Tim mana yang paling kreatif di Premier League? Tim pengumpan terbaik? Tim terkasar? Stats Zone menjawabnya...

Alex Keble memilih tim-tim terbaik untuk setiap kategori statistik yang penting menggunakan Stats Zone

Ball possession terbanyak – Man United (56,3%)

Membawa filosofi yang terobsesi pada penguasaan bola hingga titik ekstrem, Manchester United asuhan Louis van Gaal memberikan fansnya banyak alasan untuk mengeluh/mendengkur musim ini. Gaya permainan mereka berbanding terbalik dengan gaya sepakbola modern yang menekankan pressing tinggi dan serangan balik cepat. United mencatatkan 56,3% rata-rata penguasaan bola: statistik yang tidak membuat seorang pun terkejut.  

Pengumpan terbaik – Arsenal (428,8 per laga)

Dengan sepakbola tempo tinggi dan umpan-umpan pendek telah jadi norma baru di Inggris, komplain soal Arsenal berusaha untuk "membawa bola hingga ke gawang" telah hilang. Tetapi mereka masih tetap tim dengan umpan pendek terbanyak di liga, dan punya akurasi umpan tertinggi dengan 84,2%. Arsene Wenger memperkenalkan filosofi taktik ini ke Inggris dua dekade lalu dan karena dirinya lah Arsenal masih yang terbaik dalam gaya bermain seperti ini.

Umpan jauh terbanyak – Watford (79,6 per laga)

Watford berusaha melakukan 79,6 umpan jauh per pertandingan, dengan 32,7 di antaranya mencapai sasaran (akurasi 41%) - tetapi itu tidak berarti mereka harus dikategorikan sebagai tim dengan kualitas rendah atau tim yang menyerang secara random dengan harapan ada peluang tercipta dari sana. Quique Sanchez Flores telah mengembangkan pendekatan serangan balik yang minimalis dan pressing yang ketat: Watford menyerang sebagai sebuah tim, memainkan bola panjang ke depan untuk membuat lawan mereka kaget. Dengan efektivitas Troy Deeney dan Odion Ighalo musim ini, hal tersebut bekerja baik.

Jago duel udara – Aston Villa (23,1 menang duel per laga)

Tidak ada tim yang memenangi duel udara lebih banyak daripada Aston Villa, meski Leicester melakukan upaya lebih banyak (4,5 per laga) daripada klub Remi Garde ini. Alasan utamanya adalah kemampuan sundulan fenomenal Rudy Gestede: ia memenangkan 6,2 sundulan per laga - lebih banyak daripada pemain Premier League lainnya - kebanyakan dari tendangan gawang Brad Guzan (9 umpan jauh per pertandingan, terbanyak ketiga di liga).

Disiplin terburuk – West Brom

West Brom ada di posisi terbawah dalam klasemen Fair Play FA, setelah mencatatkan 206 poin disipliner dari 43 kartu kuning dan tiga kartu merah meski berada di posisi ke-15 di klasemen dalam hal jumlah pelanggaran yang dilakukan (9,9 per laga). Rasio kartu-per-pelanggaran mereka yang tinggi sebagian besar karena para pemain belakang mereka lebih lambat dan lebih tua daripada kebanyakan tim lain, membuat jumlah kompromi posisi mereka lebih tinggi (Gareth McAuley diusir wasit untuk menjatuhkan Anthony Martial sebagai pemain terakhir), dan sebagian lagi karena bek tengah mereka sangat agresif dalam hal tekel (Claudio Yacob telah mencatatkan tujuh kartu kuning dan Chris Brunt enam).

Tim dengan tekel terbaik – Liverpool (23,1 per laga)

Metode Jurgen Klopp belum ditampilkan oleh para pemainnya dengan konsistensi dan secara fasih, tetapi setidaknya mereka berlari lebih giat untuk melakukannya. Liverpool membuat lebih banyak tekel (23,1 per laga) daripada klub lainnya, dan menunjukkan bahwa pressing agresif ala Klopp mulai memunculkan efeknya. Berikan musim panas penuh untuk para pemain memahami metodenya, dan Liverpool seharusnya akan lebih baik di 2016/17.

Tim dengan aksi defensif terbanyak – Leicester

Leicester telah membuat 1.308 aksi defensif sejauh musim ini berjalan (intersepsi, blok, dan sapuan) dan juga memiliki jumlah kombinasi tekel dan intersepsi terbanyak - 44,2 per laga. Pendekatan Claudio Ranieri yang sangat berani mungkin menjadi perbedaan besar antara dirinya dan pendahulunya, dengan semangat bertarung Leicester cukup untuk membuat kebanyakan lawan mereka ketakutan. Pemimpin mereka dalam upaya ini adalah N'Golo Kante yang luar biasa, yang telah membuat 11,1 aksi defensif per pertandingan - lebih banyak daripada pemain Premier League lainnya.

Tim terkreatif – Man City (13,7 umpan kunci per laga)

Bukanlah kejutan jika empat pemain depan Manchester City yang berharga £162 juta itu adalah yang paling kreatif di Premier League, tetapi adalah variasi gaya penyerang mereka lah yang menghadirkan lini depan yang begitu berbahaya tersebut. City melakukan umpan kunci lebih banyak (13,7 per laga) dan melakukan lebih banyak tendangan (17,5 per laga) daripada tim lainnya, dan berarti mereka telah mencetak lebih banyak gol (45). Kecepatan Raheem Sterling menarik perhatian para bek lawan ke sisi kiri, kekuatan Kevin De Bruyne ketika menusuk ke dalam membuat sisi tengah lapangan menjadi lebih padat, dan David Silva bisa melakukan pergerakan yang tak terlacak. Dengan Sergio Aguero di kotak penalti untuk memanfaatkan kekacauan yang ditimbulkan oleh ketiga pemain tersebut, gelar juara liga semestinya bisa mereka kejar.

Lebih banyak statistik lainnya! >>>