Soccermatics: Rahasia Kehebatan Ozil dan Mengapa Wenger Terus Mengandalkan Ramsey

Professor David Sumpter menggunakan ilmu matematika untuk menunjukkan mengapa playmaker Jerman ini seperti sebuah permata...

Semua orang tampaknya memiliki pendapat tentang Aaron Ramsey. Craig Bellamy berkata bahwa Mesut Ozil harusnya memberikan kesempatan bagi pemain berkebangsaan Wales tersebut, sehingga Ramsey bisa bermain lebih ke tengah. Setali tiga uang dengan Bellamy, Steven Gerrard menyebutnya sebagai "gelandang serang terbaik di Premier League", dan bahwa "kualitasnya adalah saat bermain di lini tengah". Akan tetapi, Frank Lampard tidak begitu yakin. Dia mengatakan bahwa pemain 24 tahun itu harus sadar “bahwa Ozil adalah pemain No. 10 dan ia harus agak ke belakang ".

Agar lebih memahami semua pernyataan tadi, penting untuk memahami sistem yang diterapkan oleh Arsene Wenger: di hampir semua pertandingan yang mereka lakoni musim ini, Arsenal menggunakan formasi 4-2-3-1. Ini bisa dilihat dari rangkaian operan mereka, seperti contoh di bawah ini saat menghadapi Crystal Palace di awal musim. 

Berbeda dengan bagaimana formasi biasanya hanya digambarkan secara ideal berdasarkan bayangan saja, gambar jaringan umpan yang tersaji di atas diambil dari apa yang terjadi selama laga berlangsung. Lingkaran untuk masing-masing pemain menunjukkan rata-rata posisi mereka di atas lapangan di mana mereka membuat sebuah operan. Sementara garis tebal adalah jumlah dari operan yang secara bergantian dilakukan oleh pemain. 

Penempatan posisi Ramsey

Dari gambar tersebut, kita bisa melihat susunan 4-2-3-1 saat dimainkan. Empat pemain di belakang, tentu saja, Nacho Monreal, Laurent Koscielny, Per Mertesacker, dan Hector Bellerin. Dua gelandang bertahan adalah Santi Cazorla, Ozil dan Ramsey. Sementara itu, Olivier Giroud berada di depan, kendati Ozil juga bergerak jauh ke depan.

Apa yang kita lihat dari alur ini adalah Ramsey tidak "terpaku di posisi sayap", seperti yang diyakini oleh para komentator

Ketika semua pemain berada dalam kondisi fit, gaya sepakbola inilah yang dipilih oleh Arsene Wenger. Formasi ini sendiri dipakai saat mengalahkan Manchester United hanya dalam waktu 19 menit di awal Oktober lalu. Mereka mendominasi di daerah depan kotak penalti lawan.

Apa yang kita lihat dari alur ini adalah Ramsey tidak "terpaku di posisi sayap", seperti yang diyakini oleh para komentator sebelum cederanya Coquelin dan Cazorla membiarkannya ia kembali menempati posisi favoritnya. Meski ia berada di sebelah kanan dari tiga gelandang serang, ia membuat dan menerima operan dari sisi tengah wilayah lawan. Dia benar-benar bagus saat berada di tengah lapangan. 

Alur operan

Untuk lebih memahami soal peran Ramsey, dibawah ini adalah heat map operannya di 10 minggu awal Premier League musim ini. 

Tebal-tipisnya bayangan menunjukkan seberapa sering Ramsey membuat operan dari posisi tersebut di atas lapangan. Di sisi lain, panah biru menunjukkan rata-rata arah operan yang dilancarkan. Ramsey memang jelas berada di sisi kanan, tapi dia tidak serta merta terpaku di sayap. Dia amat berpengaruh dalam serangan Arsenal.

Untuk memberikan konteks pada pergerakan Ramsey tersebut, di bawah ini merupakan heat map operan Alex Oxlade-Chamberlain pada periode yang sama. 

Ini adalah heat map dari formasi tradisional 4-4-2 dengan gelandang sayap kanan, memanfaatkan lebar lapangan untuk melancarkan serangan. Oxlade-Chamberlain, bersama Joel Campbell, sama-sama memberikan alternatif serangan yang melebar kepada Wenger.

Penalty area passing

Dalam menganalisis gelandang serang Arsenal, ada satu pemain yang tentunya tak bisa dilewatkan: Ozil. Heat map operan sang pemain di bawah ini benar-benar membuktikan bahwa dirinya adalah pemain luar biasa. 

Terlihat bagaimana umpannya mengisi semua sisi luar kotak penalti. Ada satu titik dominan di sebelah kiri, meski demikian dia juga berada di sisi kanan, dan turun ke sisi sayap. Tak hanya itu, semua arah operan yang ditunjukkan oleh panah biru mengarah ke daerah penalti. Inilah bagaimana semua assistnya ia ciptakan: sejauh ini sudah mengoleksi 17 assist. Tidak ada pemain lain di Premier League memiliki heat map operan seperti Ozil. Dia berada di mana-mana.

Formasi 4-2-3-1 yang diusung Wenger bekerja dengan baik karena semua pemain di lini tengah merasa nyaman berada di ruang yang sempit di dalam dan di depan kotak penalti. Akan selalu ada diskusi tentang pemain seperti Ramsey, namun bersaing dengan Ozil dan Cazorla untuk mendapatkan lini tengah di Arsenal seharusnya bukan jadi perdebatan lagi. Dia sudah berada disana. Lihatlah bagaimana keduanya saling memahami satu sama lain saat berhasil menyetak gol di pra-musim melawan Lyon.

Seringkali para gelandang serang Arsenal sama-sama bermain di tengah dan mereka membutuhkan Ozil, Ramsey dan Sanchez untuk bekerja sama dan bermain rapat, menciptakan banyak peluang untuk satu sama lain dan Giroud. Dengan bekerja sama, maka empat pemain tadi sama-sama berpengaruh pada kesuksesan Arsenal saat ini. 

    STATS ZONE Gratis iOS • Gratis di Android