Wawancara Luiz Ricardo: Atmosfer Sepakbola Indonesia Sungguh Luar Biasa

Yudha Prastianto dari FourFourTwo bertanya kepada pahlawan baru PSM Makassar ini tentang kariernya di Indonesia dan tentang rencana masa depannya di Brasil...

Luiz Ricardo Lino Dos Santos merupakan salah satu pemain debutan di Indonesia Soccer Championship (ISC) A musim ini. Kendati baru saja merasakan atmosfer di Indonesia dengan bersama PSM Makassar, namun ia mampu beradaptasi dan langsung membuat orang-orang menunjukan perhatiannya terhadap pria berusia 27 tahun ini.

Lumrah saja, pasalnya sejauh ini, Luiz telah mencetak empat gol dari tiga laga yang telah dilakoninya. Hal tersebut kemudian membuat para pengamat sepakbola menilai bahwa pemain asal Brasil itu akan menjadi senjata utama Robert Rene Alberts dalam usahanya mengangkat performa tim Juku Eja.

Belum lama ini, Yudha Prastianto dari FourFourTwo Indonesia menghubungi eks pemain Botafogo dan Metropolitano itu untuk mengorek sejumlah informasi tentang kepribadian Luiz – yang mungkin belum Anda tahu dan mendapatkan jawaban yang menarik.

FFT: Bisakah Anda menceritakan bagaimana perjalanan karir Anda sebagai pemain sepakbola profesional?

Luiz Ricardo (LR): Saya memulai ini ketika di usia 14 tahun, mulanya sangat sulit, tapi Tuhan dan keluarga saya selalu memberikan kekuatan untuk melanjutkannya.

FFT: Apa alasan Anda bermain di Indonesia?

LR: Saya selalu ingin bermain di luar negara Brasil, saya pernah bermain di Malaysia di tahun 2014, dan saya rasa tak ada perbedaan dengan Indonesia. Saya hanya ingin kembali ke Brasil ketika mendekati akhir dari karir saya.

FFT: Ini pertama kalinya Anda bermain di sini, bagaimana atmosfer yang Anda rasakan?

LR: Iya, di Indonesia adalah kali pertama, atmosfernya sungguh luar biasa. PSM punya pendukung yang berhasrat tinggi dan itu sangat memotivasi para pemain untuk berjuang lebih. Saya sangat menikmatinya.

Baru juga bergabung, Luiz Ricardo langsung jadi andalan baru PSM di lini depan

Di Indonesia adalah kali pertama, atmosfernya sungguh luar biasa. PSM punya pendukung yang berhasrat tinggi dan itu sangat memotivasi para pemain untuk berjuang lebih

FFT: Apa perbedaan antara sepakbola Indonesia dan Brasil?

LR: Sulit untuk membahas soal perbedaan di antara dua negara ini, Brasil sangat besar dan punya ribuan tim. Saya kira setiap orang memiliki kualitas mereka sendiri dan seharusnya tidak untuk dibanding-bandingkan siapa yang terbaik. Perbedaan terbesarnya adalah Brasil lebih unggul dalam tradisi sepakbolanya.

FFT: Bagaimana menurutmu soal gaya pelatihan Robert Rene Alberts?

LR: Dia pelatih hebat, saya belajar banyak darinya.

FFT: Apa Anda punya pengalaman tak terlupakan di sepakbola?

LR: Saya tidak punya momen khusus, setiap pengalaman di sepakbola adalah hal yang tak terlupakan bagi saya.

FFT: Seperti yang saya tahu, Anda pernah bermain di Malaysia (2014). Adakah perbedaan besar antara kualitas sepakbola di Indonesia dan Malaysia?

LR: Ya, saya pernah bermain di sana. Saya pikir dua-duanya punya level yang sama.

FFT: Makanan Indonesia favoritmu?

LR: Saya tidak/belum punya makanan favorit di sini. Saya masih beradaptasi, bedanya sangat besar dari Brasil.

FFT: Apa targetmu di Indonesia bersama PSM Makassar?

LR: Saya senang dengan performa saya dan gol yang telah saya buat, tapi saya tahu saya masih bisa melakukan hal lebih dan lebih setiap harinya. Sayangnya saya cedera saat ini, tapi Tuhan Maha Tahu, saya tahu itu akan membantu saya kembali ke atas. Saya berharap bisa membantu PSM lagi.

Sayangnya bagi PSM, sang andalan baru mengalami cedera setelah mencetak gol kontra Perseru

FFT: Siapa idolamu?

LR: Saya tidak punya idola, hanya Tuhan-lah idola saya.

Foto-foto: GTS

Temukan feature baru setiap harinya di FourFourTwo.com/ID