Analisis & Prediksi Grup D Piala Dunia 2014

Inilah bingkai persaingan yang akan terjadi di Grup D selama perhelatan Piala Dunia 2014.

OLEH ADHE MAKAYASA Ikuti di twitter

Ikhtisar: Perjalanan tim nasional Inggris untuk sampai ke Brasil memang terbilang mulus. Terbukti, mereka keluar sebagai tim terbaik di kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa Grup H dengan rekor tak terkalahkan dan hanya kebobolan empat gol dengan menjaringkan bola sebanyak 31 kali. Meski demikian, The Three Lions baru mendapati jalan terjal ketika bertanding di luar Eropa, di mana mereka tertahan dua kali oleh tim bergaya Amerika Latin seperti Ekuador dan Honduras saat melangsungkan uji coba di Amerika Serikat, yang sekaligus memberi pekerjaan tambahan buat manajer Roy Hodgson sebelum bersua Italia, Uruguay dan Kosta Rika.

Taktik: Inggris arahan Roy Hodgson lebih cenderung pragmatis dan memilih tim berdasarkan pendekatan yang sesuai dengan oposisi tertentu, tetapi aman untuk berasumsi bahwa formasi yang akan diterapkan adalah variasi 4-3-3 atau 4-2-3-1, dengan Steven Gerrard yang menjadi andalan dalam mengalirkan bola dari lini tengah. Jika mereka bermain dengan satu orang striker saja, maka Inggris biasanya mengerahkan semua pemainnya untuk mobile agar membantu masing-masing personel di setiap lini. Dan jika mereka bermain dengan tiga striker, maka seorang Wayne Rooney bakal dijadikan tumpuan sebagaimana ia yang didukung Daniel Sturridge serta Daniel Welbeck yang bergerak dari sektor luar.

Ikhtisar: Tim nasional Italia tampil tanpa celah saat melakoni kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa Grup B, di mana mereka keluar sebagai juara grup dengan status tidak terkalahkan dari sepuluh pertandingan. Mesi begitu, Azzurri harus waspada mengingat dalam lima pertandingan internasional resmi terakhir, mereka belum lagi mendapatkan kemenangan, bahkan sempat tertahan dari Republik Irlandia dan Luksemburg pada awal Juni.

Tiba lebih awal di Brasil, perwakilan asal Eropa ini menatap Piala Dunia 2014 dengan rasa percaya diri tinggi, terlebih setelah sukses mengandaskan perlawanan klub lokal Fluminense dengan skor 5-3 dalam sebuah laga uji coba, Minggu (8/6). Dipertemukan dengan Inggris, Uruguay dan Kosta Rika, Italia memiliki keuntungan tersendiri karena di tahun lalu mereka sempat berpartisipasi di ajang Piala Konfederasi 2013 sebelum tumbang dari Spanyol.

Taktik: Pelatih Cesare Prandelli nyaris tak pernah menggunakan skema 3-4-2-1. Namun, meski hanya dua kali menerapkannya, Italia mampu tampil hebat dengan formasi tersebut. Selain menang 2-1 atas Republik Ceko di kualifikasi Piala Dunia 2014, publik tentu masih ingat bagaimana Gli Azzurri sukses memenangi taktik di babak semi-final Piala Konferderasi 2013 melawan Spanyol. Sang juara Eropa dan dunia itu mereka buat frustrasi bahkan nyaris kalah hingga memaksakan babak adu penalti.

Dalam perkembangannya skema tersebut bakal berubah menjadi 3-1-4-2, di mana Andrea Pirlo akan menegaskan posisinya sebagai jangkar. Claudio Marchisio dan Thiago Motta bertugas jadi pelayan striker tunggal di depan sekaligus pengalir bola, sementara Daniele De Rossi jadi orang yang merusak dan memutus aliran serangan lawan. Skema tersebut memaksa permainan terpusat di tengah, sehingga para winger memiliki ruang lebih untuk memimpin serangan bailk.

Ikhtisar: Perjalanan Kosta Rika untuk melaju ke Brasil 2014 memang dilalui dengan susah payah. Setelah menjadi runner-up di bawah Meksiko dalam babak kualifikasi putaran ketiga Zona CONCACAF, Ticos akhirnya mengamankan satu tiket ke Piala Dunia usai finis di bawah Amerika Serikat dengan menggenggam 18 poin dari sepuluh pertandingan.

Usai kelolosan tersebut, performa anak asuh Jorge Luis Pinto justru merosot sebagaimana mereka yang hanya menang satu kali dari empat laga uji coba terakhir. Saat melakoni pemanasan sebelum Piala Dunia pada awal Juni, Kosta Rika terpaksa mengakui keunggulan Jepang 3-1 dan gagal mengatasi Republik Irlandia.

Taktik: Formasi favorit Jorge Luis Pinto adalah 5-4-1, meski pada kenyataannya hampir seperti 5-2-3. Dia selalu menggunakan tiga bek sentral dan dua bek sayap yang tidak diizinkan menyerang sepanjang waktu, namun diharapkan untuk melakukannya kapan pun mereka bisa. Di lini tengah, ia menggunakan seorang gelandang bertahan dan pemain serba guna di depannya, yang mana memiliki keahlian dalam melancarkan bola panjang.

Taktik yang diterapkan tergantung pada pertandingan yang dihadapi. Ketika tim lawan memiliki kemampuan penguasaan bola dan menyerang, Pinto lebih suka jika dua gelandangnya bermain agak ke dalam dan membantu pertahanan. Ketika Ticos pergi menyerang, lima bek tersebut akan terpecah menjadi tiga dan berganti pada pola 3-4-3.

Ikhtisar: Uruguay kembali mengulang penampilan buruk saat berlaga di babak kualifikasi Zona CONMEBOL dalam rangka memperebutkan empat tiket otomatis ke Piala Dunia 2014. Pasukan Oscar Tabarez, yang memiliki segudang pemain bintang, bahkan harus menjalani partai play-off dengan menghadapi wakil Asia Jordania, di mana mereka menang agregat 5-0.

Seperti diketahui, pada edisi 2010 silam, La Celeste juga harus melalui babak play-off, di mana mereka sukses lolos karena menang agregat 2-1 atas Kosta Rika sebelum akhirnya melaju hingga babak semi-final sebelum ditumbangkan runner-up turnamen, Belanda.

Di Piala Dunia kali ini, situasi yang dihadapi hampir serupa, namun pembedanya adalah skuat mereka sudah jauh lebih matang, yang mana dibuktikan dengan dua kemenangan dari dua pertandingan terakhir sebelum memulai ajang empat tahunan tersebut.

Taktik: Pelatih Oscar Tabarez lebih suka meracik strategi berdasarkan pada kemampuan lawan yang ingin menyerang timnya untuk kemudian mengeluarkan potensi terbaik pasukannya di atas lapangan. Selagi masih banyak pertimbangan, mengingat cedera yang dialami Luis Suarez, tampaknya bahwa di Piala Dunia 2014 ia akan menerapkan formasi 4-4-2 saat bertemu Kosta Rika, dengan Fernando Muslera berdiri di bawah mistar, Maximiliano Pereira, Diego Lugano, Diego Godin dan Martin Ceceres yang menjadi tumpuan di lini belakang.

Nantinya, peran gelandang akan dipercayakan pada Cristhian Stuani, Arevalo Rios, Walter Gargano dan Cristian Rodriguez selagi duet lini depan yang akan diisi oleh duo striker berbahaya seperti Edinson Cavani dan Suarez. Akan tetapi, jika nama terakhir masih cedera, tampaknya Diego Forlan akan dijadikan alternatif.

Klasemen Akhir

Poin

Uruguay Berjaya, Inggris Terdepak

1.

Uruguay

7

Uruguay 3-0 Kosta Rika
Inggris 1-1 Italia
Uruguay 2-1 Inggris
Italia 2-0 Kosta Rika
Kosta Rika 1-3 Inggris
Italia 2-2 Uruguay

2.

Italia

5

3.

Inggris

4

4.

Kosta Rika

0

Persaingan di Grup D akan tertuju pada tiga tim besar seperti Inggris, Italia dan Uruguay - tanpa bermaksud mengesampingkan Kosta Rika yang lolos dari zona Concacaf. Dalam hal ini, kami memprediksi bahwa Uruguay akan berjaya lantaran tidak memiliki masalah dengan iklim di Brasil. Selain itu, Italia juga punya modal berharga setelah sempat merasakan atmosfer kawasan Amerika Selatan pada tahun lalu, di mana mereka tampil di ajang Piala Konfederasi 2013.

Sementara itu, Inggris diprediksi gagal mengingat para pemain mereka dilanda kelelahan setelah menjalani kompetisi lokal yang gila, belum lagi permasalahan cuaca yang bakal menjadi penghalang. Saat bertanding di luar Eropa, anak asuh Roy Hodgson terbukti tidak mampu berbuat banyak sebagiamana mereka yang ditahan imbang Ekuador dan Honduras saat melakoni laga uji coba di Amerika Serikat. Untuk Kosta Rika, dipercaya mereka akan jadi bulan-bulanan lantaran kekuatannya tidak merata.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics