Zinedine Zidane sang Manager: Bagaimana cara Zizou memimpin Real Madrid?

Orang Perancis ini adalah pemain terhebat di generasinya - sekarang ia ingin menjadi pelatih terhebat di generasinya. Dengan Rafa Benitez telah ditendang dari kursi manajer Real Madrid, sepertinya waktunya telah tiba...

Pada akhir Maret, seorang pria berkepala botak duduk dengan kaki menyilang di atas dinding batu di pojok lapangan latihan Sabener Strasse milik Bayern Munich. Dengan mata menyipit dan kedua lengan menyilang, calon pelatih sepakbola ini mempelajari setiap pergerakan The Bavarians dengan seksama.

Setelah latihan selesai, bek tengah Bayern, Dante, mengambil kesempatan untuk berfoto, mengacuhkan juara Piala Dunia, Claude Makelele dan eks full-back Die Roten, Willy Sagnol. Beberapa rekan setimnya yang muda juga mengikutinya. Xabi Alonso juga mendekatinya untuk berbincang singkat. Kemudian Franck Ribery.

Bahkan Pep Guardiola, pelatih yang paling diakui saat ini, berjalan ke arahnya untuk menyapanya. Sebuah kru kemudian merekam momen ini, dan suara kamera pun terdengar berkali-kali. Makelele dan Sagnol hanya melihat saja.

Zidane, Dante

Dante meminta foto bersama di Sabener Strasse

Semua ini untuk seorang pemula di dunia kepelatihan, yang pengalamannya duduk di bangku cadangan hanyalah selama satu tahun sebagai asisten manajer dan dua pertiga musim sebagai pelatih tim cadangan di divisi ketiga? Betul, tetapi tidak setiap hari Zinedine Zidane mengunjungi tempat latihan Anda.

Latihan Zizou

Perez memang sangat menginginkan seorang pelatih bertipe Guardiola di Bernabeu. Ia ingin seseorang yang bisa menyentuh Madridismo, yang mewujudkan imajinasi fans

Pesepakbola terhebat di generasinya mengunjungi Munich untuk mengamati metode Guardiola sebagai bagian dari kursus kepellatihan UEFA Pro Licence yang ia ikuti. Pada awal Mei, dengan rekomendasi yang memikat dari Guardiola, Zizou dengan bangga mengumumkan di Instagram bahwa ia telah lulus. Segalanya terlihat pas bagi Zidane untuk mengikuti jejak Pep dari pelatih tim cadangan menjadi pelatih tim utama, menyusul kepergian Carlo Ancelotti dari Bernabeu.

Namun beberapa pekan kemudian, presiden Los Blancos, Florentino Perez, menunjuk Rafa Benitez. Zidane akan menghabiskan satu musim lagi bersama Castilla, tim kedua Real Madrid. "Saya pasti menerima penawaran untuk menggantikan Ancelotti,” kata juara dunia 1998 ini. "Tetapi Madrid masih berpikir momen saya belum datang.”

Sejujurnya, itu memang bukan pilihan yang realistis. Guardiola, inspirasi melatih Zidane, menyapu bersih semua gelar di Barcelona B pada 2007/08 dengan sepakbola yang luar biasa. Castilla bahkan gagal lolos ke play-off promosi dalam musim pertama Zidane yang kurang begitu bagus. Kritik pun bermunculan.

Namun Perez memang sangat menginginkan seorang pelatih bertipe Guardiola di Bernabeu. Ia ingin seseorang yang bisa menyentuh Madridismo, yang mewujudkan imajinasi fans dan telah menjadi figur legenda di klub. Ia menginginkan Zinedine Zidane.

Zinedine Zidane, PIala Dunia 98

Dua gol Zidane di final Perancis 98 membantu Les Bleus menjadi juara

Tetapi bisakah sosok tertutup yang alami seperti Zidane bisa menginspirasi sebuah tim? Bisakah ia mengontrol emosinya, yang pernah berujung pada 14 kartu merah saat ia bermain? Dan, yang terpenting, bisakah mengubah musim seperti 2014/15 untuk sukses di bench seperti yang ia lakukan di atas lapangan? Toh pada akhirnya, Florentino Perez memang bukan orang yang bisa bersabar.

Pages