Video: Messi Muda Menghancurkan Juventus Berkeping-Keping

Barcelona belum pernah berjumpa dengan Juventus dalam ajang resmi sejak April 2003, dua tahun setelah itu, Andy Murray muda yang sekarang telah menjadi bagian dari FFT dan baru saja mendapatkan gelar 2015 PPA New Consumer Journalist of The Year, berada di sebuah pertandingan dan menyaksikan Messi muda membabi-buta pertahanan Juventus..

Rabu, 24 Agustus 2005, adalah hari yang biasa di Katalan. Kala itu cuaca sangat lembab, sama seperti hari-hari biasanya pada musim panas, dimana matahari sangat menyegat kulit Anda.

Saya sampai di Lleida, sebuah provinsi yang berjarak dua setengah jam dari markas Barcelona, dua hari lebih cepat bagi saya untuk menghabiskan satu tahun di Spanyol sebagai bagian dari kuliah saya.

Dengan cepat saya langsung mencoba merasakan budaya sepak bola Katalan yang kental, saya menjelajahi kota dan berakhir di sebuah bar di dekat Placa Sant Joan dan menyaksikan pertandingan pre-season di ajang Trofeo Joan Gamper antara Barcelona melawan Juventus.

Yang saya lihat dan selalu ingat dari sebuah televisi kecil yang menyiarkan pertandingan itu adalah, seorang pemain muda 18 tahun bermain di sayap kanan berhasil mempermalukan Fabio Cannavaro, Patrick Vieira dan Giorgio Chiellini. Mengenakan nomor punggung 30, setiap kali dia mendapatkan bola, dia dengan cepat lari menggiring bola tersebut.

Dengan gerakan memutar ala Cruyff, dia mempermainkan Cannavaro di dalam dan di luar pertahananannya. Mauro Camoranesi juga langsung memberikan ancaman kepadanya dengan melepaskan tekel berbahaya. Beberapa menit kemudian, Emerson melakukan hal yang sama. Dia benar-benar tidak bisa dihentikan. Saya langsung jatuh cinta kepadanya. Anak kecil itu benar-benar cerdas. Anak kecil itu adalah Lionel Messi. Dan itu adalah awal karirnya di Camp Nou.

Dia tidak seperti pesepakbola lain yang pernah saya lihat. Dia sukses membuat malu lawannya yang adalah juara Piala Dunia, sangat luar biasa. Sebelum saya menyaksikan pertandingan liga pertama Barcelona di Camp Nou dua pekan setelahnya, saya langsung menuju ke toko klub dan membeli satu dari lim jersey Messi bernomor punggung 30 yang tersedia. Jersey ini tetap menjadi favorit saya, kenapa? Mudah saja, karena saya menemukan pemain masa depan terbaik.

Jadi, saya bersama dengan pendukung Cule. Dengan pertandingan akan dimulai dalam waktu 10 menit lagi, Camp Nou mulai bising dengan suara teriakan para fans, "Messi! Messi! Messi!". Pagi setelah pertandingan tersebut, harian Spanyol, El Pais mengumumkan kedatangan pemain muda berbakat tersebut.

"Semalam, Gamper akan turun dan membuat sejarah karena akan memberikan mahkota pesepakbola yang memiliki kuasa yang mempersembahkan sebuah pertunjukan menarik," tulis mereka. "(Pelatih Frank) Rijkaard akan memiliki masalah serius sekarang, karena adalah sebuah kejahatan dan dosa besar apabila dia tidak bisa memberikan tempat kepada Messi di skuatnya."

LAINNYA DI FFT.COM

Pelatih Juventus saat itu, Fabio Capello pada malam itu juga sama terkejutnya dengan yang lain. "Saya tidak pernah melihat penampilan seperti itu dari seorang pemain muda." Komentarnya. "Saat akhir pertandingan, saya langsung datang ke Rijkaard dan menginginkan untuk meminjamnya (Messi) satu musim penuh, karena mereka telah memiliki tiga pemain non-UE (Saat itu Messi sedang menunggu paspor Spanyolnya turun). Rijkaard langsung tertawa dan bilang: "Tidak ada kesempatan sama sekali.""

10 tahun dari debut luar biasanya itu, Messi akan bertemu dengan Juventus untuk kedua kalinya di final Liga Champions, Sabtu ini. Si Nyonya Tua hanya bisa berharap bahwa mereka bisa bermain lebih baik dari pertandingan Agustus 2005 tersebut.

Lebih banyak artikel seperti ini setiap harinya di FFT.com

FourFourTwo dengan cepat memperkenalkan pemain jenius terbaru

FourFourTwo dengan cepat memperkenalkan pemain jenius terbaru