"22 Klub Top Eropa Siap Bantu Sepakbola Indonesia"

Arif Wicaksono sudah punya rencana untuk membangun sepakbola Indonesia dengan modal Rp4 triliun per tahun.

CEO Nine Sport Arif Putra Wicaksono mengklaim bahwa dirinya sudah menjalin kontak dengan 22 klub papan atas di Eropa untuk bekerja sama dengan Nine Sport dalam membangun sepakbola Indonesia.

Hal tersebut jadi rencana yang ingin diwujudkan jika saja Arif menjadi pengurus PSSI. Sayangnya, ia menjadi salah satu bakal calon ketua umum yang tak diloloskan oleh Komite Pemilihan dan juga Komite Banding Pemilihan.

"Saya didukung dana Rp4 triliun per tahun untuk membangun sepakbola Indonesia. Setiap klub rencananya akan dibuatkan koperasi, dan sudah ada 22 klub top Eropa yang menyatakan tertarik dengan proyek ini," kata dia.

Nominal sebesar itu tentunya akan dikembangkan dan diputar, ia memanfaatkan pengalaman dirinya bersama Nine Sport yang selama ini memang bekerja dengan konteks bisnis olahraga. "Uang 4 T itu tentu untuk jualan juga.

"Saya mendapatkan dana satu tahunnya Rp 4 triliun, namun tentunya sepakbola harus dikelola dengan benar dan selain 4 T itu saya juga mendapatkan dukungan dari 22 klub untuk membangun youth development di Indonesia sekaligus memenuhi regulasi FIFA untuk klub," urai dia.

Ia pun coba menunjukkan beberapa dokumen dari klub-klub Eropa yang ia maksud tertarik untuk bekerja sama dalam proyeknya. Komunikasi sudah dilakukan sejak awal 2016, dan dalam surat dari klub-klub tersebut umumnya antusias dengan proyek yang Arif maksud.

"Dai 22 klub Eropa itu ada Ajax, Feyenoord, Lyon, Celtic, West Ham, FC Barcelona. Namun tentunya, dana tersebut hanya bisa turun jika pengelolaan PSSI lebih terbuka," beber pria berkaca mata itu.

"Feyenoord bahkan sudah menunjuk Persija langsung, karena Rotterdam punya kerja sama dengan Jakarta soal water system. Barcelona ingin (Persib) Bandung, karena kota mereka sudah jadi sister city," jelas dia.

"Saya berani menyampaikan proyek ini karena memang sudah ada komunikasi dengan mereka, ada juga klub latin dan Johan Cruyff Institute. Bukan hanya belajar teknik, tapi juga hal ini membuka peluang untuk orang yang ingin belajar sport management atau mengelola klub."