Teddy Sheringham, My Perfect XI: Siapa Striker yang Lebih Baik daripada Alan Shearer?

Kami menggali buku arsip kami hingga tahun 2002 untuk mengetahui siapa saja yang masuk dalam line up ideal Teddy Sheringham... 

Penjaga gawang: Peter Schmeichel

Mengagumkan. Ia adalah salah satu pemain yang Anda sama sekali tidak menyenangkan saat harus menghadapinya, tapi akan sangat bahagia jika ia ada dalam tim Anda. Peter benar-benar mengisi gawang. Mengingat kembali ke tahun pertama saya di Man United, saat saya kesulitan, mungkin saya seharusnya berlatih dengan kiper cadangan saja. Sangat sulit untuk mencetak gol saat menghadapinya, secara psikologis rasanya akan meningkatkan rasa percaya diri saya jika bisa menghindar dari dirinya untuk sementara!

Bek kanan: Cafu

Seorang atlet yang luar biasa. Tiga bek lain pilihan saya terkenal dengan kemampuan bertahan mereka, tapi Cafu sangat menyerang jadi bisa melengkapi mereka dengan baik. Ia bisa membantu menyerang dan juga overlap, tapi langsung kembali bertahan hanya beberapa detik saja. Ia juga mampu melakukan umpan silang dengan baik dan juga bisa menciptakan gol.

Cafu

Bek tengah: Jaap Stam

Jaap adalah seorang manusia yang layaknya gunung, tapi secepat Ferrari. Saya mendengar beberapa kritik yang menyebutnya lambat, tapi itu semua sampah. Sebagai pemain yang bertugas menjaga pemain lawan, ia adalah yang terbaik yang pernah saya lihat. Saat anda bermain menghadapi penyerang berlevel dunia seperti Batistuta, Ronaldo, Inzaghi... satu-satunya pikiran mereka adalah mencetak gol. Tapi dalam situasi satu lawan satu, Jaap adalah orang yang tepat untuk menghentikan situasi seperti apapun. Orang akan berusaha untuk melewat dirinya, mengelabui dirinya, tapi ia selalu punya jawaban.

Bek tengah: Tony Adams

Tony membaca pertandingan dengan sempurna, mampu mengatur segalanya dengan baik, dan saya rasa akan menjadi rekan yang sempurna untuk Jaap Stam. Saya bermain menghadapi Tony semenjak masa-masa muda saya di Millwall dan kami menjalani pertarungan yang bagus selama bertahun-tahun. Saya juga memiliki kesempatan yang menyenangkan untuk bermain bersama dirinya untuk Inggris, jadi saya tahu segalanya tentang kualitas dirinya. Menurut saya, ia adalah orang yang hebat dan saya menganggapnya sebagai seorang teman.

Bek kiri: Paolo Maldini

Saya bermain menghadapi Maldini beberapa kali saat membela Inggris, termasuk saat imbang 0-0 di Roma yang membuat kami lolos ke Piala Dunia 1998, dan ia benar-benar sesuai dengan reputasinya yang terkenal. Ia bagus saat membantu menyerang, namun yang lebih penting lagi adalah ia adalah seorang bek yang hebat. Saya tidak pernah melihatnya dihancurkan pemain sayap.

Sayap kanan: Luis Figo

Seorang pemain yang luar biasa berbakat dan bertanggung jawab untuk kesuksesan Portugal selama beberapa tahun. Ia dipilih menjadi pemain terbaik dunia di tahun 2001 untuk alasan yang benar. Ia bisa melewati lawan, melepas umpan silang, menembak, menciptakan gol dari tendangan bebas... Pada dasarnya, semua yang anda inginkan dari seorang sayap kanan.

Luis Figo

Gelandang tengah: Roy Keane

Anda membutuhkan seseorang di tim untuk bisa mengontrol irama permainan dan Roy melakukannya dengan sempurna. Ia bertahan – ia mampu melakukan tackle dengan sangat baik dan juga menyundul bola dengan bagus – dan memulai serangan, dan mengoper bola dengan akurasi yang luar biasa. Ia bekerja tanpa kenal lelah dan meminta begitu banyak dari rekan-rekan satu timnya. Saat masa-masa sedang sulit, seperti ketika United tertinggal 0-2 di Turin pada semifinal Liga Champions tahun 1999, Keane mendorong semuanya. Tapi bahkan saat segalanya berjalan baik, ia tetap mampu menjadi motor untuk timnya.

Gelandang tengah: Zinedine Zidane

Luar biasa. Bola seolah menempel di kakinya. Dan untuk seseorang dengan ukuran tubuh yang besar dan kuat, lebih dari 6 kaki, ia bergerak dengan begitu anggun. Zidane mengoper bola tepat sesuai dengan bagaimana Anda ingin menerimanya dan menciptakan semua jenis gol yang ada. Ia bahkan menciptakan dua gol dengan kepalanya pada final Piala Dunia 1998. Seorang pemain laga besar sesungguhnya.

Sayap kiri: Ryan Giggs

Menemukan seorang pemain di sisi kiri sangatlah penting untuk keseimbangan tim. Anda mencari pemain yang memiliki kecepatan atau bisa melakukan umpan silang; pemain yang bisa mengoper dengan baik atau bekerja keras naik turun di sisi sayap. Normalnya, Anda mungkin bisa mendapatkan dua hal dari empat syarat itu, tapi Giggsy memiliki semua kualitas tersebut dan itulah mengapa anda tidak bisa memilih orang lain selain dirinya. Level konsistensi dirinya juga luar biasa, yang menjadi alasan kunci mengapa United bisa memenangi begitu banyak trofi.

Ryan Giggs, Teddy Sheringham

Penyerang tengah: Romario

Ia mencetak dua gol ke gawang Man United saat kami meladeni Vasco da Gama di Piala Dunia Antar Klub tahun 2000, dan anak-anak United juga bercerita pada saya bagaimana ia menghancurkan mereka saat Barcelona menang telak 4-0 di tahun 1994. Hanya seseorang yang terlihat kecil, tapi cepat luar biasa dan bola menempel di kakinya. Ia begitu tajam di sekitar kotak penalti dan menyambar begitu banyak peluang yang biasanya bisa terbuang sia-sia begitu saja.

Penyerang tengah: Ruud van Nistelrooy

Pilihan ini akan mengejutkan beberapa orang! Saya bermain bersama dan melawan striker-striker hebat seperti Shearer, Klinsmann, dan Ronaldo, tapi saya rasa saya sudah cukup melihat bagaimana Ruud van Nistelrooy tahun ini (di musim perdananya bersama Manchester United) untuk tahu bahwa ia adalah bakat sesungguhnya dan hanya akan lebih baik lagi. Ia memiliki kekuatan, kecepatan, rasa lapar, ia bagus di udara, tapi di atas segalanya ia bisa menciptakan gol secara reguler. Di masa saya untuk United, Ole Gunnar Solksjaer mampu mencetak gol dengan konsistensi luar biasa, tapi orang ini bahkan terlihat lebih baik lagi.

Pengganti: Teddy Sheringham

Mengingat saya berusia 35 tahun sekarang, saya akan meletakkan diri saya sendiri sebagai pemain pengganti. Saya sangat ingin bermain di tim ini, mungkin beberapa tahun yang lalu... Tapi sekarang saya akan cukup senang untuk menyaksikan mereka bermain dan jika salah satu dari mereka merasa lelah, maka saya bisa masuk dan melakukan apa yang saya bisa!

Interview: Justin Barnes. Dari majalah FourFourTwo edisi bulan Mei tahun 2002

Lebih banyak fitur setiap harinya di FFT.comLainnya tentang Man United • Lainnya tentang Tottenham