu terlihat dari dua kali pelanggaran yang diakukan Benny di arenya.

Benny kerap tertinggal dari pemain sayap Malaysia pada babak kedua. Mudahnya pemain sayap Malaysia melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti tak lepas dari kurang disiplinnya Benny mengawal sayap Malaysia. Menurunnya stamina juga turut berpengaruh bagi penampilan Benny di babak kedua.

Fachruddin: 8

Pemain berbadan tinggi tegap ini menjadi aktor penting pertahanan Indonesia. Bek tangguh asal Sriwijaya FC ini sangat sulit dilewati oleh lawan. Tak jarang, pemain Malaysia yang menginginkan kontak badan dengan Fachruddin harus terpental atau bahkan kehilangan bola.

Secara keseluruhan Fachruddin bermain bagus sepanjang 90 menit. Komunikasinya yang bagus dengan Benny Wahyudi, Rudolof Basna, dan Abdul Rahman juga membuat Andritany tak banyak beraksi.

Rudolof ‘Yanto’ Basna: 7

Basna mengeluarkan kemampuan terbaiknya di timnas. Permainan rapat saat bertahan ditunjukan saat dirinya harus mengawal sayap lincah Malaysia Mohamad Amri dan Mohamad Azriff Nasrulhaq. Basna seperti bermain tanpa cela ketika bertahan.

Baik itu duel udara dan intersep cukup baik dilakukan oleh Basna di sepanjang pertandingan. Komunikasi dengan Fachruddin pun terjaga dengan baik. Hal itu ditunjukan jarangnya Basna dan Fachruddin berdiri sejajar saat transisi permainan menyerang menuju bertahan.

Abdul Rahman: 7

Bek kiri asal Persiba Balikpapan ini bermain cukup baik di pertandingan ini. Sebagai bek kiri, Abdul Rahman mampu membuat tembok kokoh timnas yang sulit ditembus barisan penyerang Malaysia.

Akan tetap sebagai full-back, Abdul sering telat membantu serangan. Fokusnya memang lebih ditujukan kepada pertahanan. Terlebih, Abdul juga fasih bermain sebagai bek tengah di Persiba. Meski demikian, Abdul secara keseluruhan mampu memperagakan pertahanan yang baik.

Bayu Pradana: 7

Sebagai debutan, permainan Bayu Pradana tidak mengecewakan. Sebagai gelandang bertahan, Bayu menjalankan tugasnya dengan baik. Hal tersebut tak lepas dari penampilannya yang konsisten bersama Mitra Kukar di Indonesia Soccer Championship A 2016.

Bayu tampaknya akan muncul sebagai gelandang yang cukup fasih memerankan peran box-to-box di lini tengah. Namun, gaya Bayu sedikit berbeda dengan tipe gelandang serupa lainnya di Indonesia. Alih-alih tipe petarung yang mengandalkan gaya main yang keras dalam menjalani perannya sebagai penghubung dua lini, gaya permainan Bayu lebih soft. Gaya ituah yang membuat Alfred Riedl mempercayakannya terus bermain selama 90 menit.

Andik Vermansah: 6

Bintang Selangor FA ini belum tampil dengan performa terbaiknya. Pemain mungil ini terlihat masih sering terlalu lama membawa bola, terlebih dalam babak kedua, dan membuat bola sering hilang dari kakinya. Apalagi, ia juga sering dilanggar dengan keras sejak awal laga. Pergerakan Andik juga tidak terlalu istimewa pertandingan ini.

Tapi, Andik bermain cukup cerdik dengan kerap berpindah posisi sebagai dari sisi kanan ke sisi kiri. Perubahan itu cukup menyulitkan pertahanan Malaysia. Namun, secara keseluruhan, penampilan Arek Suroboyo itu tidak istimewa dan hanya sering terlihat ketika berlari dengan bola.

Evan Dimas: 8

Gelandang muda berbakat Indonesia ini terlihat fasih menerjemahkan isi kepala Alfred Riedl di lini tengah. Evan yang bermain sebagai gelandang tengah tampil simpel dengan gayanya yang memang tak pernah berlama-lama dengan bola.

Penetrasinya kerap kali membuat pertahanan Malaysia sedikit bingung. Bahkan umpan-umpan pendeknya menjadikan permainan Indonesia hidup di babak pertama. Evan tampil konsisiten di pertandingan ini. Staminanya pun tidak kedodoran meski bermain 90 menit di level senior.

Zulham Zamrun: 7

Zulham Zamrun menunjukkan permainan yang cukup eksplosif di babak pertama pertandingan. Pemain lincah asal Persib Bandung ini memang ditugaskan Riedl untuk memberi tekanan pada pertahanan Malaysia melalui sisi lapangan.

Tugas tersebut dikerjakan dengan baik oleh Zulham. Gol ketiga Indonesia juga berawal dari pergerakan Zulham di sayap kiri Indonesia yang tidak mampu dihentikan dengan baik oleh bek-bek Malaysia.

Irfan Bachdim: 8

Irfan memberi warna tersendiri bagi lini serang Indonesia, khususnya di babak pertama. Teknik yang di atas rata-rata pemain timnas membuatnya menjadi motor serangan Indonesia. Bachdim juga langsung klop bekerja sama dengan Boaz Solossa.

Ia terus bekerja keras di sepanjang pertandingan, dan kerap menekan pemain-pemain belakang Malaysia ketika tidak menguasai bola. Golnya sendiri berawal dari komunikasi yang baik dengan Boaz, dan dilengkapi dengan penyelesaian akhir yang baik. Permainannya yang berteknik tinggi menunjukan pengalamannya bermain di luar negeri. Kualitasnya menjadi pembeda dari pemain-pemain timnas yang lain.

Boaz Solossa: 8

Boaz is back’. Penyerang asal Persipura Jayapura itu tak kehilangan teknik bermainnya yang luar biasa meski baru saja menderita cedera ringan. Kerja samanya dengan Irfan Bachdim dan Zulham Zamrun membuat dirinya mampu menghasilkan dua gol dan mencatatkan satu assist.

Akurasi tembakan dan juga kemauan untuk bekerja keras menekan lawan menjadi andalan pemain yang paling senior di skuat Indonesia saat ini. Pengalaman memang berbicara di sini. Walau stamina belum kembali terbentuk untuk level Internasional, Boaz wajib menjadi penyerang utama skuat Garuda.

Para pemain pengganti

Irsyad Maulana: 6,5 (Menggantikan Zulham Zamrun, HT)

Pemain asal Semen Padang ini sebetulnya tampil baik pada babak kedua. Namun, ia sering kehilangan bola saat melakukan transisi permainan dari bertahan ke menyerang.

Irsyad belum menujukan 100 persen kualitasnya seperti di klub. Akan tetapi, perlu dicatat bahwa ia memiliki visi bermain yang bagus. Ia membutuhkan jam terbang di level Internasional untuk bisa meningkatkan performa eks punggawa Arema ini di timnas.

Learby Eliandri: 6,5 (Boaz Solossa, HT)

Sama seperti Irsyad, Lerby juga harus mengasah lagi aspek taktikalnya. Secara individu pemain Pusamania Borneo FC ini memang tak perlu diragukan lagi, tapi Lerby kerap salah posisi dan kehilangan bola ketika transisi permainan. Persis seperti yang dialami Irsyad.

Namun, Lerby bermain cukup bagus sebagai pengganti Boaz. Beberapa kali Lerby berhasil melakukan penetrasi ke area pertahanan Malaysia, meski sayangnya selalu gagal untuk menciptakan peluang mematikan ke gawang Khairul Fahmi.

Abduh Lestaluhu: 6,5 (Abdul Rahman, 64’)

Sebagai penggati Abdul Rahman, Abduh menampilkan kecepatan yang lebih baik dibanding pendahulunya. Jika Abdul kuat dalam bertahan, maka Abduh sangat cekatan jika harus membantu serangan dari sektor sayap.

Tapi, Abduh kerap terlalu terburu-buru dalam melakukan serangan sisi kiri. Bahkan beberapa kali Abduh kehilangan kontrol bola saat dirinya melakukan penetrasi ke area pertahanan Malaysa.

Ichsan Kurniawan: 6 (Irfan Bachdim, 70’)

Belum ada yang spesial dari penampilan Ichsan Kurniawan. Pemain asal Sriwijaya FC ini masuk sebagai pengganti Irfan Bachdim di pertengahan babak kedua.

Masuknya Ichsan memang tak mutlak merubah gaya bermain kaki ke kaki yang ditunjukan pada babak pertama, tapi Ichsan seperti belum menemukan ritme yang pas dengan pola yang diinginkan Riedl. Ichsan masih sering melepaskan umpan lambung dan kerap sulit menembus pertahanan Malaysia.

Dedi Gusmawan: 6,5 (Rudolof Basna, 73’)

Pemain yang sempat ditawari menjadi warga negara Myanmar ini bermain cukup baik sebagai suksesor Rudolof Yanto Basna. Dalam waktu yang tergolong sedikit, Dedi langsung ‘klik’ dengan permainan lini belakang timnas meski baru bermain di sekitar 15 menit terakhir.

Meski belum terlalu terlihat permainannya yang sesungguhnya, secara keseluruhan, Dedi bermain sangat baik di sisa pertandingan.

Indra Kahfi Ardhiyasa: 6 (Beny Wahyudi, 83’)

Permainan Indra Kahfi tidak terlalu menonjol dalam waktu pendek yang diberikan Riedl. Masuk sebagai pengganti Benny Wahyudi, Indra mampu mengumpan bola dengan sempurna ke beberapa rekannya.

Temukan lebih banyak feature setiap harinya di FourFourTwo.com/ID