Alex Iwobi, Panji Masa Depan Arsenal & Nigeria

Menyerang bak Jay-Jay Okocha, bertahan layaknya Edgar Davids! Alex Iwobi bersiap merajut kisah heroik untuk masa depan Arsenal dan timnas Nigeria.

Berlebihankah ketika Mesut Ozil menyebut rekan Arsenal-nya, Alex Iwobi, adalah perpaduan antara legenda besar Nigeria Jay-Jay Okocha dan mantan pesepakbola terkemuka Belanda Edgar Davids? Rasanya tidak, apalagi bila melihat bakat dan potensi yang dipamerkan youngster 20 tahun tersebut belakangan ini.

Dalam lima pertandingan The Gunners musim ini, justru Iwobi yang mampu menjadi dalang di balik terjadinya gol-gol tim dengan tiga assist telah dikoleksinya, catatan yang membuatnya menjadi kreator paling produktif bagi Arsenal sejauh ini. Bukan Mesut Ozil, yang notabene merupakan pelayan terbaik klub London Utara selama ini. Makanya, tak mengherankan bila playmaker Jerman ini lantas menilai jiwa permainan Okocha dan Davids, melekat pada diri Iwobi.

"Alex mengingatkan saya, pada dirinya ada perpaduan Okocha dan Edgar Davids," ujar Ozil, angkat topi untuk Iwobi.

"Dia sangat tangguh saat mengendalikan bola, juga dalam bertahan, juga dalam menyerang. Dia berkembang sangat baik dan jika dia terus bermain dengan cara seperti ini sepanjang musim, dia akan semakin melambung dalam pertandingan. Sang manajer [Arsene Wenger] tahu persis betapa bagusnya dia dan saya mendoakan yang terbaik untuknya."

Begitu kental terasa kepercayaan yang diberikan Wenger dan kecintaan fans pada Iwobi dalam tiga pertandingan terakhir. Selalu tampil sebagai starter, Iwobi membayar lunas dengan mempertontonkan performa mempesona di lapangan.

Saat menghajar Chelsea 3-0 dua pekan lalu, Iwobi memang tak mencetak gol dan juga mengkreasi assist, namun cukuplah predikat man of the match yang diperolehnya menjadi jawaban sahih betapa integralnya kehadiran dia dalam bentrokan bertajuk derby London tersebut. Di tempat lain, standing ovation untuknya ketika digantikan di paruh kedua saat mengantarkan Arsenal menghajar Basel dua gol tanpa balas di Liga Champions seakan merepresentasikan kecintaan Gooners -- fans Arsenal -- pada sang winger. Dan pekan lalu, Iwobi kembali turut membantu The Gunners memetik kemenangan superkrusial atas Burnley dengan gol tunggal di menit-menit akhir mebuat skuat Wenger kini menempati posisi tiga besar, 'hanya' terpaut dua angka dari Manchester City selaku pemuncak klasemen Liga Primer Inggris.

Momen emas seakan terus mengiringi gebrakan Iwobi di periode awal kampanye 2016/17. Pada awal bulan ini, namanya masuk dalam nominasi penghargaan Golden Boy, yang diberikan untuk para pemain U-21 yang berkancah di seluruh kompetisi Eropa. Gelar pribadi ini kerap kali disebut-sebut sebagai Ballon d'Or-nya para youngster!

Cermati saja, para rival penantang Iwobi dalam perebutan Golden Boy tahun ini bakal menjelaskan kepada Anda seberapa besar kualitas dia. Pesaingnya adalah youngster-youngster yang sedang naik daun di antaranya Marcus Rashford, Kelechi Iheanacho, Dele Alli, Ruben Loftus-Cheek, Marko Grujic dan Leroy Sane!





Wenger memang dikenal sebagai manajer yang paling menaruh keyakinan tinggi pada bakat-bakat muda yang berasal dari akademi klub. Akan tetapi, dalam beberapa musim terakhir, bahkan terbilang hampir mendekati satu dekade, sulit menemukan alumnus akademi Arsenal yang berhasil merambah ke tim utama dengan memberi efek signifikan. Namun, lain cerita dengan Iwobi.

Skill dan tekniknya menghadirkan dimensi lain yang dibutuhkan Arsenal saat ini. Tak sebatas itu, dia merupakan salah satu pemain muda di Inggris nan terbilang cerdas, karena kemampuannya memainkan tempo pertandingan.

Dinamisme yang dimiliki Iwobi dapat membuat para pemain di sekelilingnya bermain lebih menjanjikan. Dia bisa secara presisi mendikte pergerakan rekan-rekannya dalam mengisi celah-celah pertahanan lawan untuk mencetak gol. Terkadang, pemain bernomor punggung 17 ini juga sanggup menghadirkan kejutan dengan manuver-manuvernya yang tak terlihat.

"Dia bukanlah tipe pemain yang akan membuat Anda terkesan pada awalnya. Akan tetapi, ketika Anda melihat lebih jauh, dia adalah pemain yang cepat terkoneksi dengan para pemain lainnya," ulas Wenger.

"Alex mengingatkan saya, pada dirinya ada perpaduan Okocha dan Edgar Davids. Dia sangat tangguh saat mengendalikan bola, dalam bertahan, juga dalam menyerang."

- Mesut Ozil

"Alex memiliki kebijaksanaan dalam menyikapi posisinya di tim. Dia tidak banyak bicara dan dia bukanlah pemain yang bisa Anda sebut menonjol. Dia adalah pemain yang terhubung dengan tim, dan itulah kenapa saya menilai dia bisa terintegrasi dengan cepat. Karena permainan kami didasari dari kombinasi-kombinasi tersebut. Ketika bola mengarah padanya, Anda selalu merasa pertandingan bisa bergerak lebih cepat sekarang."

"Dia meningkat dalam 18 bulan terakhir. Ketika saya melihat dia di tim muda, dia lebih seperti tipe pendribel atau pemain individual. Dia perlahan mencuat dari pelatihan bersama tim utama, yang dia butuhkan untuk menemukan gabungan antara permainan individual dan kolektif."

 Kekaguman senada dilontarkan legenda Arsenal Ray Parlour. Menurutnya, Iwobi punya kans besar untuk menjadi pemain kunci The Gunners di masa yang akan datang. Oleh karena itu, mereplikasi form terbaiknya ini untuk timnas Nigeria akan semakin mempertegas prospek dia. 

Super Eagles akan menghadapi agenda berat untuk lolos dari kualifkasi Piala Dunia 2018 dengan tergabung satu grup bersama Aljazair, Kamerun dan Zambia. Sebagai tim berlabel raja Benua Hitam, inilah momentum terbaik Iwobi untuk kembali mengangkat derajat Nigeria yang dalam tiga dari empat edisi terakhir Piala Afrika bagai tersesat tanpa arah.

Muda, bertalenta, dinamis dan bermain reguler untuk klub top Eropa, menjadi modal terbesar Iwobi untuk merajut masa depan menawan bersama Arsenal dan timnas Nigeria. Kita nantikan!

Topics