Aji Santoso Akui Kesulitan Cari Striker

Pelatih timnas Indonesia U-23 menuturkan masih mencari pemain yang pas untuk lini depan timnya.

LIPUTAN AHSANI TAKWIM DARI MALANG

Timnas Indonesia U-23 belum memiliki sosok striker yang cukup kuat. Itu terlihat jelas saat uji coba Indonesia U-23 melawan Arema Cronus di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (12/7). Menggunakan pola 4-3-3, aliran bola yang dilepaskan dari sisi sayap tidak ada yang berhasil dimanfaatkan dengan baik menjadi gol oleh barisan depan tim Garuda Muda.

Bahkan, satu-satunya gol Indonesia U-23 yang dibuat oleh Yandi Sofyan Munawar terjadi karena pemain Brisbane Roar junior itu merebut bola dari Thierry Gathuessi, yang terlalu lama menguasai bola di lini belakang Arema.

Masalah ini disadari betul oleh pelatih Indonesia U-23, Aji Santoso. Karena itulah, tiga striker yang dimilikinya saat ini mempunyai kesempatan yang sama untuk dimainkan.

"Ini sebenarnya adalah masalah klasik, karena kami kesulitan mencari striker buat timnas Indonesia untuk usia 23 tahun. Memang masih ada masalah penyelesaian akhir. Saya masih mencari orang yang pas di posisi itu. ada tiga pemain yaitu Lerby, Yandi dan Aldaier. Saya sudah menyatakan kepada mereka untuk bermain maksimal," kata Aji.

Memang, saat ini hampir tidak ada striker kompetitif untuk usia di bawah 23 tahun di klub Indonesia Super League ataupun Divisi Utama. Bahkan, dua striker yang ada saat ini, yaitu Lerby Elyandri dan Aldaier Makatindu berada dalam satu klub di Putra Samarinda.

Kedua pemain itu lebih sering dimainkan bergantian karena di tim Pesut Mahakam sudah ada Ilija Spasojevic sebagai striker utama. Sementara Yandi Sofyan, meskipun bermain di luar negeri dirinya tidak sering mendapatkan jam terbang.

Meski mengakui krisis, Aji mengatakan tidak akan menambah pemain senior di posisi striker untuk berangkat ke Italia. Sebagai pelatih, dirinya justru ingin melihat bagaimana strikernya bisa beradaptasi di lini depan melawan tim-tim kuat Serie-A.

"kami ke Italia dengan membawa 22 pemain. Yang jelas, saya tidak memberikan garansi kepada pemain ini apakah bakal bermain di Asian Games atau tidak. Jika tidak memenuhi kualitas ya mana mungkin diambil. Termasuk para striker yang tidak ada garansinya," tegasnya.

Pelatih berusia 44 tahun itu menambahkan, jika dibutuhkan, pemain senior yang berposisi sebagai striker akan dicoba sepulang dari Italia. (gk-48)

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.