ANALISIS: Cristiano Ronaldo, La Decima, & Air Mata

La Decima, Piala Dunia Antarklub, serta torehan rekor dan topskor di 2014 membuat Ronaldo pantas untuk menangis kembali di podium Ballon d'Or.

OLEH YUDHA DANUJATMIKA Ikuti di twitter
Rupawan, atletis, dan fantastis! Cristiano Ronaldo mungkin merupakan manusia paling beruntung sedunia. Selain dikaruniai fisik yang oke, kemampuannya mengolah bola juga sangat menawan. Ia juga membela sebuah tim yang luar biasa hebat, Real Madrid. Kalau mau dihitung keberuntungan lainnya, memacari Irina Shayk juga termasuk salah satunya.
Dan di akhir tahun 2014, semua menjadi lengkap ketika pria bernama lengkap Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro ini kembali dinobatkan menjadi kandidat peraih penghargaan individu paling mahsyur: Ballon d’Or. Ia disandingkan dengan Lionel Messi dan Manuel Neuer sebagai favorit peraih penghargaan ini. Tidak mengherankan tentunya, apalagi kalau kita melihat pencapaian Ronaldo sepanjang tahun lalu.
Ronaldo mengawali tahun 2014 dengan air mata, tapi bukan air mata kesedihan. Setelah Ballon d’Or didominasi oleh Lionel Messi selama empat tahun , Ronaldo akhirnya berhasil menyabet penghargaan bergengsi edisi 2013 ini. Ia meraih penghargaan tersebut untuk kedua kali sepanjang karirnya dan air mata tak terbendung saat mantan pemain Manchester United ini angkat bicara di atas podium.
Tak lupa di awal tahun lalu, Ronaldo dinobatkan menjadi penyerang tertajam tahun 2013 versi Internasional Football Federation of History and Statistics dan terdaftar dalam tim terbaik UEFA untuk kedelapan kalinya secara beruntun. Ronaldo benar-benar menggelar pesta penghargaan individu untuk membuka tahun 2014.
Usai bosan menjalani pesta penghargaan, Ronaldo mulai mencari hobi baru. Rentetan penghargaan di awal tahun langsung disambung dengan rekor beruntun yang dicetak oleh megabintang Portugal ini. Pertama, ia menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Portugal dengan 49 golnya. Kedua, ia mencetak gol keempatpuluh lewat dua gol ke gawang Schalke 04 dan menjadi pemain pertama yang mencetak empat puluh gol semusim selama empat musim beruntun.
Di pertengahan tahun, sang penyerang ganti berpesta gelar juara. Walau tak ikut serta dalam final Copa del Rey karena cedera, CR7 jadi sosok penting dalam proses pencapaian gelar juara kompetisi tersebut. Dua golnya ke gawang Atletico Madrid di semi-final leg kedua adalah salah satu perannya. Tak lupa, Ronaldo juga meroketkan Los Blancos untuk meraih La Decima alias gelar Liga Champions kesepuluh mereka.
Real Madrid menang 4-1 atas Atletico Madrid di Lisbon dan menggendong Si Kuping Besar. Si No. 7 memang hanya mencetak gol pelengkap dalam laga tersebut, namun total 17 gol yang ia sematkan sudah cukup menjelaskan seberapa besar perannya di Madrid. Jumlah gol itupun cukup untuk membuatnya jadi pencetak gol terbanyak Liga Champions dalam semusim.
Ah iya, megabintang Portugal ini juga meraih penghargaan Sepatu Emas Eropa, tapi ia harus rela berbagi dengan Luis Suarez yang mencetak 31 gol di Liga Primer Inggris.

Malang seribu malang, performa brilian Ronaldo tak berlanjut di pentas internasional. Sang megabintang masih mengalami cedera dan sebagai akibatnya ia kesulitan mengikuti ritme Piala Dunia 2014 di Brasil. Cedera terus menghantui dan walaupun akhirnya bisa membela Portugal di fase grup, Ronaldo tak bisa berbuat banyak. Portugal akhirnya harus tersingkir di fase grup setelah menelan kekalahan 4-0 dari Jerman, imbang 2-2 dari Amerika Serikat, dan menang 2-1 dari Ghana.
Gagal meraih gelar satupun bersama Portugal ternyata tak menghentikan prestasi Ronaldo. Topskor Liga Champions tersebut menjadi pemain terbaik La Liga musim 2013/14, meraih penghargaan Alfredo Di Stefano, mengalahkan Messi dan Diego Costa. Ronaldo sekaligus menjadi El Pichichi, pencetak gol terbanyak di La Liga. Senyum sedikit mengembang di bibir Ronaldo dan semakin lebar saat ia menjadi pemain terbaik versi UEFA setelah mencetak 17 gol di Liga Champions serta membawa Madrid juara.
Bahkan hingga tahun 2014 hampir berakhir, Ronaldo tidak beristirahat. Rentetan rekor serta gelar individu kembali ia catatkan. Ketika mencetak gol ke gawang Armenia di kualifikasi Euro 2016, sang penyerang menjadikan dirinya pencetak gol terbanyak Kejuaraan Eropa sepanjang sejarah dengan 23 gol.
Ronaldo menerima penghargaan World Top Scorer 2013 di akhir tahun dan menjadi raja hat-trick di La Liga dengan 23 hat-trick yang ia cetak. Rekor Ronaldo tersebut diraih setelah melalui pencapaian Alfredo Di Stefano (22), Telmo Zarra (22), dan Lionel Messi (20). Dan bersama Real Madrid, ia kembali gemilang dan berhasil memeluk Piala Dunia Antarklub.
Jadi, apalagi yang kurang bagi Cristiano Ronaldo untuk mencetak Ballon d’Or ketiga kalinya? Total 61 gol dan 4 gelar bersama Real Madrid telah ia raih (Copa del Rey, Liga Champions, Euro Super Cup, Club World Cup).

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics