Where Are They Now: Bagaimana Nasib Para Pemain Timnas Indonesia di Piala Tiger 2004 Saat Ini?

Renalto Setiawan membuka-buka arsip lama tentang salah satu timnas Indonesia terbaik dalam sejarah, dan mencari tahu keberadaan para anggota skuat yang tumbang di final Piala Tiger 2004 tersebut saat ini...

Timnas Hungaria 1954, timnas Belanda 1974, dan timnas Brasil 1982 adalah tim-tim luar biasa yang gagal memenangi piala. Tim-tim tersebut tahu bagaimana caranya bermain bola dengan benar, presisi, dan menarik. Dan yang paling penting, kecuali membodohi takdir, tim-tim tersebut juga tahu bagaimana caranya membodohi lawan-lawan mereka. Pada akhirnya mereka memang gagal menjadi juara, tetapi dengan pendekatan seperti itu, mereka berhasil meraih hati publik sepakbola dunia.

Pada tahun 2004 lalu, tepatnya dalam gelaran Piala AFF 2004 yang diselenggarakan di dua negara, Malaysia dan Vietnam, Indonesia juga pernah mempunyai timnas yang luar biasa. Bahkan, timnas tersebut dianggap sebagai salah satu timnas terbaik sepanjang masa yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Timnas ini selalu bermain menyerang, kokoh di lini pertahanan, dan terorganisasi dengan baik. Sayang, tim ini juga gagal meraih gelar.

Meski Persebaya Surabaya berhasil meraih gelar Liga Indonesia 2004, skuat timnas Piala AFF 2004 justru didominasi oleh pemain-pemain PSM Makassar, sang runner-up. Hanya ada dua nama pemain Persebaya di skuat ini, yaitu Hendro Kartiko dan Kurniawan Dwi Yulianto, dua pemain legendaris Indonesia. Sementara itu Ponaryo Astaman yang merupakan pemain terbaik Liga Indonesia 2004, Jack Komboy, Ortizan Salossa, Charis Yulianto, dan Syamsul Chaeruddin mewakili dominasi Juku Eja.

Melalui keberanian Peter Withe, pelatih Indonesia pada saat itu, timnas AFF 2004 juga dihuni pemain-pemain muda potensial. Pelatih yang pernah berjaya di Asia Tenggara bersama Thailand tersebut tak ragu untuk mengikutsertakan Hamka Hamzah (20 tahun), Mahyadi Panggabean (22 tahun), Firman Utina (22 tahun), Syamsul (21 tahun), Agus Indra (22 tahun), dan Boaz Salossa (18 tahun). Nama terakhir adalah yang paling menarik. Saat itu Boaz masih berstatus amatir (bermain untuk PON Jayapura) dan tak banyak orang yang mengenalnya. Pertanyaan ketus pun kemudian muncul: bisa apa bocah amatir berusia 18 tahun itu?

Pada akhirnya, Peter Withe tak perlu menjawab pertanyaan tersebut dengan fakta-fakta bahwa Max Verstappen, pembalap F1, mampu menjadi juara GP Spanyol saat berusia 18 tahun atau Nyjah Huston, pemain skateboard profesional, berhasil meraih semua gelar yang pernah disediakan dalam perlombaan skate saat dia berusia 18 tahun. Aksi Boaz di atas lapangan sudah lebih dari cukup untuk membuat orang-orang yang semula skeptis mengidolakannya. Ia adalah tandem ideal Ilham Jayakusuma, top skorer Liga Indonesia 2004, di lini depan timnas.

Pada babak penyisihan grup, Indonesia tampak seperti Goliath bagi tim mana pun. Laos dihajar 6-0, Kamboja dikalahkan 8-0, dan tuan rumah Vietnam, dihancurkan 3-0 – kekalahan yang membuat Edson Tavarez, pelatih Vietnam, mundur di tengah jalan. Indonesia kemudian keluar sebagai juara grup dengan meraih tiga kali kemenangan dan satu kali hasil imbang. Anak asuh Peter Withe tersebut berhasil mencetak 17 gol tanpa sekali pun kebobolan, terbaik di antara kontestan-kontestan lainnya. Selama babak penyisihan, Ilham Jayakusuma mencetak enam gol dan Boaz berhasil menyarangkan tiga gol.

Di babak semifinal, Indonesia harus berhadapan dengan Malaysia, musuh bebuyutan tim merah putih. Dengan format kandang-tandang, setelah sempat kalah 2-1 di Senayan, Jakarta, Indonesia secara luar biasa berhasil mengalahkan Malaysia 4-1 di Kuala Lumpur, Malaysia -setelah sempat tertinggal lebih dahulu. Sayang, penampilan heroik Indonesia di babak semifinal gagal terulang di partai final. Indonesia dua kali kalah dari Singapura, 3-1 dan 2-1.

Meski gagal, setidaknya melalui penampilannya yang menghibur, timnas Indonesia Piala AFF 2004 layak untuk mendapatkan apresiasi. Bagaimanapun, melalui tim ini, Indonesia pernah mempunyai timnas yang hebat.

Lalu, di manakah pemain-pemain timnas Piala AFF 2004 sekarang ini? Berikut beberapa di antaranya.

Pages