Alfred Riedl Dalam Rivalitas Indonesia-Malaysia

Satu-satunya kekalahan Riedl dari Malaysia, membuatnya gagal mempersembahkan gelar untuk tim Merah Putih.

Tim nasional (timnas) Indonesia untuk kesekian kalinya bakal berhadapan dengan Malaysia dalam sebuah laga uji coba di Stadion Manahan, Solo, 6 September nanti. Kali ini, Indonesia kembali dilatih Alfred Riedl, sementara Malaysia sudah dilatih Ong Kim Swee.

Seperti diketahui, pertemuan antara Indonesia melawan Malaysia memunculkan rivalitas dan gengsi yang tinggi di antara kedua negara. Sejak menangani skuat Garuda pada 2010, Riedl tercatat sudah empat kali menghadapi Malaysia.

Catatannya pun positif, di mana pelatih asal Austria itu mampu memenangi tiga dari empat laga tersebut. Hanya saja, satu-satunya kekalahan yang dideritanya dari Malaysia, membuatnya gagal mempersembahkan gelar untuk tim Merah Putih.

Itu terjadi pada partai final Piala AFF 2010. Ketika itu, Indonesia sangat diunggulkan lantaran di fase grup mampu menghancurkan Harimau Malaya dengan skor telak 5-1. 

Tapi kenyataannya, pada leg pertama Firman Utina dan kawan-kawan secara mengejutkan takluk tiga gol tanpa balas di kandang Malaysia. Meski mampu menang dengan skor 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada leg kedua, hasil itu belum cukup membawa Indonesia memboyong gelar Piala AFF untuk pertama kalinya.

Tentunya, pengalaman pahit itu menjadi pelajaran berharga bagi Riedl. Kini, Riedl menghadirkan banyak muka baru di timnas untuk laga melawan Malaysia, besok. Juru taktik lawan yang dihadapinya kali ini pun berbeda dari saat dia bertemu Malaysia di empat laga sebelumnya.

Ya, Riedl kali ini harus berhadapan dengan pelatih yang lebih muda dari dua pelatih Malaysia sebelumnya yang pernah dihadapinya, yakni Ong Kim Swee. Sebelumnya, Riedl menghadapi K. Rajagobal dan Dollah Salleh.

Taktik yang bakal diterapkan Malaysia pada laga nanti dipastikan akan berbeda dari sebelumnya. Secara persiapan, Kim Swee lebih beruntung lantaran sudah bisa memulai latihan timnya sejak, 29 Agustus lalu. Sedangkan Riedl hanya mempersiapkan timnya selama dua hari untuk laga ini.

Riedl tentunya tak ingin menghadirkan kekecewaan bagi pendukung timnas Indonesia pada laga nanti. Terlebih, jika mengingat ini adalah laga internasional perdana skuat Garuda setelah lepas dari sanksi FIFA, Mei 2016 lalu.

Kemenangan akan mengangkat moral para penggawa timnas Indonesia yang sedang bersiap untuk Piala AFF 2016. Mampukah Riedl meneruskan catatan positifnya terhadap Malaysia pada laga nanti?