Ajang Kebolehan Petr Cech

Petr Cech siap menambah luka bekas klubnya saat bentrok antara Arsenal dan Chelsea digelar akhir pekan ini

“Saya tidak tahu bagaimana ia masih bisa tampil. Ia tidak banyak bermain dan mengalami penurunan fisik. Ini masalah soal fisik, masihkah ia mampu melakukannya? Itu keputusan yang sangat sangat sulit,” kata Arsene Wenger, mengenang bagaimana ia sempat ragu mendatangkan Petr Cech dari Chelsea musim panas lalu. 

Ya, ketika itu Cech berstatus “pemain buangan” sejak Jose Mourinho - yang kala itu masih menjadi manajer The Blues - memulangkan Thibaut Courtois dari Atletico Madrid awal musim 2014/15. Loyalitas penjaga gawang asal Republik Ceko ini selama satu dekade lebih di Stamford Bridge tergusur oleh pemuda Belgia tersebut yang tampil memukau selama dipinjam Atletico. 

Namun keputusan Mourinho melepas salah satu aset terbaiknya membuat banyak orang mengerutkan dahi, apalagi mengizinkannya gabung ke Arsenal, yang jelas-jelas rival dekat Chelsea dalam persaingan gelar liga. Di satu sisi, fans Chelsea tentu masih ingat betul jasa Cech yang telah mempersembahkan sejumlah titel mayor termasuk empat gelar Liga Primer, satu Liga Champions dan satu Liga Europa. Sementara bagi kubu The Gunners pembelian kiper yang usianya sudah kepala tiga adalah perjudian besar, apalagi saat itu statusnya tak lagi terpakai di klub lama dan mulai sering dihantam cedera. 

Benar saja, Cech langsung kebobolan dua gol pada pertandingan perdana bersama Arsenal, dipermalukan West Ham United di hadapan rumah sendiri. Tapi rupanya awal buruk itu bukanlah pertanda karier Cech di Arsenal bakal suram. 

Dengan pengalaman bermain di level atas serta tekanan besar di Chelsea, kiper 33 tahun itu tak butuh waktu lama untuk bangkit. Pada pertandingan kedua liga melawan Crystal Palace klub London utara meraup kemenangan perdana liga dan terus merangkak naik ke papan atas klasemen. 

Konsistensi Cech di bawah mistar menuai banyak pujian. Ia memiliki andil besar menempatkan klub barunya ini berpeluang besar merasakan lagi manisnya gelar liga untuk pertama kali sejak 2004. 

Jika Arsenal biasanya mulai terseok-seok dihantam padatnya jadwal pertandingan di tengah festive periode - dan badai cedera - kali ini mereka merasakan betul impak kehadiran Cech di bawah mistar gawang. Dari enam pertandingan di semua kompetisi sepanjang Desember tahun lalu, The Gunners cuma sekali kalah dari Southampton, sisanya dibabat dengan tiga angka, termasuk skor 2-0 kontra Manchester City sebelum Natal. 

Duel tutup tahun versus Bournemouth sekaligus mengukuhkan Cech sebagai pemegang rekor tidak kebobolan terbanyak dengan koleksi 170 clean sheets dari 351 penampilan Liga Primer, menggeser David James (169 clean sheet) dan Mark Schwarzer di tempat ketiga (152). 

“Ini pencapaian personal yang luar biasa dan saya merasa sangat bangga usai pertandingan karena jika Anda melihat nama-nama dengan jumlah clean sheet dan Anda melihat para kiper fantastis tersebut yang pernah bermain dan masih maun di liga ini, maka jelas ini adalah sebuah pencapaian besar berada di puncak daftar [clean sheet],” aku Cech usai pertandingan tersebut. 

Kini setelah tujuh bulan berjalan semuanya menjadi jelas. Arsenal tengah menikmati posisi puncak klasemen usai merangkai 44 poin dari 22 pertandingan, unggul selisih gol dari Leicester City di tempat kedua sementara Manchester City terpaut satu angka di urutan ketiga. 

Dengan mengantungi catatan sepuluh clean sheets dan 74 kali penyelamatan di liga musim ini, penjaga gawang veteran siap unjuk kebolehan di hadapan bekas tim yang pernah di belanya. Dan, Cech siap memberikan luka lebih dalam kepada Chelsea yang kini terseok-seok di papan bawah setelah hanya meraup enam kemenangan sepanjang musim ini dan mengoleksi 25 poin sehingga tercecer di peringkat 14 klasemen. Sang kiper buangan ini berharap ia bisa memberikan kontribusi lebih besar untuk Arsenal, yaitu membawa pulang gelar ke Emirates. 

“Yang membuat saya paling gembira adalah clean sheet ini sejauh ini telah membawa empat trofi Liga Primer, jadi semoga kami akan menambah clean sheet musim ini dan kami akan merayakannya di akhir musim, karena ini jauh lebih penting.”