Analisis & Prediksi Grup G Piala Dunia 2014

Jerman dan Portugal layak dijagokan untuk keluar dari salah satu grup maut di Brasil ini.

OLEH DEDE SUGITA Ikuti di twitter

Ikhtisar: Langkah tim spesialis turnamen ini menuju Brasil 2014 nyaris bebas hambatan. Menempati Grup C babak kualifikasi zona Eropa, hanya sekali Jerman menelan hasil mengecewakan, yaitu saat diimbangi Swedia di kandang sendiri 4-4 meski telah memimpin empat gol! Sementara sembilan partai sisa seluruhnya dilalap dengan kemenangan. Tak hanya itu, Die Mannschaft dengan menggelontorkan total 36 gol alias rata-rata 3,6 per partai.

Performa impresif anak buah Joachim Low berlanjut dalam rangkaian uji coba menjelang putaran final Piala Dunia. Dalam enam partai, Jerman tak terkalahkan dan memenangi separuhnya. Terlepas dari hasil-hasil positif tersebut, suara dari kamp Jerman seperti agak sungkan mengumandangkan ambisi juara. Selain tradisi buruk negara Eropa di Benua Amerika, kubu Der Panzer agaknya juga terbebani oleh beberapa problem cedera, dengan yang terbaru Marco Reus harus melewatkan turnamen. Namun, diakui atau tidak, Jerman pastinya menyadari mereka memiliki amunisi mumpuni untuk menyudahi paceklik trofi internasional sejak 1996.

Taktik: Lenyap sudah Jerman yang text-book dan efisien. Die Nationalmannschaft dalam beberapa tahun terakhir menjelma jadi tim pengusung sepakbola ofensif nan atraktif dengan bakat-bakat kreatif cemerlang. Saking berjubelnya pemain hebat di lini kedua, Low bahkan berani cuma membawa satu striker murni, Miroslav Klos, dengan pertimbangan nama-nama seperti Thomas Muller atau Mario Gotze dapat didorong untuk memainkan peran false nine dalam skema 4-2-3-1. Absensi Marco Reus pantas diratapi Jerman, namun keberadaan Lukas Podolski membuat mereka tak perlu terlalu kecewa. Panzer dapat dipastikan tampil menyerang, namun yang pantas ditunggu adalah apakah Low bakal lebih mengedepankan possession football ala Bayern di bawah asuhan Pep Guardiola atau gaya agresif dengan transisi cepat andalan Borussia Dortmund. Fakta bahwa hanya satu striker yang diangkut mengindikasikan Low cenderung menyerupai Guardiola yang gemar mendominasi penguasaan bola dengan menumpuk gelandang, tapi ia juga harus pandai-pandai melakukan modifikasi taktik sesuai lawan yang dihadapi.

Ikhtisar: Portugal mesti menempuh perjalanan berliku untuk menyegel tempat di putaran final turnamen musim panas ini. Kalah bersaing dengan Rusia dalam perebutan puncak klasemen grup babak kualifikasi, Seleccao terpaksa melalui fase play-off kontra Swedia.

Di sinilah Portugal unjuk kekuatan atas Zlatan Ibrahimovic cs., dengan Cristiano Ronaldo memborong empat gol dalam dua leg untuk memberangkatkan tim ke Brasil lewat kemenangan agregat 4-2. Menyongsong Piala Dunia, Portugal membawa bekal amat positif dengan raupan tiga kemenangan tanpa pernah kalah dalam empat partai eksebisi, termasuk keunggulan komprehensif 5-1 atas Republik Irlandia di New Jersey, Selasa (11/6) kemarin.

Taktik: Tak ada perubahan besar dalam susunan inti Portugal dibandingkan Euro dua tahun silam. Bahkan pada partai leg kedua babak play-off versus Swedia, pelatih Paulo Bento menurunkan starting XI sama persis dengan laga semi-final Euro 2012 melawan Spanyol, di mana Portugal takluk via adu penalti. Ini artinya, selain semakin matang, kebersamaan skuat Seleccao juga tak perlu disangksikan. 4-3-3 bakal tetap menjadi formasi baku Portugal dengan trio Nani, Hugo Almeida, dan Cristiano Ronaldo menghiasi garis depan. Kalau diperlukan, Bento juga dapat mengubah skema berkat mengorbitnya Willem Carvalho. Gelandang bertahan belia ini dapat diposisikan di belakang Miguel Veloso, Joao Moutinho, serta Raul Meireles dalam sistem 4-4-2 dengan Ronaldo bekerja sama dengan Almeida sebagai duet striker.

Ikhtisar: Aksi Ghana menuju Brasil pantas diacungi jempol. Mereka hampir tak mengalami kendala berarti di selama fase kualifikasi. Langsung terjun ke putaran kedua zona Afrika, The Black Stars memuncaki Grup D berbekal 15 poin dari maksimal 18. Satu kekalahan hanya diderita lewat skor tipis 1-0 di kandang Zambia.

Kiprah mereka makin menawan di babak selanjutnya yang juga menjadi fase penentuan. Berhadapan dengan negara kuat Mesir dalam dua leg bersistem gugur, Ghana berjaya dengan skor agregat telak 7-3! Sayang torehan Ghana menurun setelahnya. Mereka tumbang di tangan Libya lewat adu penalti di final Kejuaraan Afrika (berbeda dengan Piala Afrika) awal tahun ini, juga menelan dua kekalahan dari Montenegro dan Belanda di partai ujicoba. Untungnya mereka dapat memasuki perhelatan di Brasil dengan hasil baik berupa skor 4-0 atas Korea Selatan dalam eksebisi terakhir.

Taktik: Mengandalkan skema 4-4-2 nan ofensif selama kualifikasi, pelatih James Kwesi Appiah mungkin akan kembali ke pola lama Ghana, 4-5-1, guna mengatasi inferioritas amunisinya di hadapan lawan-lawan kelas berat seperti Jerman dan Portugal. Terlepas dari masalah sistem, sang bos dikenal hebat dalam memompa semangat dan keyakinan pasukannya, terutama mereka yang sebelumnya jarang terekspos.

Ikhtisar: Termasuk enam negara unggulan di Amerika Utara dan Tengah, AS mendapat bye ke babak ketiga kualifikasi wilayah ini. Label unggulan itu tidak keliru karena The Yanks sukses menjuarai grup dengan hanya kehilangan angka di dua dari total enam laga. Di putaran penentuan atau yang dikenal dengan babak Hexagonal, AS kembali jadi yang terbaik. Di antara enam peserta fase ini, mereka finis di urutan teratas dengan selisih empat angka atas Kosta Rika dan berhak mengamankan jatah otomatis ke Brasil. Meski kemudian sempat dilanda inkonsistensi hasil dalam laga-laga uji coba, AS memungkas persiapan jelang turnamen final dengan streak tiga kemenangan beruntun atas Azerbaijan, Turki, serta Nigeria.

.

Taktik: Mungkin sadar materi pemain AS tak sehebat Jerman, Klinsmann pada awalnya menerapkan pendekatan defensif untuk skuat The Yanks, di mana ia suka menumpuk gelandang bertahan. Tapi belakangan sang pelatih lebih berani berelaborasi. 4-2-3-1 menjadi pakem dasar eks arsitek Bayern Munich ini dengan Bradley mengisi duet jangkar bersama Jermaine Jones dan Clint Dempsey jadi penyerang bayangan di belakang Jozy Altidore.

Klasemen Akhir

Poin

Jerman & Portugal Lebih Superior

1.

Jerman

9

Jerman 2-1 Portugal
Ghana 2-2 AS
Jerman 2-0 Ghana
AS 1-2 Portugal
AS 1-3 Jerman
Portugal 2-1 Ghana

2.

Portugal

6

3.

AS

1

4.

Ghana

1

Grup ini adalah salah satu kelompok maut di gelaran Piala Dunia kali ini, namun keadaan di lapangan tampaknya tak akan begitu ketat. Level dua wakil Eropa, Jerman dan Portugal, secara kasat mata masih superior atas sepasang kontestan lainnya.

Die Mannschaft dan Selecao das Quinas layak dijagokan melangkah ke putaran 16 besar, dengan pertemuan mereka pada laga pertama boleh jadi akan menentukan siapa bakal menjadi juara grup. Pengalaman Jerman akan berbicara dan membawa mereka mengungguli Portugal di Salvador pada 16 Juni mendatang.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics