Zulham Zamrun Pecah Telur dan Hal Menarik Lainnya dari ISC A Pekan Ke-15

Apa saja hal menarik yang terjadi di ISC A akhir pekan kemarin? Yudha Prastianto menyajikan lima diantaranya...

Kebijakan transfer Persipura Jayapura yang layak ditiru

Sebagai klub besar tanah air yang mengedepankan kearifan lokal dari berbagai aspek, termasuk pemilihan pemain, Persipura Jayapura bisa menjadi barometer bagi klub-klub lain dalam hal memanfaatkan talenta lokal. Mutiara Hitam memang kerap memakai pemain produk asli Papua ketimbang sibuk mendatangkan pemain-pemain lokal dari daerah lain seperti yang dilakukan rival-rival mereka di Indonesia Soccer Championship (ISC).

Ucapan juru bicara Persipura, Bento Madubun, memperkuat pernyataan di atas. Ia menegaskan bahwa klub lebih menitikberatkan pada pengembangan potensi pesepakbola lokal Papua, “Untuk lokal kami akan fokus untuk pemain-pemain Papua, ini sudah arahan dari Pak Ketua Umum Benhur Tommy Mano, kami akan gunakan pemain Papua, potensi dan bakat yang dimiliki mereka luar biasa," ujar Bento kepada Goal Indonesia.

Sudah menjadi rahasia umum jika Papua terkenal sebagai pabrik penghasil pemain-pemain jempolan. Kita tentu ingat sejumlah nama mentereng asal pulau Cendrawasih yang juga berkontribusi besar bagi tim nasional Indonesia, di antaranya Aples Tecuari, Alexander Pulalo, Elie Aiboy hingga Boaz Solossa. Mereka semua adalah bakat alam yang sukses menjadi bagian penting dalam sejarah persepakbolaan nasional.

Sementara itu, pemain muda asli Papua di Persipura sendiri kini berjumlah lima orang, mereka adalah Prisca Womsiwor, Marinus Mariyanto, Osvaldo Haay, Muhammad Tahir dan Jaelani Aray. Kelima pemuda tersebut sudah naik ke tim senior sejak tahun 2014 lalu.

Performa positif PSM buah kesabaran manajemen

PSM Makassar benar-benar mengalami kemajuan di bawah komando Robert Rene Alberts. Itu dibuktikan Juku Eja setelah sukses mempecundangi Bali United dengan skor telak 4-0 di Stadion Mattoangin, Makassar, Minggu (14/8) lalu.

Kemajuan yang ditunjukkan Ferdinand Sinaga dkk. ini tak lepas dari peran manajemen yang sabar terhadap proses pembangunan tim yang sedang dilakukan oleh sang pelatih.

Saat pertama kali menunjuk eks pelatih Arema Indonesia itu untuk menggantikan Luciano Leandro di pertengahan bulan Juni kemarin, pihak manajemen menuturkan bahwa Alberts memiliki program kerja yang bagus. "Rene pernah membawa Arema juara, dan Rene pernah menangani PSM dulu. Dia punya program kerja yang bagus dan berpengalaman di sini," ujar Direktur Teknik PSM, Sumirlan, kepada Viva.

Selain itu, pihak manajemen terus pasang badan kendati jawara Liga Indonesia tahun 2000 tersebut belum menampilkan performa terbaik. "Kami tentunya kecewa dengan hasil buruk ini, tapi dari awal kita sudah sepakat untuk membangun tim yang lebih solid sehingga memang butuh waktu," kata Chief Executive Officer PT PSM, Munafri Arifuddin.

Kesabaran baik dari manajemen, pemain dan pelatih akhirnya membuahkan hasil. Tiga laga terakhir PSM di ISC A menjadi bukti bagaimana racikan pelatih yang sukses membawa Singo Edan menjadi kampiun di musim 2009/10 tersebut sudah mulai menunjukkan kualitas sebenarnya.

Zulham Zamrun akhirnya cetak gol lagi

Pemain Persib Bandung asal Ternate, Zulham Zamrun, akhirnya berhasil mengakhiri paceklik gol di ajang ISC A. Momen pecah telur tersebut terjadi saat Maung Bandung berhasil menaklukan tim tamu, Barito Putera, dengan skor 2-0.

Zulham yang menjadi pemecah kebuntuan Persib sukses menyarangkan bola di menit ke-22 setelah memanfaatkan umpan dari Jajang Sukmana.

Gol ini menandai kembalinya naluri predator Zulham yang di beberapa turnamen sebelumnya memang tak terbendung. "Alhamdulillah, pecah telur juga. Mudah-mudahan jadi awal bagus untuk ke depannya," kata Zulham dilansir laman resmi Persib.

Meski begitu, ia mengaku jika ini adalah hasil kerja keras tim dan berterimakasih kepada seluruh rekan-rekannya. "Ini berkat kerja sama tim juga, terima kasih kepada semua yang sudah dukung saya. Lebih kerja keras lagi untuk laga ke depan, supaya lebih baik lagi," imbuhnya.