Terens Owang Puhiri: Mutiara Indonesia Yang Terpendam Karena Sanksi FIFA

Walau Indonesia saat ini sedang terkena sanksi FIFA, pemain muda berbakat terus-menerus muncul satu persatu, Terens Owang Puhiri adalah salah satunya. EkkyRezky dari FourFourTwo Indonesia memperkenalkan pemain lincah ini kepada kita...

Cerita 60 detik

Bagi pemerhati pemain-pemain muda Indonesia, nama Terens Owang Puhiri sebetulnya tidak terlalu asing. Ia mulai menyita perhatian ketika menjadi pemain terbaik dan top skorer Liga Danone 2008 meski timnya, Numbay Star, terhenti di semifinal. Ia kemudian dipanggil ke timnas U-16, di mana ia sempat mencetak hat-trick ke gawang Myanmar di Pra Piala Asia 2012.

Tapi sebelum masa-masa timnas U-16 yang mengesankan itu, Terens sebetulnya menjalan hidup yang sulit. Keluarganya memang bukan keluarga berada, dan ia pun harus bekerja mengumpulkan kaleng bekas agar bisa membeli bola dan sepatunya.

Meski bakatnya sudah terlihat sejak ia kecil, ia sempat ditolak oleh SSB Numbay Star karena dianggap terlalu pendek pada tahun 2006. Setahun kemudian, barulah ia bisa masuk tim tersebut. Dalam jangka waktu setahun, Terens ikut mengantarkan timnya tersebut menjadi juara Liga Danone level wilayah untuk kemudian bertanding di level nasional di Jakarta.

Terens kemudian menyita perhatian lagi setelah menjadi kandidat pemain timnas U-19 besutan Indra Syafri untuk Piala Asia 2014, namun gagal masuk tim karena kalah bersaing pada tahap seleksi. Tapi itu bukanlah akhir bagi kariernya – justru menjadi pelecut bagi pemain kelahiran Jayapura 19 tahun yang lalu ini. Kariernya akhirnya “meledak” lagi di di Piala Presiden 2015, di mana ia bagus di sepanjang turnamen bersama Pusamania Borneo FC, terutama di babak penyisihan grup di mana ia menyita perhatian. Semua orang yang melihatnya sepakat bahwa The Next Boas Solossa, senior sekaligus idola Terens ketika masih kecil, akhirnya muncul.

Kecepatan menjadi salah satu kekuatan utamannya Sumber foto: bola.com

Pages