Tim Terbaik ISC A Versi FourFourTwo: Juli 2016

Bulan Juli menjadi bulan yang penuh kejutan, dimana tim yang tidak pernah diperhitungkan menjadi pemuncak klasemen, Madura United. Jadi siapa saja yang pantas masuk ke dalam jajaran pemain terbaik ISC bulan Juli versi FourFourTwo Indonesia? Renalto Setiawan memiliki nama-namanya....

Penjaga Gawang: Wahyu Tri Nugroho (Bhayangkara Surabaya United)

Selama bulan Juli gawang Wahyu Tri Nugroho memang kemasukkan lima gol dalam lima pertandingan. Namun, hal tersebut tak mengurangi kehebatannya di bawah mistar Bhayangkara Surabaya United. Tren positif yang diraih Bhayangkara United selama bulan Juli, di mana Evan Dimas dkk. berhasil memenangi seluruh pertandingan, tak akan terjadi jika Wahyu tampil biasa di bawah mistar. Sejauh ini Wahyu sudah melakukan 45 kali penyelamatan, hanya kalah dari Andritany, kiper Persija, yang sudah melakukan 51 kali penyelamatan

Full-Back Kanan: I Putu Gede (Bhayangkara Surabaya United)

Di antara anak-anak ajaib yang meraih gelar Piala AFF U-19 beberapa tahun lalu, I Putu Gede adalah salah satu yang paling menjanjikan. Dirinya merupakan seorang pemain belakang yang komplet: tangguh di udara, bagus dalam melakukan tekel, dan tak mempunyai rasa takut. Dan yang paling penting, dia mampu tampil konsisten sejauh ini.

Meski sering bermain sebagai center-back Bhayangkara Surabaya United pada bulan Juli kemarin, posisi terbaiknya tetaplah sebagai full-back kanan. Satu-satunya clean sheet yang dibukukan Bhayangkara Surabaya United di bulan Juli terjadi ketika Putu Gede bermain di posisi ini, di mana dirinya sukses mematikan Ikyun Ho, gelandang serang Persegres asal Korea Selatan.

Bek Tengah: Fabiano Beltrame (Madura United)

Apa yang menyebabkan Madura United tampil menggila selama bulan Juli? Ada banyak, dan kepemimpinan Fabiano Beltrame adalah salah satunya. Dirinya mengajarkan kepada pemain-pemain Madura United lainnya untuk menjadi pemain hebat. "Jika kalah kita harus merasa malu, tetapi saat menang kita tidak boleh sombong," begitulah wejangan pemain yang pernah mendapatkan bayaran mahal saat berseragam Arema Cronus tersebut kepada rekan-rekannya.

Selain itu, ketenangan dan kedisiplinan Beltrame di lini belakang juga mampu membuat rekan-rekannya di lini serang mampu mengamuk dengan leluasa di lini pertahanan lawan.

Bek Tengah: Hamka Hamzah (Arema Cronus)

Selama bulan Juli gawang Arema Malang hanya kebobolan dua kali, terbaik di antara kontestan ISC A lainnya. Dan bukan sebuah rahasia lagi jika penampilan konsisten Hamka Hamzah di lini belakang Arema menjadi salah satu penyebabnya. Melalui penampilannya,  kapten Arema Cronus tersebut sepertinya tak pernah mau berhenti mengajarkan tentang bagaimana caranya menjadi seorang center-back yang bagus. FourFourTwo tidak membutuhkan banyak pertimbangan untuk sekali lagi memilihnya menjadi bagian dari tim terbaik bulanan ISC A.

Yang kemudian menjadi pertanyaan: Apakah Anda sedang tertidur, Alferd Riedl?

Full-back Kiri: Tony Sucipto (Persib Bandung)

Stamina yang digunakan Tony Sucipto untuk naik-turun di sisi kiri permainan Persib sepertinya tak pernah habis. Saat Persib mengalami kebuntuan dirinya sering menjadi solusi. Dan bagi tim lawan, menyerang melalui sisi kiri pertahanan Persib bukanlah pilihan terbaik. Konsistensinya membuatnya mampu menggeser Alfaridzi,  pemain Arema, di pos full-back kiri terbaik bulan Juli pilihan FourFourTwo.