Spesial Madura United: Tim Ajaib yang Mencoba Mengejar Sejarah

Kesuksesan Madura United menjadi juara paruh musim Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 adalah sebuah kejutan terbesar mereka sejauh ini. Kini, mereka tengah menulis sebuah sejarah, sebut Renalto Setiawan...

Batman, salah satu karakter superhero keluaran DC Comic, adalah salah satu tokoh komik terpopuler hingga saat ini, dan hal ini tak mungkin terjadi jika Bob Kane, komikus keturunan Yahudi-Amerika, tidak pernah memvisualisasikan idenya ke dalam kertas gambar pada tahun 1939 lalu. Orang-orang mungkin masih akan mempertanyakan mengapa benda yang berada di atas akan jatuh ke bawah jika Isaac Newton, seorang ilmuwan asal Inggris, tidak pernah memberikan penjelasan yang dapat dinalar oleh akal melalui hukum gravitasinya yang fenomenal itu. Lalu, apa yang membuat Michael Phelps, perenang asal Amerika, layak disebut sebagai "alien"? Di Olimpiade Rio baru-baru ini dirinya berhasil melampaui rekor Leonidas, seorang Raja Sparta yang juga seperti tokoh fiktif dalam gelaran olimpiade. Jika Leonidas secara individu hanya mampu menghasilkan dua belas medali emas, Phelps secara individu berhasil meraih medali emas ketigabelasnya di Brasil , menjadikannya manusia paling rakus dalam sejarah panjang olimpiade – total Phelps meraih 25 medali emas, baik secara individu maupun beregu, sepanjang kariernya.

Tanpa sejarah, baik Bob Kane, Isaaq Newton, maupun Phelps mungkin tidak akan pernah dianggap sebagai karya Tuhan yang paling sempurna. Secara tidak sadar, melalui karya-karyanya, sejarah membuat mereka menjadi orang-orang penting di dalam kehidupan manusia.

Melalui sepakbola, Madura United ingin menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah panjang kehidupan masyarakat Madura – sebuah usaha yang tentunya tak semudah membalikkan telapak tangan

Pada saat ini, Madura United, salah satu klub sepakbola asal Indonesia, ingin mencoba mengikuti jejak manusia-manusia hebat tersebut. Melalui sepakbola, mereka ingin menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah panjang kehidupan masyarakat Madura – sebuah usaha yang tentunya tak semudah membalikkan telapak tangan.

Bagaimana Madura United terbentuk

Jauh hari sebelum Stadion Gelora Bangkalan, Madura, menjadi markas Madura United, Perseba Bangkalan merupakan tuan dari stadion tersebut. Eksistensi Perseba kemudian berhasil membuat Stadion Gelora Bangkalan menjadi "tempat ibadah" bagi kebanyakan penggila bola Madura. Dari pendekatan itulah K-Conk Mania, kelompok penggemar Perseba, lahir. Hampir setiap Perseba bermain kandang, K-Conk Mania selalu hadir memadati tribun Stadion Gelora Bangkalan. Sayangnya pada tahun 2013 lalu, tanpa alasan yang jelas, manajemen Perseba menjual Perseba kepada warga Sidoarjo dengan harga Rp3,5 miliar. Warga Sidoarjo tersebut kemudian membawa Perseba berlabuh di kota Samarinda, Kalimantan Timur. Entah bagaimana ceritanya, saat ini Perseba kemudian berubah menjadi Pusamania Borneo FC.

Perseba Bangkalan

Perseba Bangkalan ketika menjadi juara Divisi Tiga Liga Indonesia 2013

"Kami kecewa berat pada saat itu," kata Mamad Taufik, humas K-Conk Mania, kepada Tempo, salah satu media ternama Indonesia. Sejak saat itu, Stadion Gelora Bangkalan tak lagi bertuan. Pun demikian dengan K-Conk Mania.

Menyadari hal tersebut dan dengan niatan untuk sekali lagi membangkitkan sepakbola Madura, Achsanul Qosasi, mantan bos Persepam Madura Utama, mengakusisi Persipasi Bandung Raya pada awal tahun 2016 lalu. Dirinya membawa klub hasil merger ke Persipasi Bekasi dan Pelita Bandung Raya tersebut ke Madura sekaligus mengganti namanya menjadi Madura United.  Sayangnya, sebagian besar masyarakat Madura pada awalnya skeptis dengan kehadiran Madura United. Bagi mereka, Madura United bukan Perseba, dan mereka merasa tidak mempunyai ikatan yang kuat dengan klub barunya tersebut.

Madura United

Madura United awalnya dipandang sebelah mata oleh warga Madura (Foto: GTS)

Hal ini masih ditambah dengan materi pemain Madura United yang dinilai tidak akan mampu berbuat banyak di divisi tertinggi sepakbola Indonesia. Sebagian besar pemain Madura United adalah pemain yang tidak terpakai oleh klub-klub mereka sebelumnya. Hery Prasetyo, kiper Madura United, merupakan mantan kiper ketiga Persebaya Surabaya (yang kini menjadi Bhayangkara Surabaya United). Munhar, bek Madura United, juga lebih sering duduk di bangku cadangan saat berseragam Arema Cronus dan Persebaya Surabaya. Rendy Siregar adalah pemain buangan dari PSM Makassar. Sementara Ahmad Maulana, Engleberd Sani, dan Bayu Gatra juga mengalami nasib serupa di klub mereka sebelumnya. Dan pada saat keinginan Achsanul Qosasi untuk membangkitkan sepakbola Madura sekaligus menyatukan masyarakat Madura terancam gagal, Gomes de Olivera kemudian muncul sebagai pahlawan dengan ramuan ajaibnya.

Selanjutnya: Keajaiban Gomes de Olivera yang mengubah wajah Madura United...