4-3-3, Andalan Baru Sinisa Mihajlovic

Topics

Mihajlovic mulai meninggalkan filosofi dan skema bermain lamanya untuk lebih mengambil risiko dan keluar dari zona nyaman bersama AC Milan.

Sejak bergabung dengan AC Milan di awal musim, Sinisa Mihajlovic juga mengusung dan menerapkan formasi 4-3-1-2 di skuatnya saat ini. Semua itu terus berjalan hingga giornata ketujuh Serie A Italia.

Bagaimana hasilnya? Bisa dikatakan tak bisa dibanggakan. AC Milan sampai harus terlempar dari sepuluh besar dan kerap kesulitan bermain melawan tim yang di atas kertas berada di bawah mereka.

Dan momen perubahan pun dilakukan. Pada jeda kompetisi Oktober, usai ditekuk Napoli 4-0, Mihajlovic berani keluar dari zona aman, mengambil risiko lebih besar dan memainkan skema bermain yang berbeda dari sebelumnya.

Masalah cedera juga memaksa Mihajlovic melakukan perubahan. Mario Balotelli tak bisa dimainkan, yang artinya Carlos Bacca dan Luiz Adriano menjadi andalan. Jika keduanya dimainkan, itu berarti AC Milan tak lagi memiliki fleksibilitas dan banyak opsi di sektor depan. Tapi, akan lain ceritanya jika hanya satu striker saja yang dimainkan.

Tapi, Mihajlovic bukannya tak dibuat pusing dengan perubahan ini. Dengan satu penyerang depan, berarti AC Milan harus memiliki pemain sayap yang mumpuni di kedua sisi. Opsi yang ada adalah Alessio Cerci dan Jeremy Menez. Hanya saja, Menez masih bermasalah dengan cedera, sedangkan Cerci kualitasnya masih fluktuatif, naik turun, tidak stabil.

Rata-rata performa Cerci adalah 1.1 tendangan per laga, 0.9 umpan kunci, 0.8 umpan siang. Dari sembila tendangan di musim ini, tak ada yang mengenai target dan hanya satu yang nyaris mengenai mistar, dengan empat lainnya diblok.

Apakah Mihajlovic tak memiliki alternatif? Ada. Suso orangnya. Namun pemain Spanyol itu lebih berkarakter sebagai gelandang menyerang. Giacomo Bonaventura juga bisa dipaksakan sebagai pemain sayap, dan sejauh ini semua berjalan bagus.

Pemain 26 tahun itu sejatinya berkarakter trequartista. Ia lebih sering menusuk ke tengah dan menyerahkan tugas menyusur sisi sayap lapangan kepada bek sayap.

Tapi, yang patut dicermati adalah komposisi di sektor tengah. Riccardo Montolivo, Juraj Kucka dan Andrea Poli adalah pemain yang memiliki kapabilitas sebagai gelandang, tapi juga berpotensi saat dipercaya sebagai pemain sayap. Pergantian peran kerap terjadi, yang membuat Mihajlovic bisa lebih leluasa memainkan strateginya.

Namun pada akhirnya, kedisiplinan akan menjadi kunci permainan AC Milan. Mihajlovic meminta pemainnya untuk tetap bersabar, tidak menyisakan ruang kosong untuk bisa dieksploitasi pemain lawan, dan disiplin. Jika bisa dijaga, 4-3-3 akan bisa membawa AC Milan kembali ke Eropa di musim depan.

Topics