ANALISIS: Portugal Ancam Koefisien Italia

Kegagalan Juventus melaju ke final Liga Europa musim ini, semakin memperbesar ancaman Primeira Liga Portugal terhadap posisi Liga Italia Serie A di klasemen koefisien UEFA.

OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitterMelempar waktu ke belakang sejauh dua dekade lampau. Liga Italia Serie A adalah tempat prestis bagi pesepakbola kelas satu, surga bagi para ahli taktik sepakbola, dan rujukan bagi seluruh pecinta sepakbola seantero dunia.Namun seiring berjalannya waktu, pamor Serie A perlahan terkikis dan semakin tenggelam. Publik sepakbola sudah mengalihkan kiblatnya pada liga para investor, Liga Primer Inggris, yang kemudian diikuti Liga BBVA Spanyol dan bahkan Bundesliga Jerman.Kasus calciopoli benar-benar jadi titik mula kejatuhan Calcio. Meski masih sempat berbicara di Eropa melalui AC Milan dan FC Internazionale, performa inkonsisten yang konsisten ditunjukkan klub-klub Negeri Pizza di kompetisi Eropa semakin menegaskan berakhirnya sebuah era. Kini kita akan mengupasnya berbekal pada aturan keofisien liga-liga Eropa di UEFA. Sempat berjaya di musim 2002/03 dan terus konsisten menempati tiga besar klasemen, Italia akhirnya jatuh keluar dari papan atas pada musim 2011/12. Imbasnya di musim 2012/13, Serie A tak lagi berhak mengirimkan empat wakilnya ke Liga Champions, melainkan hanya tiga, identik dengan jatah mereka di Liga Europa.Bundesliga Jerman yang terus mengancam posisi Serie A sejak 2009, sempat diredam Inter pada musim 2009/10 dan 2010/11. Namun semuanya sia-sia berkat performa seadanya tim-tim Serie A di Eropa, terutama di turnamen LE.Bundesliga pada akhirnya semakin menjauh dari kejaran Serie A saat Bayern Munich merengkuh gelar LC musim lalu, dengan mengalahkan lawannya yang juga dari Jerman, Borussia Dortmund. Bukannya perbaikan performa yang dilakukan pasca ketertinggalan tersebut, kini posisi empat Serie A malah sudah mendapat ancaman besar dari Primeira Liga Portugal.

Tanpa banyak disorot, sepakbola Portugal ternyata memiliki progres yang cukup brilian sejak mengejutkan Eropa di musim 2010/11. Kala itu Zon Sagres mengirimkan tiga wakilnya di babak semi-final LE, yakni FC Porto, Braga, dan Benfica. Dua klub yang disebut pertama melaju ke final, hingga akhirnya demenangi oleh Portistas Dragões.Persaingan terbuka dengan Serie A juga mereka lancarkan dalam dua musim terakhir. Pada awal musim 2012/13, Braga sukses menghempaskan Udinese di babak play-off kualifikasi LC. Musim ini Porto jadi antagonis kegagalan Napoli ketika memasuki babak 16 besar LE.Terakhir, kekalahan Juventus lewat agregat skor 2-1 dari Benfica, Jumat (2/5) dini hari WIB, semakin menasbihkan keunggulan jagoan-jagoan Portugal atas Italia saat ini. Padahal torehan Si Nyonya Tua bisa jadi momen terbaik kebangkitan Italia di ajang kasta kedua Eropa tersebut, setelah absen selama 14 musim di final!Jika situasinya terus statis seperti ini, bukan tidak mungkin Primeira Liga bisa merebut posisi keempat Serie A pada musim 2016/17. Hal itu bisa lebih cepat jika Benfica juara LE musim ini dan di musim depan ada klub Protugal yang menyamai bahkan melebihi prestasi As Aguias.Meski begitu Serie A masih bisa bernafas andai ada wakilnya yang sukses merajai LC atau LE dalam kurun dua musim ke depan. Jika hal itu terjadi, maka Primeira Liga Portugal harus mengulang rerata lima musim lagi -- dimulai musim 2015/16 -- untuk kembali mengancam Calcio.Untuk perhitungan matematis lebih detail mengenai aturan koefisien UEFA, silahkan klik di sini.Keterangan (*): Bagi negara yang masih mengirimkan wakilnya hingga fase final turnamen.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics