ANALISIS: Segitiga Transfer Fernando Torres, Siapa Yang Tertawa Terakhir?

Sang striker kembali ke Calderon, Milan mendapatkan bomber idaman, Chelsea lepas dari beban finansial. Siapa paling diuntungkan dari segitiga transfer Fernando Torres?

OLEH GUNAWAN WIDYANTARA Ikuti di twitterFernando Torres akhirnya kembali jatuh ke pelukan klub yang membesarkan namanya, Atletico Madrid, tetapi siapa yang sebenarnya yang memiliki tawa paling akhir dari episode perpindahan sang bintang?Torres dibeli Chelsea dari Liverpool dengan mahar £50 juta pada Januari 2011 dan pada saat itu cerita yang nyaris tidak bisa dipercaya oleh semua loyalis the Reds tersebut berstatus transfer paling mahal di Inggris. Sebuah angka yang wajar mengingat kontribusi gol sang bintang di Anfield begitu menonjol.Sayang seribu sayang, pada perjalanannya El Nino gagal menemukan permainan terbaik di Stamford Bridge. Memang penyerang Spanyol ini bisa mencetak gol-gol krusial yang memuluskan Chelsea merajai Liga Champions dan Liga Europa namun secara keseluruhan aksinya mengecewakan.Bagi Chelsea di pandang dari sudut finansial, Torres adalah beban segudang klub. Kontrak 5,5 tahun dengan mahar £50 juta plus gaji £175.000 per pekan membuat manajemen klub harus memenuhi kewajiban finansial total sekitar £19 juta per musim (£10 juta nilai transfer plus £9 juta gaji) hanya untuk Torres semata. Tentu saja bukan angka ideal dipandang dari sisi regulasi Financial Fair Play apalagi dengan kontribusi yang tidak bisa dibilang masif.Kemudian datanglah AC Milan yang punya persoalan di lini depan dengan menyodorkan solusi bagi Chelsea. Milan melakukan pendekatan terhadap Torres bukan tanpa alasan. Penyerang muda Stephan El Shaarawy terus dibekap cedera hingga Rossoneri butuh tenaga tambahan di lini depan sementara Torres jelas tak lagi dibutuhkan jasanya oleh Jose Mourinho karena the Blues sudah punya Diego Costa, bomber yang juga didatangkan dari Atletico Madrid.Tetapi kepindahan Torres ke Italia dengan status pinjaman tidak semudah yang dibayangkan, pasalnya bintang Spanyol enggan kehilangan nilai gaji selangit yang didapatnya selama ini.Demi memuluskan kepindahan, Chelsea disebut siap menutup gaji Torres £3juta per musim dan sisa £6 juta harus ditebus Rossoneri. Kesepakatan tercapai maka mendaratlah El Nino di San Siro dengan status pinjaman.Dengan hijrahnya Torres ke Milan, beban £19 juta per musim yang tadinya harus ditanggung Chelsea berkurang menjadi £13 juta. Situasi ini tentunya membuat manajemen Chelsea tersenyum lebar karena mereka bisa lebih leluasa mengatur finansial klub apalagi jika dikaitkan dengan regulasi Financial Fair-Play.Pada perjalanannya, Torres ternyata gagal juga menghadirkan dampak instan di San Siro. Kontribusi minim membuat manajemen Milan gerah terhadap keberadaan El Nino hingga di awal Desember muncul rumor kepergian dari San Siro dengan Liverpool dan Atletico Madrid sebagai pelabuhan 'baru'.Kedua klub sama-sama menawarkan nostalgia bagi para pendukungnya namun selain faktor tersebut, kebutuhan tim juga sangat menentukan. Mario Balotelli yang didatangkan ke Anfield di bursa transfer musim panas tak kunjung berkembang sementara Atletico praktis hanya mengandalkan Mario Mandzukic plus Alesio Cerci sebagai pelapis di lini depan. Satu cedera, Atletico berisiko semakin tumpul apalagi Cerci tak kunjung memperlihatkan performa top di Spanyol.Benar saja, jelang pembukaan bursa transfer Januari, Milan mengumumkan pembelian permanen Torres dari Chelsea dengan mahar yang tidak disebutkan, kabar ini kemudian diiringi rumor kemungkinan kembalinya Torres ke Atletico dengan status pinjaman plus kembalinya Cerci ke Italia.Musim lalu penampilan Cerci begitu gemilang bersama Torino hingga mengantarkannya terbang ke Spanyol, tetapi disayangkan, kemampuannya tidak berkembang plus kalah bersaing dengan Mario Mandzukic di Atletico.Torres tidak cocok dengan skema permainan yang diusung pelatih Filippo Inzaghi sementara di kubu lain Cerci dengan gaya yang diklaim lebih cocok untuk Milan, sudah lama mengutarakan keinginan mengenakan jersey Merah-Hitam. Kembalinya Cerci ke Italia bisa mengembalikan permainan terbaiknya sekaligus jadi solusi lini depan pasukan Inzaghi. Ide pertukaran kedua bintang tersebut adalah solusi istimewa bagi Milan dan Atleti karena menghadirkan asa baru. Sementara itu para loyalis Los Rojiblancos bakal mengajukan satu nama terkait kembalinya Fernando Torres; tidak lain adalah pelatih Diego Simeone. Semua orang tahun persis juru taktik asal Argentina ini piawai memotivasi dan mengeluarkan kemampuan terbaik dari stok pemain yang dimilikinya. Perlu bukti? Mudah saja, dengan stok pemain 'seadanya' siapa yang dahulu pernah menebak Atletico bakal jadi raja sepakbola Spanyol musim lalu plus melaju ke putaran final Liga Champions? Melalui tangan dingin Simeone ditambah motivasi personal untuk membuktikan kualitas dari sang bintang, Torres berpotensi mendapatkan lagi status predator kotak penalti yang dahulu pernah disandangnya.Selain itu, Atletico juga boleh berharap berlipatnya pendapatan kas klub dari sektor penjualan merchandise. Nama Torres masih melegenda di Calderon dan bukan hal mustahil jika penjualan jersey klub dengan nama Torres bisa meningkat tajam.

Jadi, siapa yang tertawa paling akhir dari episode segitiga transfer Fernando Torres? Chelsea, Atletico Madrid atau AC Milan?

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics