Rio Ferdinand: Kadang saya berpikir, “Saya ingin jadi manajer."

Suhu sangat dingin pada sebuah sore pada bulan Desember di pusat kota Manchester, dan setelah melewati pagi dengan harap-harap cemas, FFT akhirnya bisa tenang saat Rio Ferdinand berjalan melewati pintu restoran Italia ke arah meja yang telah kami pesan.

Manchester United malam ini tampil di kandang, di laga terakhir fase grup Liga Champion melawan FC Cluj, dan tempat itu padat dengan para penggemar, yang sebagian besar menunjuk ke arah sang bek sentral saat ia menyapa kami. Bukan berarti mereka mesti terkejut--restoran ini kan miliknya.

Pemilik restoran, penerbit majalah, perancang baju, filantropis… belakangan ini Rio merupakan pebisnis yang sibuk, meski ia langsung meyakinkan kami bahwa, jika tetap bugar, tak akan ada yang menghalangi karier sepak bolanya beberapa tahun mendatang. “Saya pernah mengalami beberapa momen menyedihkan,” akunya. “Dan sebagian orang mengatakan kepada saya, ‘Kehidupanmu akan baik-baik saja tanpa sepak bola, kau punya uang banyak.’ Komentar seperti itu tak membantu saat Anda hanya bisa duduk karena tak mampu melakukan satu hal yang Anda cintai.”

Menjelang derbi Manchester pada akhir pekan dan United sudah memuncaki klasemen grup di Eropa, pemain berusia 34 tahun ini akan diistirahatkan dari laga melawan klub Rumania tersebut, tapi penundaan kembalinya Nemanja Vidic membuat kami dengan cemas mengirim SMS dari London. Untung bagi kami, bek tengah belia, Scott Wootton, telah mendapat restu dari Sir Alex, sehingga Rio bisa menjawab semua pertanyaan Anda, mulai dari absen dari tes doping hingga absen dari Euro, dan mengapa Hoddle dan ’Arry mengalahkan Hodgson. Namun, sebelum sampai ke semua hal itu, perjalanan karier sepak bola Rio ternyata dimulai dari lokasi yang unik...sekolah balet.

Benarkah saat masih kecil Anda sangat jago balet sampai mendapat beasiswa ke London’s School of Ballet? Bagaimana reaksi rekan-rekan setim Anda di Peckham?!
Don Berry, via Facebook

Betul. Pada awalnya, saya tidak mengatakannya kepada rekan-rekan saya karena mereka pasti akan meledek saya terus. Saya hanya bilang saya main drama.

Saya melakukannya selama dua tahun lalu pada tahun ketiga baru saya cerita kepada rekan-rekan saya. Tapi, saya kan bagian dari mereka dan mereka bisa diterima saat saya jujur dengan mereka. Namun, itu komitmen yang besar karena untuk sampai ke sana saja, saya butuh dua jam dan mesti ke sana tiga kali sepekan. Akhirnya lalu ayah saya bilang: “Kamu mau jadi pesepak bola atau penari balet? Kamu harus mengambil keputusan karena dua kegiatan itu sangat menyita waktumu.” Untunglah saya memilih sepak bola! Namun, balet memberi efek bagus untuk karier sepak bola saya karena fleksibilitas, kekuatan, dan keseimbangan yang saya pelajari.

Daka-Fakta

  • Tanggal lahir: 7 November 1978
  • Tinggi: 189cm
  • Posisi: Bek tengah
  • Tempat lahir: Peckham, London

Menurut Anda, saat masih kecil, apakah Anda mudah terlibat masalah? Apakah sepak bola yang mencegah Anda terlibat masalah?
Lukas Sans, Oslo

Ayah saya pasti sudah membunuh saya saat saya masih kecil jadi saya berusaha jarang berulah, tapi saat berusia 13 tahun, saya tahu saya ingin menjadi pemain sepak bola jadi segalanya terkait dengan keinginan itu. Saya cuma nongkrong di sekitar rumah sampai bus yang membawa saya ke latihan, sementara sebagian kawan-kawan lain yang seharusnya juga berlatih sering berkata, “Enggak, ah. Saya tidak pergi. Saya mau minum-minum.” Akhirnya, keinginan untuk menjadi pesepak bola yang mengantar saya ke sini.

Adik Anda, Anton; dua sepupu, Les dan Kane; Anda.... Siapa yang akan melengkapi tim lima-lawan-lima Keluarga Ferdinand? Adakah keluarga lain dalam sejarah sepak bola yang bisa mengalahkan Anda?
Lisa Williamson, London

Keluarga Neville sepertinya boleh dicoba. Saudara perempuan mereka juga lumayan sporty. Namun, belum ada lagi yang mencuat di Keluarga Ferdinand. Anak-anak saya (dua putra dan satu putri) terlalu muda untuk punya pendapat apakah mereka menyukai sepak bola, tapi saya tak mau memaksa mereka. Jadi sampai saat ini kami hanya punya tim empat-lawan-empat....

Setelah bersinar di tim muda, Anda menghabiskan empat tahun di bawah Harry Redknapp di West Ham. Apa kenangan terkocak Anda tentangnya sebagai manajer? Bagaimana semprotan “hairdryer”-nya dibandingkan  milik Fergie?
Steven Ruffhead, via Facebook

Harry tak bisa menyembunyikan kemarahan atau kejengkelannya kepada Anda. Ia datang ke latihan dan kami biasanya berkata: “Ya, Tuhan. Ia pasti mengalami hari buruk di pacuan kuda atau menerima telepon tak enak.” Jadi, sebelum ia ngamuk, biasanya Anda sudah tahu dari mimik mukanya. Harry bisa lepas kendali, tapi Fergie beda--Anda tak bisa menduga saat ia akan marah dan ia selalu yang berkata-kata paling akhir. Biasanya yang terlontar kata-kata yang sangat, sangat tajam! Namun, Harry buat saya sosok brilian. Saya selalu merasa berutang budi kepadanya karena ia memberi saya kesempatan melakukan debut.

Karier

  • 1995-2000 West Ham United; 152 partai (2 gol)
  • 1996-97 Bournemouth (pinjaman); 10 (1)
  • 2000-02 Leeds United; 73 (3)
  • 2002-14 Manchester United; 405 (7)
  • 1997-2011 Inggris; 81 (3)

Glenn Hoddle bilang ia berniat memasang Anda sebagai libero ala Matthias Sammer di tim Inggris sebelum ia dipecat dalam formasi 3-5-2. Apakah Anda akan menyukai peran tersebut?
Tom Wales, via surel

Ya, salah satu penyesalan terbesar saya adalah Glenn tak terus menjadi manajer Inggris. Saya benar-benar merasa tim itu akan berkembang lebih bagus jika ia tetap di posisinya dan para pemain pun senang bermain untuknya. Saya pikir-pikir gagasan-gagasannya terlalu besar untuk zamannya. Glenn meminta saya menggiring bola keluar dari lini belakang, sedangkan manajer seperti Sven tak menyukai bek tengah yang menggiring bola.

Saya senang melewati pemain lawan saat masih kecil dan saya selalu menengok ke belakang dan berandai-andai apa yang akan terjadi jika Glenn terus jadi manajer…. Siapa tahu perubahan yang saya akan alami. 

Benarkah Anda tak pernah ingin meninggalkan West Ham?
Olly Adkins, via surel

Saya tak pernah minta pindah. Saya cinta klub itu. Hasil pertandingan mereka masih yang pertama yang saya simak setelah hasil pertandingan United. Di sanalah saya tumbuh dan belajar.

Dua musim panas sebelum hengkang saya ingat saya mendatangi ketua klub (Terence Brown) dan bertanya: “Apakah kita akan belanja pemain?” Kami memiliki beberapa pemain muda bagus dan ingin klub mendatangkan beberapa pemain top, tapi tak pernah terwujud. Ada banyak “bagaimana jika” terkait dengan tim West Ham itu, tapi saat klub menerima tawaran Leeds, saya tahu kesempatan saya berakhir.

Saya dengar John Moncur orang paling sinting di Upton Park selama Anda di sana. Apakah tak lebih gila dibandingkan Di Canio?
Ant Gibson, South Shields

Ya! Moncs orang paling kocak yang saya pernah kenal di sepak bola. Jika pergi seharian, saat kami mendatangi satu tempat, ia sering lompat masuk ke dalam tempat sampah. Ia masuk ke tempat sampah sedangkan kakinya terjulur keluar! Kami pernah ke TGI Fridays dan ia berlari ke arah bar dan melompat kepala lebih dulu. Ia terjatuh di lantai dekat mata kaki penjaga bar. Moncs sering nongkrong bersama teman-teman hingga sore lalu bilang: “Saya enggak tahu lagi mau ngapain setelah ini” dan ia pun ngeloyor pulang. Jadi, ia benar-benar tahu batas.

Prestasi

  • Piala Dunia Klub FIFA 2008
  • Liga Champion UEFA 2008
  • Premier League 2003, 2007, 2008, 2009, 2011, 2013
  • Piala Liga 2006, 2009

Anda menjadi bek termahal dunia pada 2000 saat Leeds membayar £18 juta untuk mendapatkan Anda, tapi Anda mengalami debut buruk--tertinggal 0-3 dari Leicester hanya dalam 29 menit! Apa ya g terlintas dalam benak Anda saat itu?
Gary Bass, Staines

“Apa yang aku lakukan?!” adalah yang terpikir dalam kepala saya. “Apakah saya membuat keputusan yang tepat pindah ke sini?!” Saya pikir West Ham juga menang hari itu dan naik ke peringkat lebih tinggi dari kami, jadi saya merasa sangat buruk. Manajer (David O’Leary) memainkan saya, Woody, dan Radebe sebagai trio bertahan, tapi saat ia mengubah itu, kami jadi lini bertahan yang sangat bagus. Saya senang di Leeds. Tim hebat, fan hebat, kumpulan pemain yang hebat. Saya beruntung pernah berada di tiga klub yang di mata saya tidak punya keburukan.

Tim Leeds Anda nyaris berjaya di Premier League dan Liga Champion. Apa yang dimiliki Man United yang Anda perkuat yang tak dimiliki Leeds dulu?
Kerry Simmons, Leeds

Pengalaman. Tim itu tak punya pengalaman juara selalu sosok David Batty. Tak ada yang memiliki mentalitas tersebut. Tak ada yang hampir jadi juara selain mungkin Gary McAllister, tapi ia akhirnya tak benar-benar bermain. Kami semua baru mengalami hal itu dan sejujurnya kami tidak memajukan klub karena gaya hidup kami. Kami semua masih muda, semua berusia antara 19 hingga 25, semua menjalani kehidupan penuh hura-hura. Karena masih muda, kami hingga titik tertentu dibolehkan menjalani kehidupan seperti itu, tapi pada momen-momen menentukan dan kami mesti menang dalam beberapa pertandingan tertentu melawan tim tertentu, kami tak memiliki mentalitas tersebut.

Saya pikir jika bermain bersama selama dua tahun lagi dan menambahkan pemain, tim itu akan mampu menantang Manchester United, tapi itu tak pernah terwujud.

Kapan tepatnya saat di Leeds Anda sadar bahwa situasi keuangan mereka buruk? Apakah ada langkah penghematan yang sangat terasa, misalnya para pemain diharuskan mencuci pakaian sendiri?
Brett Carpenter, Horsham

Tak separah itu, tapi sebelum saya turun di Piala Dunia (2002), ada yang menyampaikan beberapa hal tentang klub kepada saya dan saya berpikir, “Tak mungkin seburuk itu.” Namun, isu-isu itu kemudian kian santer dan saya baca soal spekulasi kepindahan saya ke Man United. Orang-orang yang tahu masalah itu lalu bilang kepada saya bahwa klub berada dalam situasi buruk dan mereka mesti menjual beberapa aset terpentingnya.

Saya tahu pemain sepak bola selalu bilang bahwa mereka tak terlalu memusingkan nilai transfer, tapi menjadi bek pertama dunia yang mencapai nilai £30 juta saat bergabung dengan Man United pasti membuat Anda tertekan?
Scott Duncan, via Facebook

Tidak juga. Momen paling membuat saya tertekan justru terjadi pada sesi pertama latihan. Kami sedang bermain kucing-kucingan dan saya dengar Ole Gunnar Solskjaer berkata, “Berapa? Tiga puluh juta? Apa?!” Kalau yang bicara Keano atau Butty, saya tidak kaget, tapi ini Solskjaer. Ini rekan-rekan setim saya dan Anda pasti ingin membuat rekan-rekan setim terkesan. Namun, saat melangkah ke lapangan, itu jadi urusan nomor dua. Saya tak pernah bicara soal biaya transfer, kecuali dengan media.

Acara Rio’s World Cup Wind-Ups di televisi sungguh bagus. Apakah Rooney atau Crouchie mendapat kesempatan membalas Anda? Apakah Anda masih usil? Pernah menjahili Fergie?
Steve Marsh, via Twitter

Saya suka bercanda tapi tak ada yang pernah berhasil membalas saya. Saya terlalu cerdas! Acara itu bagus dan saya mungkin akan melakukannya lagi di masa depan karena banyak orang di Twitter dan Facebook bertanya soal itu, tapi saya tak punya waktu. Fergie? Tidak pernah. Ronaldo dulu sering menjahilinya. Ia sering menyembunyikan sepatunya, tapi Ronnie kan pemain kesayangannya jadi ia bisa lolos.

Apakah hukuman yang dijatuhkan FA akibat absen dari tes doping mengubah Anda sebagai pribadi? Apakah itu masa terkelam dalam karier Anda?
Josh Hanson, via Twitter

Jika hal-hal seperti itu tak bisa membuat Anda jadi lebih bertanggung jawab, saya tahu hal apa yang bisa. Orang berasumsi bahwa saya pasti menyembunyikan sesuatu, tapi saya melakukan semua tes yang diminta pada akhirnya dan hakim berkata bahwa terbukti secara meyakinkan bahwa tak ada apa pun dalam sistem tubuh saya--tes-tes itu menelusuri jejak doping berbulan-bulan sebelumnya. Jadi saya tak pernah ragu, saya hanya tak lalai tak datang ke tes itu saat itu dan mendapat hukuman berat akibat kelalaian itu. Delapan bulan karier saya lewat begitu saja. Itu jelas masa terkelam dalam karier saya career, terutama karena saya tahu ada orang-orang yang berusaha menghancurkan nama saya dengan bilang bahwa saya menggunakan doping. Itu yang paling membuat saya kecewa. Orang berasumsi saya memakai obat-obatan dan berusaha menyembunyikannya.

Bagaimana perasaan Anda saat pertama kali mendengar bahwa rekan-rekan setim Anda di timnas Inggris berencana mogok untuk mendukung Anda akibat hukuman tes doping itu?
Kerry Tia, via surel

Sangat tak nyaman. Tindakan mereka baik, tapi itu masalah saya. Saya tak ingin mengorbankan apa pun demi diri saya. Ada beberapa teman baik di tim itu.

Anda butuh tiga tahun untuk mencetak gol buat kami, Rio, tapi saya tak pernah lupa gol penentu kemenangan pada menit terakhir yang Anda buat saat melawan Liverpool di depan Stretford End. Gol paling menyenangkan sepanjang karier Anda?
Jeff Hale, Swindon

Bisa gol itu atau tendangan voli ciamik yang saya buat juga saat melawan Liverpool. Saya mencetak gol ke gawang mereka juga saat bermain bersama Leeds di Anfield. Namun, jika Anda mencetak gol pada menit terakhir melawan rival di Stretford End jelas bagaikan mimpi. Gol itu seperti gol-gol di Roy of the Rovers.

Pernah ke Rio, Rio? Karena Piala Dunia akan digelar di Brasil dan Olimpiade di Rio, saya bisa bayangkan Anda membintangi acara wisata berjudul Rio on Rio. Mau melakukannya?
Fred May, Manchester

Orang ini pintar, ya. Apakah ia sudah menganggap saya tak akan pergi sebagai pemain? Sepertinya begitu, ya. Saya tak pernah ke Rio. Saya pernah tampil di televisi dan kadang berpikir, “Saya kayaknya ingin jadi manajer. Saya tak bisa meninggalkan sepak bola.” Dengan pengalaman yang saya miliki, saya jelas ingin membagikannya. Namun, kadang saya berpikir ingin memberi waktu lebih banyak untuk keluarga dan melakukan hal-hal lain... tapi saya belum tahu. Namun, saya tak akan tampil dalam acara Rio TV!

Siapa penyerang tengah paling tangguh yang pernah Anda hadapi?
Warren Bedil, via Twitter

Raul. Saya selalu mengalami kesulitan menghadapi para pemain yang bermain menjauhi saya. Anda tak bisa benar-benar menjaga mereka, tak bisa menyodok atau menendang mereka, bahkan tak bisa mendekati mereka untuk mendikte pergerakan mereka. Raul selalu jauh dari Anda dan jika Anda menempelnya terlalu ketat, ia akan melesat setelah melakukan satu sentuhan; jika tak menempelnya dengan ketat ia akan mengoper bola kepada seseorang di belakang Anda atau hal-hal lain seperti itu. Raul menjadi bahan pelajaran bagus buat saya. (FFT: Di Premier League?) (Lama berpikir) Bergkamp. Ia juga pemain yang bermain seperti itu, sulit mendekatinya. Para pemain seperti ini seperti hantu dan meski ia tak menyakiti Anda, ia menyakiti tim Anda saat mulai mendikte permainan.

Benarkah sekelompok fan Man United yang mengenakan tudung muncul di depan rumah Anda setelah tabloid menurunkan kabar bahwa Anda bertemu dengan Ketua Eksekutif Chelsea, Peter Kenyon?
Charles Davey, Bristol

Ya. Saya sedang di rumah dan pada satu malam di musim panas saat bel pintu berbunyi. Namun, kamera keamanan tak menunjukkan apa-apa jadi saya pikir pasti ada yang tak beres. Saya lalu menjawab, “Siapa?” “Rio ada?” “Siapa Anda?” “Suruh dia keluar.” Saya tak tahu siapa yang datang, tapi tak berpikir bahwa mereka fan. Saya lalu keluar dari pintu samping dan mengambil sebuah tongkat kayu besar, merapat ke dinding samping, dan siap berteriak saat saya melihat kerumunan orang, mengenakan tudung dan topi yang menyembunyikan wajah mereka. Saya berpikir, “Mampus saya. Jadi saya akan mengamuk dan membuat Anda berpikir saya gila!” Salah seorang dari mereka lalu bilang: “Kami fan United. Tanda tangani kontrakmu” dan saya lalu menjawab “Apa maksudmu? Saya baru dua bulan lalu mulai bernegosiasi? Apa yang membuatmu khawatir?” Jadi, saya bertemu agen saya selama setengah jam dan Kenyon sedang bersamanya. Ada yang memfoto dan membuat berita seolah saya sedang makan bersama. Saya lalu bilang kepada para fan itu: “Jika saya sedang membuat kesepakatan dengan klub lain, apakah menurutmu saya akan melakukan siang hari bolong?” Salah seorang tetangga menelepon polisi saat itu dan mereka kabur saat mendengar sirine.

Anda menjadi kapten United di final Liga Champion di Moskow pada 2008. Apakah itu momen paling membahagiakan bagi Anda di lapangan sepak bola? Momen paling kelam apa yang Anda rasakan setelah pertandingan itu?
Gene Moss, Weston Super Mare

Salah satunya, ya. Ada pula semifinal bersama Leeds, perempat final bersama United, dan saya berpikir tak akan pernah merebut gelar juara. Jadi, saat kami berhasil, emosi saya meledak. Saat saya melihat keluarga dan teman-teman, saya agak ingin menangis, tapi lalu saya melihat ke sekeliling ke arah teman-teman saya dan berpikir bahwa saya tak boleh menangis di depan mereka. Sir Bobby Charlton mendatangi saya dan menyampaikan beberapa patah kata dan itu momen yang sangat, sangat menyenangkan.

Momen terkelam? Saya tak bisa memilih satu... semifinal melawan Everton di Wembley, perempat final melawan Portsmouth, final Piala FA melawan Chelsea… kami mendominasi Arsenal di final Piala FA tapi lalu kalah, dua final melawan Barcelona, saat menjamu Bayern Munich di kandang … kekalahan selalu menyakitkan. Saya tidak tahu persis yang memacu saya apakah karena saya memang menikmati kemenangan atau hanya lega karena tidak kalah. Perasaan dalam diri kita saat kalah benar-benar buruk.

Mana yang lebih menyakitkan: kehilangan ban kapten atau tak dipanggil ke skuad Euro 2012?
Dave Franks, via Twitter

Tak dipanggil ke skuad Euro. Sejujurnya, kehilangan ban kapten tak bisa saya hindari karena saya tak benar-benar bermain akibat cedera setelah Piala Dunia. Saya sendiri mungkin akan mengambil keputusan itu karena untuk menjadi kapten Anda mesti bisa diturunkan dan saat itu saya tak bisa bermain. Namun, sebagai pemain Anda pasti ingin bermain di turnamen besar dalam situasi apa pun. Jika tidak merasa kecewa akibat tak dipanggil masuk skuad turnamen besar, Anda sebaiknya gantung sepatu.

Pada 2004, Anda berkata kepada FFT bahwa Anda tak pernah menolak Inggris, meski FA menghukum Anda. Mengingat perlakuan yang Anda terima belakangan ini, apakah Anda masih merasa begitu?
T Hammet, Egham

Ya. Bermain untuk Inggris... saya tak pernah lupa bagaimana rasanya. Saya selalu ingat kali pertama saya bermain untuk timnas. Kebanggaannya, perasaan bahwa saya bisa pulang menemui teman-teman saya di sekitar rumah dan bilang, “Saya akan memperkuat timnas U18 Inggris”. Ketika kemudian saya diberi tahu saya masuk skuad dan saya bertanya, “Apa, U21?” lalu mereka menjawab, “Bukan, tim utama.” Saat bermain untuk Inggris, saya mencoba merasakan emosi yang pertama kali saya rasakan.

Anda pernah bermain di bawah arahan Hoddle, Keegan, Sven, McClaren, Capello, dan Hodgson bersama Inggris. Di bawah siapa Anda paling senang bermain?
Mark Aitken, via Facebook

Mmm, saya belum pernah bermain di bawah arahan Hodgson, jadi Anda salah! Hoddle yang terbaik. Ia selalu mampu membuat Anda melangkah ke lapangan tanpa rasa takut. Ada kemungkinan ia kembali ke posisi manajer setelah Capello, tapi saya tak tahu kenapa ia tak mendapat pekerjaan di FA. Sejujurnya, kok bisa ia tak mendapat pekerjaan di sana? Ia salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Inggris. Berpikiran maju, menggunakan pendekatan gaya kontinental, punya keinginan melihat orang bermain dengan cara yang benar... saya tak mengerti.

Anda sudah beberapa tahun keluar-masuk ruang perawatan. Bagaimana tubuh Anda bisa bertahan dan berapa lama lagi Anda berencana akan terus bermain?
Simon Pinto, Milan

Saya sudah tak masuk ke ruang perawatan sama sekali dalam 18 bulan terakhir. Saya bermain dalam 35 partai musim lalu, dan musim ini saya kurang-lebih selalu bermain, tapi sebelumnya, ya, dua tahun saya tak beruntung. Punggung saya bermasalah. Saya tak bisa menuntaskan masalah itu dan mencari cara mengatasinya. Kini mudah-mudahan ada masalah lagi. Namun, ya, saya pernah mengalami masa-masa buruk.

Anda orang London, Rio. Bagaimana pandangan Anda tentang reaksi buruk terhadap sepak bola sejak Olimpiade London? Apakah Anda dan rekan-rekan menyadari hal itu?
Jim Weston, via Facebook

Semua olah raga lain telah berjaya, tapi tak mendapat perhatian sebesar sepak bola. Sepak bola selalu disoroti, tak hanya di sampul belakang, tapi juga di sampul depan, dan kadang kala pesepak bola mengecewakan publik. Sayang sekali, tapi sepak bola selalu menjadi berita utama dan orang mulai menghujat semua pesepak bola. Saya yakin jika Anda berkumpul dengan para pemain rugbi, hoki, atau atlet lain, Anda akan lihat sosoknya sama dengan pesepak bola. Namun, mereka bukan berita panas. Jadi, mengatakan bahwa pesepak bola adalah sosok-sosok yang buruk jelas berlebihan. [FFT: Namun, orang jelas fokus kepada uang yang dihasilkan para pesepak bola modern…] Sungguh aneh orang fokus kepada hal itu, padahal coba lihat Rory McIlroy, yang mungkin meraup pendapatan sangat besar tapi tak pernah diusik karena ia bukan pesepak bola. Coba cermati para pemain NBA, Luol Deng dan kawan-kawan. Mereka mempunyai penghasilan sangat tinggi, tapi tak ada yang bicara apa-apa. Jangan salah paham, kami bukan tak punya salah, tapi orang bisa dengan mudah mengkritik pesepak bola menggunakan argumen soal uang.

Saya mesti tanya soal Twitter, Rio. Seberapa waswas Anda sebelum menekan tombol “tweet’ belakangan ini? Bagaimana pendapat Fergie soal itu? 
James Shelton, Bedford

Jika ia bisa menghentikan Twitter, ia pasti akan melakukannya! Ada beberapa situasi di mana saya dihukum akibat beberapa hal yang saya anggap lucu, tapi itu sudah terjadi dan Anda mesti menerimanya. Saya senang Twitter dan saya pikir jika sudah ada Twitter saat saya masih kecil, saya akan berusaha terhubung dengan para pemain yang saya idolakan. Karena itulah saya terus menggeluti Twitter. Kadang saya mengirimkan tweets ke beberapa orang yang saya kenal, tapi saya pikir kita mesti jujur di Twitter dan berusaha tak terbelit masalah.

Jabat tangan sebelum pertandingan: bermanfaat atau buang-buang waktu?
Joe Wong, Dubai

Buang-buang waktu. Saya tak merasa kami perlu bersalaman menjelang pertandingan. Setelah laga kan kami bersalaman, jadi untuk apa berjabat tangan sebelum bertanding? Omong kosong.

Anda sudah pernah melakukan hal-hal di luar sepak bola, Rio. Apa selanjutnya? Anda ingin menjadi bintang film seperti Vinnie Jones? Sol Campbell juga menyebut-nyebut soal akting. Mungkin anda berdua bisa kembali berduet di film gangster Guy Ritchie berikutnya sebagai pemeran pembantu?
James Wilson, Nottingham

Pemeran pembantu? Anda meremehkan potensi akting saya. Saya akan mencoba peran yang emosional. Bakat saya terlalu besar untuk hanya menjadi pemeran pembantu. Saya perlu peran menjadi… entahlah, Luther barangkali. Atau jika mereka mencari pemeran James Bond baru, saya tak akan menganggap peran itu di luar zona kenyamanan saya! [tertawa]

Foto-foto: Jill Jennings

Simak produk-produk #5 terkini Rio di toko #5 yang baru saat ini.