Songkrasin: “Suatu Hari Nanti, Saya Ingin Pergi Ke Barcelona"

Pemain muda sensasional Thailand, berbicara kepada Kazira Hans tentang karir sepakbolanya, bagaimana rasanya disamakan dengan Lionel Messi dan keinginannya bermain di Eropa...

Fans menjuluki kamu “Messi Jay” karena postur tubuh dan gaya bermain mirip dengannya. Apa kamu menyukai Lionel Messi? Jika bukan Messi, siapa yang kamu suka? Siapa kamu ingin disamakan?

Ayahku suka Diego Maradona. Dia pikir saya bisa menjadi seperti Maradona dan saya juga suka dengannya, tapi kita sekarang di era Messi. Jadi ketika fans membandingkan saya dengan seseorang mereka memanggil saya Messi Jay. Saya sangat senang bisa disamakan dengannya karena ia pemain terbaik tapi saya rasa belum pantas karena dia terlalu hebat. Jika boleh memilih saya ingin menjadi Jay Chanatip. Banyak Messi di berbagai negara namun hanya ada satu Chanatip. Sangat keren nantinya, apabila namaku dijadikan sandingan pemain lain. Saya ingin jadi panutan dan bahan perbandingan.

Kamu bintang sepak bola tapi kamu tidak sering nonton pertandingan dan tidak mengikuti tim tertentu, bagaimana tehnik dan skill bisa dikuasai? Bakat natural?

Saya tidak sering lihat pertandingan bola, karena tidak ada tim yang saya favoritkan. Beberapa pemain yang saya sukai diantaranya idola saya. Panutan utama adalah Maradona, Messi, dan Steven Gerrard. Mereka adalah idola saya, bukan karena permainan saja tapi kehidupan di luar lapangan. Mungkin Maradona tidak masuk hitungan! (tertawa)

Ayahmu adalah pelatih pertamamu. Apakah dulu dia pernah bermain bola? Apa pelajaran penting yang masih kamu ingat sampai sekarang?

Ayahku dulu juga bermain sepakbola tapi tidak terlalu baik (tertawa). Dia sangat percaya pada hal-hal dasar. Hal pertama yang diajarkan kepada saya adalah dasar-dasar sepak bola. Dia melatih ketika saya masih sangat kecil kalau tidak salah sekitar empat tahun. Cara mengontrol bola dan menggunakan bola begitu terus sampai kelas sembilan kira-kira saat saya berumur 15. Apa yang saya pelajari tentang sepak bola seperti belajar, jika kamu bagus dalam hal-hal dasar maka kamu bisa melangkah ke jenjang selanjutnya seperti trik baru. Tapi tanpa itu semua, sulit bagi kita untuk bisa melakukan hal yang lain. Pelajaran penting yang diajarkan adalah bermain pintar karena saya kecil sulit beradu fisik dengan pemain lain. Dengan itu semua maka ketika tiba saatnya main saya jadi diri sendiri.

Sebagai bintang di tim nasional Thailand, bagaimana cara kamu menghilangkan rasa tegang sebelum bertanding?

Saya tidak merasakan itu. Saya tidak melihat itu sebagai halangan. Sebelum menuju lapangan, saya kosongkan pikiran, tidak perduli apa perkataan orang tentang apapun. Setiap kali bertanding saya bermain dan mencoba untuk menikmati permainan karena sepak bola membuat diriku senang. Sumber utama kebahagiaan adalah dalam pikiran ada seorang anak kecil yang terus belajar dan berkembang. Tidak boleh berpikir bahwa saya lebih baik dari keseluruhan tim, sepak bola adalah olah raga tim dan kerjasama merupakan kunci utama bukan sesuatu bisa dibereskan sendirian. Tidak bisa hanya bergantung pada satu pemain saja, semua memegang peranan penting.

Tiga pemain belakang Korea Utara tidak bisa berhentikan dirimu… ada cara lain bagi pemain lawan untuk berhentikan dirimu?

Sepak bola merupakan penguasaan bola jika kamu kehilangan bola dengan mudah maka ada yang salah. Ketika saya memegang bola hal utama di kepala saya adalah untuk selama mungkin kuasai, jika bisa bergerak maka akan saya lakukan, jika tidak, maka cari teman yang lebih bebas dan berikan kepada mereka karena sepak bola adalah olah raga tim.

Kita semua sudah melihat bagaimana Raheem Sterling ingin meninggalkan Liverpool untuk tim yang bisa berikan dirinya trofi. Karena kamu seumur dengannya maka apa yang ada dipikiran pemain muda, tetap loyal atau pergi untuk cari pengalaman baru?

Kamu bertanya padaku? (tertawa) Saya baru saja perpanjang kontrak sampai 2018. Menurutku pindah ke tim baru bukanlah perkara mudah. Akan ada penyesuaian baru seperti bagaimana bermain dengan teman baru, adaptasi budaya lokal jika beda negara, dan tidak memperkirakan apa yang bakal terjadi. Bagi saya jika tim ini adalah tempat berikan saya kebahagiaan bermain bola dan tumbuh bersamanya maka saya sudah cukup senang. Saya bisa bahagia dimana saya bisa bermain bola, senang juga disini namun saya tetap mempunyai opsi untuk pindah karena ingin merasakan main di luar negeri.

Kapan kamu merasa "Hey, ini dia! Apakah saya adalah seorang pesepakbola profesional?"

Pertandingan pertama lawan Muang Thong United. Bukan debut tapi pertandingan pertama saya menjadi starting line up. Saya berusia 17 tahun saat itu dan pertama kali masuk dari awal bersama tim utama BEC Tero.

Apa pertandingan yang paling kamu kenang?

Tanpa ragu, Toyota League Cup 2014. Buriram United merupakan juara 2013 dan kami adalah pesaing. Tekanan begitu besar, kami berhasil di babak kedua lewat dua gol. Saya tidak buat gol tapi bisa bikin assist untuk gol kedua.

Awal karir apakah sering merasa minder dengan tinggi badan tak sampai 160cm? Pernah merasa menyerah? Kami juga pernah mendengar soal orang-orang mentertawakan postur tubuh, bagaimana melewati itu semua?

Saya tidak merasa dengan tinggi badan maka harus menyerah dari olah raga ini. Sakit hati, iya tapi tidak sampai membuat ingin keluar dari bola karena saya sangat menyukai olah raga ini. Saat dimana pernah ingin merasakan keluar adalah di usia enam tahun. Saya tidak boleh berlari di lapangan hanya mengikuti arahan dari ayah. Tapi sekarang saya tahu itu semua berguna bagi saya dan semakin yakin kalau memang olah raga ini cocok denganku. Saya tidak akan menyerah walau beberapa coba kecewakan aku.

Apa pendapatmu tentang Teerasil Dangda yang hanya sebentar main di UD Almeria, apakah inspirasional atau buat kamu berpikir ulang?

Saya bangga padanya sebagai sesama pemain bola dan saudara. Dia pemain yang bagus walau sedikit tertutup dan malu. Ketika pindah ke Almeria, saya percaya dia bisa berhasil di sana hanya dia jarang mendapat kesempatan bermain. Bagi kami pemain asal Thailand banyak pihak tidak percaya bahwa kami memilki bakat mumpuni, dan itulah yang harus diperjuangkan. Sebagai pemain harus bisa buat mereka percaya kalau kami mampu bermain dengan baik.

Menurutmu apakah pemain Thailand lebih cocok main di Eropa atau belahan Asia lain? Akankah ini mempengaruhi keputusanmu nanti?

Semua berpikir kalau saya terlalu kecil untuk main di Eropa dan lebih baik main di J League. Tapi saya yang akan bermain nantinya bukan mereka. Saya tetap mendengarkan pendapat mereka dan saya ingin membuktikan bahwa pemain Thailand bisa tampil dengan baik. Saya ingin merasakan J.League tapi saya juga ingin merasakan main di Eropa. Lihat bagaimana Shinji Kagawa main untuk Borussia Dortmund, dia juga tidak memiliki fisik tinggi tapi bisa berhasil disana. Karena paling penting adalah kita harus tahu bagaimana caranya memainkan bola dengan benar.

Kami dengar kamu mendapat tawaran dari beberapa tim J League tapi belum dapat tanggapan, apakah masih mengejar mimpi tampil di liga besar?

Pertanyaan hipotesis? Jelas saya punya cita-cita. Suatu hari nanti saya ingin ke Barcelona berlatih dan main bersama Messi, Neymar, Dani Alves, Andres Iniesta, dan Suarez. Kesempatan langka dalam hidup, saya ingin lakukan itu. Mungkin satu-dua bulan disana untuk mempelajari sepak bola lebih dalam. Kurang tahu apakah bisa terjadi atau tidak, jika bisa saya pasti akan kesana.

Tahun lalu kamu juga dihubungkan dengan Shimizu S Pulse, Hamburg, dan beberapa tim Korea tapi malah memperpanjang kontrak bersama BEC Tero sampai 2018. Apa artinya ini masih mengincar mimpi besar? Begitu juga dengan Incheon UTD apakah mungkin kesana?

Itu keputusan yang sulit. Semua itu masih mungkin terjadi tapi pilihan pertama saya adalah S Pulse. Saya sempat habiskan dua minggu berada di sana, pengalaman sangat menyenangkan semuanya sangat baik dari sistem, profesionalitas, liga, begitu juga permainan. Bangga bisa menjagi bagian dari klub tersebut.

Apa gol terbaik dalam sepanjang karirmu?

(Tertawa dan menjawab tanpa jeda) gol saat lawan Malaysia di leg kedua AFF Suzuki Cup di Malaysia. Saat itu skor 3-1 dan keuntungan bagi mereka dan gol saya akhirnya memastikan kemenangan bagi kami. Perasaan saat itu tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Bagaimana rasanya masuk dalam FFT 50 terbaik Asia bersama Keisuke Honda dan Son Heung Min? Dan menjadi satu-satunya pemain dari Asia Tenggara dalam daftar ini?

Sebuah kehormatan, terima kasih FFT atas kesempatan ini. Saya ingin gunakan kesempatan ini untuk berterima kasih kepada pelatih, ayah, keluarga, dan sahabat. Sengan bisa masuk dalam FFT Asia 50 sebuah tanda sudah berada di jalur tepat. Mulai sekarang saya akan berjuang keras untuk memperbaiki posisi di daftar. Ayahku selalu berkata bahwa saya lahir untuk memecahkan rekor dan tak ada satupun percaya padanya termasuk saya. Sekarang saya rasa dia benar. Ini tahun ketiga saya bermain profesional dan sudah banyak gelar dan rekor dipecahkan. Bukan maksud sombong tapi saya sudah kehabisan tempat untuk menaruh itu semua (tertawa), masuk dalam daftar ini juga berarti tahun depan harus lebih baik melangkah maju. Terima kasih FFT, saya benar-benar merasa senang.

Perdebatkan #FFTASIA50