Yang Terbaik dari Premier League Akhir Pekan Kemarin

Di edisi pertama dalam seri FourFourTwo yang baru, kami melihat lebih dekat para pemain terbaik dari pekan pembuka Premier League Inggris...

Peforma terbaik akhir pekan lalu – Hull City (vs Leicester City)

Ada dua jenis penampilan yang bagus: pertama, penampilan yang memuaskan dan memenuhi permintaan manajer secara taktik, dan yang kedua, jenis penampilan yang hanya bisa dinilai bagus dalam konteks tertentu. Penampilan Hull City pada hari Sabtu sore kemarin masuk dalam kategori kedua.

Ini adalah soal 11 pemain yang memiliki kengototan dan menolak untuk menyerah pada keadaan mereka

Tidak adanya aktivitas transfer masuk selama musim panas ini menjadi simtom permasalahan tidak berfungsinya Hull sebagai sebuah klub, dan bukannya menjadi penyebab kekecewaan massal para suporternya. Kursi-kursi yang kosong di Wembley pada Mei lalu benar-benar merupakan manifestasi keretakan besar yang muncul dalam hubungan antara fans dan pemilik klub. Hull telah mencapai titik yang ditakutkan oleh semua suporter: ketika tali hubungan klub dengan komunitas telah ditarik melewati batasnya dan sepakbola menjadi sesuatu yang kurang penting.

Seperti yang dikatakan dalam pernyataan Supporters’ Trust Hull City, “Tidak ada komunikasi, tidak ada manajer, tidak ada persetujuan, tidak ada perekrutan pemain, tidak ada identitas, tidak ada pengakuan, tidak ada kejujuran.” Titik terendah telah dicapai klub ini dan semua klub seharusnya benar-benar memperhatikan kasus ini.

Pertandingan-pertandingan di Premier League bisa ditentukan oleh marjin yang kecil. Itulah kenapa, pada akhirnya, faktor-faktor di luar sepakbola ini seringkali bisa menjalar ke atas lapangan. Ingat kasus hujan cerawat (flare) ke lapangan yang terjadi dalam pertandingan Kroasia melawan Republik Ceska di Piala Eropa lalu dan bagaimana imbasnya? Para pemain tidaklah kebal dari situasi dan kondisi di sekitar mereka dan mereka tidak akan pernah bisa tak memedulikan hal-hal seperti itu.

Manajer Hull, Mike Phelan

Bagaimana rasanya?! Phelan merayakan kemenangan mengejutkan Hull

Padukan minimnya pemain di skuat dan situasi manajer sementara dengan atmosfer kemarahan dan protes-protes yang dilancarkan menjelang pertandingan hari Sabtu kemarin dan Hull punya banyak alasan untuk gagal total di laga tersebut. Bahkan baru minggu lalu Mike Phelan, manajer sementara mereka, secara terbuka mengakui bahwa timnya tidak siap dengan kehidupan Premier League dan, bagi kaum profesional, hal itu seperti sebuah arah menuju kekalahan.

Hull tidak bermain dengan sangat hebat dan, mengenyampingkan gol pembuka yang indah, mereka tak benar-benar bersinar di laga pembuka musim tersebut. Namun, meski kemenangan Liverpool akan selalu dikenang dan Manchester United bermain begitu mengesankan, ada sesuatu yang benar-benar berbeda dari apa yang terjadi di KC Stadium.

Sepakbola modern bisa begitu kejam dan para suporter seringkali harus melihat diri mereka – dan juga tim mereka – ada di tangan para pemilik klub. Kemenangan ini adalah semacam penolakan atas hal itu. Ini adalah soal 11 pemain yang memiliki kengototan dan menolak untuk menyerah pada keadaan mereka dan, bahkan jika pada akhirnya ini terbukti hanya sebuah kemarahan singkat, kemenangan ini terasa begitu memuaskan bagi para penonton.