Rencana Prandelli menemui rintangan. Namun, Verratti memberikan Inggris hal baru untuk diantisipasi

Reporter FFT di Italia, Richard Whittle, melaporkan situasi skuat jelang menghadapi Tim Tiga Singa, lawan mereka di Grup D 

Cesare Prandelli selalu menentukan. Oleh karena itu, ia tidak terlalu peduli untuk menyinggung perasaan seseorang ketika menentukan skuat akhir Italia untuk putaran final Piala Dunia 2014.

Pelatih Azzurri berencana untuk menungu hingga batas akhir sebelum mengumumkan 23 nama yang akan membawa harapan bangsa di Brasil. Namun, meski rencananya sudah ia siapkan sejak jauh hari, selalu ada ancaman yang berada di luar kendalinya.

Dua pahlawan 2006, Francesco Totti dan Luca Toni, tidak pernah masuk dalam perhitungan, terlepas dari penampilan apik mereka sepanjang musim. Namun, Prandelli juga menampilkan kekejaman ketika menyisihkan pemain yang ikut serta dalam kualifikasi dan Piala Konfederasi tahun lalu.

Dengan skuat awal sebanyak 30 pemain, pemain seperti Alberto Gilardino, Dani Osvaldo, Alessandro Diamanti, Emanuele Giaccherini, dan Domenico Criscito, semuanya disingkirkan. Hal itu membuat mereka sulit untuk kembali ke pentas internasional, mengingat Prandelli baru saja menambah durasi kontraknya dengan federasi hingga Piala Eropa 2016.

Keputusan sulit

Jika ia berpikir sudah cukup tangguh, ia salah. Pertandingan ujicoba pekan lalu melawan Republik Irlandia di Craven Cottage tadinya digunakan sebagai penilaian akhir apakah Giuseppe Rossi sudah cukup tangguh di depan, atau apakah Verratti merupakan pelapis sepadan bagi Andrea Pirlo di jantung lini tengah.

Namun akhirnya, Prandelli yang biasanya tenang justru tertegun ketika cedera menerpa Riccardo Montolivo, yang harus keluar tim setelah mengalami retak tulang tibia ketika berbenturan dengan Alex Pearce.

Para pemain Irlandia yang sangat kompetitif mengjutkan Italia di London. Alberto Aquilani yang menggantikan Montolivo juga dipaksa keluar karena mengalami cedera kepala, meski tanpa cedera serius. Hal itu memberikan kejutan tidak menyenangkan bagi tim sekembalinya mereka ke pusat latihan Coverciano hari minggu, memangkas salah satu pemain yang memiliki peran penting di Brasil.

 

Impian ke Piala Dunia pupus di tangan Irlandia.

Italia menunjukkan gayanya dengan permainan menekan di mana hal itu akan mereka tampilkan di Brasil. Namun, tidak ada keraguan ketika para pemain mulai melunak ketika melihat Montolivo terkapar, khususnya Rossi, yang terlihat berhati-hati dalam beraksi. Verratti, di sisi lain, tampak di seluruh area lapangan, bahkan kadang terlalu bersemangan dalam beberapa usahanya, Gelandang PSG ini menampilkan performa positif dan meraih kesempatannya dengan baik, seperti yang dilakukan Antonio Cassano, yang hanya diberi kesempatan bermain selama 30 menit, yang berhasil membuat dirinya dianggap layak sebagai pemain yang mampu merubah keadaan.

Namun, Prandelli masih menyisakan keraguan, apakah ia akan memberikan Rossi seminggu lagi untuk menemukan sentuhannya setelah musim yang kurang baik. Pada akhirnya, ia memutuskan Lorenzo Insigne, yang mencetak dua gol pada pertandingan final Piala Italia dari posisi melebar, tidak bisa diabaikan, meski sempat muncul rumor bahwa Lorenzo sudah memesan tiket liburan musim panas.

Dengan Mario Balotelli yang sudah memastikan tempatnya, Cassano juga mengunci satu tempat sebagai wild card, yang berarti Mattia Destro bergabung dengan Rossi tersisih dari tim. Top scorer Serie A, Ciro Immobille, berupaya cukup baik ketika melawan Irlandia untuk memesan satu tempat, seperti yang dilakukan pemain lincah Alessio Cerci. Seleksi akhir di lini serang membuat Prandelli akan bermain hanya dengan satu sriker di depan dengan Balotelli, hal itu berarti pemain Milan ini akan butuh dukungan dari para pemain di belakangannya.

Turnamen kesembilan Gigi

Aquilani yang paling mendapat hikmah dari absennya Montolivo—pria kelahiran Roma ini awalnya sempat dikabarkan akan dicoret—namun, mungkin ini saatnya Verratti untuk tampil bersinar di ajang yang sesungguhnya, dengan peluang untuk berada di depan Daniele De Rossi dan Pirlo. Pemain berusia 21 tahun itu tentu saja memiliki skill dan umpan yang lebih baik ketimbang Thiago Motta, belum lagi dua gelandang pekerja lainnya, Claudio Marchisio dan Marco Parolo. Namun, ia bisa saja menghadapai persaingan sengit dari gelandan Lazio, Antonio Candreva, jika Prandelli memutuskan untuk menggunakan tiga gelandang tengah.

Penampilan apik Sirigu ketika menghadapi Irlandia membuat cadangan kiper tampak aman, sementara Mattia Perin akan memperoleh pengalaman tak ternilai berada di dekat Gianluigi Buffon, meskipun ia tetap berharap tetap mampu tampil di Rusia empat tahun lagi.
 
 

Berpeluang untuk bermain bersama Pirlo.

Kali ini akan menjadi turnamen besar kesembilan Gigi, menyamai apa yang Lothar Matthaeus raih, paling tinggi di Eropa. Di depannya, ia memiliki pemain belakang yang bisa dipercaya dalam diri Andrea Barzagli, Leo Bonucci, dan Giorgio Chiellini. Pemain muda, Matteo Darmian berhasil menyisihkan veteran, Christian Maggio. Eks pemain muda Milan itu akan bersaing dengan pemain Milan lainnya, Ignazio Abate dan Mattia de Sciglio untuk posisi di lini kanan.

Eks Liverpool, Gabriel Paletta ikut dipanggil meski menampilkan permainan yang kurang menarik pada akhir pekan. Namun, karena ia mengalami cedera ringan, Andrea Ranocchia berada dalam daftar pemain cadangan setelah Destro menolak kesempatan tersebut. Ranocchia akan bersama tim hingga partai ujicoba hari Rabu melawan Luxemburg, di mana partai tersebut akan menjanjikan permainan yang lebih tenang ketimbang di Craven Cottage.

Ini bukanlah tim Italia dengan sosok terkenal dan pemain bintang seperti di Jerman tahun 2006. Namun, setidaknya, tim ini memiliki kekuatan mental yang lebih baik ketimbang di Afrika Selatan empat tahun lalu. Prandelli bisa beristirahat dengan lebih mudah karena skuat sudah ditentukan, dan mungkin mengingat bahwa bisa saja ia kehilangan satu pemain penting lain dari rencana awal. Seperti biasa, Italia yang sesungguhnya tidak akan terungkap sampai akhirnya mereka berjumpa Inggris pada tanggal 14 Juni di Manaus.

Skuat Italia

Kiper Buffon (Juventus), Perin (Genoa), Sirigu (PSG)
Bek Abate (Milan), Barzagli (Juventus), Bonucci (Juventus), Chiellini (Juventus), Darmian (Torino), De Sciglio (Milan), Paletta (Parma)
Gelandang Aquilani (Fiorentina), Candreva (Lazio), De Rossi (Roma), Marchisio (Juventus), Thiago Motta (PSG), Parolo (Parma), Pirlo (Juventus), Verratti (PSG)
Penyerang Balotelli (Milan), Cassano (Parma), Cerci (Torino), Immobile (Borussia Dortmund), Insigne (Napoli).
 
Panduan Everything you need to know about Italy and everyone else in Brazil
 
dialihbahasakan oleh @FourFourTwoDom