Thai League: Faktor Penting Kemajuan Sepakbola Thailand

Gelar juara Piala AFF 2016 lalu menjadi penahbisan bahwa Thailand adalah negara sepakbola terbaik di Asia Tenggara saat ini. Apa faktor penting perkembangan sepakbola Thailand? Tentu saja kompetisi lokalnya.

Sudah menjadi rahasia umum apabila Thailand disebut sebagai rajanya sepakbola di kawasan Asia Tenggara. Tim nasional mereka bahkan sudah melebarkan sayap ke level Asia dengan tampil mengejutkan pada ajang kualifikasi Piala Dunia Rusia 2018 Zona Asia – meski masih belum mampu berbicara banyak di babak ketiga.

Keberhasilan di tingkat ASEAN tersebut tak lain adalah hasil kerja keras dari berbagai elemen sepakbola di sana, terutama kompetisi. Thai Premier League (TPL) – sekarang bernama Thai League – yang diakui oleh hampir semua orang sebagai liga terbaik se-Asia Tenggara saat ini telah berhasil mencetak pemain-pemain bermental profesional baik di dalam maupun luar lapangan.

Hal tersebut bisa terjadi lantaran pergerakan industri sepakbola di Thailand berjalan dengan semestinya seperti liga-liga top Eropa, khususnya Premier League. Sehingga, para pemain secara tak langsung terbentuk menjadi pribadi profesional yang sadar terhadap segala hal yang menyangkut masa depan mereka, termasuk kontrak jangka panjang dan pemasukan pribadi.

Profesionalisme membawa Liga Thailand mengalami peningkatan kualitas

Kebijakan tegas federasi yang memaksa klub-klub di Thailand menjadi profesional juga membuat Thai League menjadi lahan menjanjikan oleh pihak sponsor dan televisi. Sebagai informasi, pihak klub harus memiliki anggaran paling tidak Rp40 miliar per tahun untuk bisa mengarungi kompetisi. Tak heran jika hubungan antara sponsor, klub dan suporter tak pernah bisa dipisahkan.

Kebijakan tegas federasi yang memaksa klub-klub di Thailand menjadi profesional juga membuat Thai League menjadi lahan menjanjikan oleh pihak sponsor dan televisi

Thai League sendiri sudah menggandeng salah satu perusahaan mobil terbesar dunia asal Jepang, Toyota, sebagai sponsor utama kompetisi untuk beberapa musim ke depan. "Kini pihak asing mulai melihat apa yang terjadi di sini dan mulai mencoba untuk mempelajari resep sukses Thai Premier League," ungkap Ong-arj Kosinkar, presiden TPL, seperti dikutip Bangkok Post.

Selaku operator kompetisi, Thai League mempublikasikan pemasukan per tahun secara transparan, seperti yang terlihat pada musim lalu di mana mereka memperoleh keuntungan sebesar Rp300 miliar, di mana pemasukan hak siar dari True Vision adalah yang terbesar, yakni Rp240 miliar. Keuntungan lainnya didapat dari Toyota dan beberapa sponsor lain.

Perputaran uang yang stabil membuat roda industri sepakbola Thailand bergerak maju. Ini tentunya memicu berbagai aspek lain untuk kemudian sama-sama bergerak untuk sepakbola Thailand.

Selain urusan bisnis, pihak federasi juga peduli dan memperhatikan kompetisi tingkat junior. Ya, jika Thai League diproyeksikan lebih untuk masalah bisnis dan hiburan, maka di proyek skala nasional ini lah Thailand menciptakan bibit muda untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam tim nasional mereka.

Kiatisuk Senamuang mendapatkan pilihan yang melimpah untuk timnas Thailand berkat TPL

Hal tersebut disampaikan oleh Benjamin Tan selaku Deputi CEO Thai League, “Dengan proyek nasional ini, kegembiraan dan dinamika sepakbola Thailand akan terasa hingga ke penjuru negeri. Akan ada lebih dari 300 tim yang berpartisipasi, termasuk tim junior yang akan bermain secara reguler.” Kompetisi tingkat junior tersebut dibagi menjadi beberapa kategori usia, di antaranya U-13, U-15, U-17 dan U-19

Hasil dari kebijakan tersebut akhirnya bisa terlihat ketika Thailand secara luar biasa mulai mampu menembus tingkat Asia dengan menjadi semifinalis Asian Games 2014 dan perempatfinal Piala Asia U-20 2014.